ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Studi: 5G Kunci Revitalisasi Ekonomi Indonesia

Fauzi
25 September 2020 | 13:00
rubrik: Research
Share on FacebookShare on Twitter

Menurut hasil studi terbaru disebutkan bahwa penerapan teknologi 5G adalah kunci untuk meningkatkan PDB Indonesia dan membuka lapangan kerja serta peningkatan produktivitas pada tahun 2030. Studi bertajuk “Unlocking 5G Benefits for the Digital Economy in Indonesia” sendiri disponsori oleh perusahaan teknologi Qualcomm International di Indonesia dan Axiata Group Berhad dan dilaksanakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB).

Laporan tersebut diluncurkan hari ini dalam webinar yang diselenggarakan oleh Qualcomm dan Axiata bekerja sama dengan Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). Webinar ini juga menghadirkan pembicara regional dan nasional ternama, termasuk ST Liew, Vice President, QUALCOMM CDMA Technologies Asia-Pacific Pte. Ltd., dan President, Qualcomm Taiwan; Asri Hasan Sabri, Group Chief Corporate Officer Axiata; Ivan Samuels dari PT. LAPI ITB, dan Dr. Denny Setiawan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang membahas perkembangan terkini dan prospek masa depan implementasi 5G di Indonesia.

“Prioritas dalam pemanfaatan 5G Indonesia adalah 5 prioritas kerja Presiden dan Wakil Presiden, mewujudkan Roadmap Making Indonesia 4.0, pengembangan layanan TIK berkualitas untuk 9 destinasi wisata super prioritas, dan mempersiapkan ibu kota negara baru,” kata Dr. Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika dalam pidato kunci beliau.

“Menuju 4 prioritas tersebut, ada beberapa layer yang harus disiapkan, berupa kebijakan strategis, infrastruktur 5G termasuk persiapan ketersediaan jaringan dan ketersediaan infrastruktur pasif. Frekuensi akan segera diselesaikan agar jumlah frekuensi memadai dan dirilis sesuai waktu yang tepat. Selain infrastruktur, ada pembangunan ekosistem. Kita juga harus menyiapkan kebijakan implementasinya, dari model bisnis, regulasi, infrastruktur pasif, dan uji coba. Ini semua sedang bergerak secara paralel melalui program Task Force.”

Studi ITB memprediksikan bahwa implementasi 5G secara agresif di Indonesia dapat menambah Rp 2.874 triliun bagi perekonomian negara secara kumulatif dari tahun 2021 hingga 2030 atau sekitar 9,5% PDB, dan Rp 3.549 triliun pada tahun 2035 atau sekitar 9,8% PDB. Penerapan 5G juga dapat menciptakan 4,6 juta hingga 5,1 juta peluang kerja terkait 5G, dan meningkatkan produktivitas per kapita sebesar Rp9 juta hingga 11 juta dalam periode yang sama.

BACA JUGA:  Mudah dan Aman, Begini Cara Cek NIK Verifikasi Pendaftaran Pelanggan XL Axiata

“Analisis penilaian dampak kami berdasarkan dua skenario: skenario ‘dasar’ berdasarkan asumsi bahwa spektrum 5G kunci dapat dirilis dari 2021 hingga 2023, dan skenario ‘agresif’ yang mengasumsikan bahwa seluruh spektrum 5G dapat tersedia pada akhir tahun 2021,” jelas Ivan Samuels, PT LAPI ITB.

“Kami estimasi bahwa implementasi 5G yang agresif dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 3,1% di luar proyeksi pemerintah, dengan potensi pertumbuhan lebih lanjut dari peningkatan produktivitas di sebagian besar industri dan layanan yang didorong teknologi 5G. Dari pengamatan kami, baik industri maupun konsumen menyambut positif peluang 5G. Sudah banyak perusahaan telah mulai mengaplikasikan use cases 5G dengan harapan 5G dapat membuka peluang bisnis yang lebih baik dan lebih luas. Hal ini menekankan pentingnya pemerintah untuk mendorong agenda 5G tahun ini,” lanjutnya.

Laporan ITB tersebut menawarkan delapan rekomendasi kebijakan utama untuk mempercepat penerapan 5G di Indonesia, termasuk memasukkan 5G sebagai Agenda Prioritas Nasional, meluncurkan Rencana Pita Lebar dan Konektivitas Nasional 2021-2025 yang komprehensif, dan merilis semua spektrum 5G penting ke operator seluler Indonesia.

“Saat ini, kami telah memasukkan spektrum 5G dalam dokumen rancangan RPJMN 2024 dan saat ini ada pembahasan beberapa hal secara legislasi Omnibus Law yang kedepannya dapat mendukung proses 5G di Indonesia, diantaranya bagaimana mengharmonisasi kebijakan infrastruktur pasif, bisnis model, dan menyiapkan spektrum di mana kita siapkan juga proses refarming, dan yang terakhir proses sharing spectrum,” ujar Denny Setiawan, Kepala 5G Task Force Indonesia.

Beliau menambahkan update rencana terbaru, “Setelah dibentuk Task Force 5G yang terdiri dari beberapa working group, kami juga dapat mengundang para pakar untuk memberi masukan. Target dokumen resmi Task Force ini pada akhir 2021. Kami berencana awal Oktober akan melakukan diskusi dengan FCC untuk percepatan 5G dan Insya Allah awal Oktober kita akan lakukan coexisting trial untuk 3.5 GHz band. Kami sudah menerapkan kebijakan teknologi netral jadi operator dapat menggelar 5G pada band existing bilamana nanti sudah ada ekosistemnya.”

BACA JUGA:  Riset: Digitalisasi UMKM Jadi Kunci Pertumbuhan Inklusif Perekonomian Indonesia

S.T. Liew, mewakili Qualcomm dan afiliasinya selaku inovator teknologi nirkabel terkemuka di dunia dan pendorong pengembangan, peluncuran, dan perluasan 5G, menyoroti peluang yang sangat besar dari aplikasi 5G di Indonesia, terutama menekankan keragaman use cases termasuk Industrial Internet of Things (IIoT) yang sejalan dengan roadmap Making Indonesia 4.0 pemerintah yang bertujuan untuk memanfaatkan IIoT untuk merevolusi industri-industri penting bagi negara seperti manufaktur.

“Penerapan 5G akan membuat industri lebih efisien, lebih cerdas dan lebih aman, dan memungkinkan platform berskala untuk menghubungkan berbagai jenis IIoT, untuk mentransformasi praktik industri. Dengan memanfaatkan momentum ini, Indonesia berpeluang menempati posisi yang sangat baik untuk mencapai target Revolusi Industri 4.0 sesuai agenda Making Indonesia 4.0 dan misi pemerintah untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif, di mana industri dan masyarakat dapat memperoleh manfaat dari revolusi digital,” kata Liew.

“Sebagai inovator 5G terkemuka, Qualcomm berkolaborasi secara aktif dengan anggota 5G Task Force Indonesia bersama para pemain industri lainnya untuk berbagi keahlian kami, termasuk best practice dari negara-negara di seluruh dunia di mana kami juga berkolaborasi dalam transformasi 5G. Kami tetap berkomitmen kuat untuk berpartisipasi dalam agenda inovasi Indonesia, dan kami berharap dapat terus bertukar ide dan berkontribusi pada strategi untuk memastikan infrastruktur yang berkelanjutan, ekosistem regulasi yang mendukung, dan rencana siap pasar untuk meraih masa depan 5G Indonesia,” tambah Liew.

Asri Hassan Sabri, Group Chief Corporate Officer dari Axiata Group yang berbasis di Malaysia menjelaskan bagaimana 5G telah berkembang pesat di negara-negara ASEAN yang terdepan, serta bukti bahwa 5G saat ini diakui sebagai infrastruktur digital nasional yang penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan pembelajaran dari negara-negara tersebut, ia menegaskan bahwa beberapa reformasi kebijakan harus dilakukan untuk memastikan struktur pasar yang berkelanjutan untuk ekosistem 5G Indonesia.

BACA JUGA:  OPPO Lisensikan Paten Penting ke Volkswagen Group untuk Kendaraan Terhubung

Asri mengatakan, “Perusahaan-perusahaan telekomunikasi utama di Indonesia telah menunjukkan komitmen yang teguh dalam mendukung agenda inklusivitas Pemerintah melalui investasi yang konsisten untuk meningkatkan kapasitas serta perluasan jaringan. Namun situasinya industri telah mencapai saturasi dan kini membutuhkan tambahan spektrum 580MHz untuk melayani pertumbuhan data yang pesat, kecepatan yang lebih cepat dan persyaratan latensi untuk memenuhi permintaan yang eksponensial dari konsumen maupun perusahaan.”

“Pelepasan spektrum secara tepat waktu, beriringan dengan intervensi kebijakan berwawasan ke depan yang mendukung efisiensi biaya dan implementasi jaringan yang cepat seperti spektrum sharing akan semakin meningkatkan ketahanan infrastruktur digital Indonesia dan posisi negara ini dibandingkan dengan negara lain,” pungkasnya.

Turut memberikan komentarnya Ketua Umum ATSI, Ririek Adriansyah mengatakan, kita ingin memberikan apresiasi kepada ITB yang telah melakukan studi yang diharapkan dapat menjadi acuan aspek teknologi dalam pencapaian target ekonomi digital di Indonesia.

“Maka ATSI mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam mempersiapkan dan mempercepat implementasi teknologi 5G. Tim Task Force Persiapan Implementasi 5G dapat menyelesaikan tugasnya meliputi seluruh aspek yaitu regulasi, teknis operasi dan ekonomi termasuk kebutuhan masyarakat dan biaya investasi para operator,” tutup Ririek. (Fauzi)

Tags: 5GATSI
Previous Post

PTPN IV Terapkan Teknologi Digital di Bidang Human Capital

Next Post

Ini Tiga Strategi Pendekatan Indonesia Melawan Hoaks dan Infodemics

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jasa Marga Siapkan Sistem Penerus e-Toll

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penuhi Kebutuhan Pelanggan, BPR BKK Purbalingga Manfaatkan TI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • iPad Air Baru Resmi Diperkenalkan, Usung Chip A14 Bionic

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto