Saat ini, transformasi digital merambah hampir semua sektor, tidak terkecuali sektor pendidikan. Terlebih di masa pandemi, dimana kegiatan belajar mengajar (KBM) diselenggarakan secara pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ini adalah masa dimana siswa mempelajari cara baru untuk mencari informasi dan berkolaborasi dalam masyarakat yang semakin digital.
Seiring dengan pembelajaran baru ini, siswa saat ini akan memasuki karir yang belum pernah terbayangkan dan institusi pendidikan harus terlebih dahulu beradaptasi dengan masa transisi yang penuh tantangan ini.
Dalam acara Talk Show “Lenovo EdVision: Realizing the Future of Education” yang diselenggarakan secara virtual live menggunakan platform Microsoft Teams, pada Kamis, 24/9, Budi Janto, General Manager, Lenovo Indonesia mengatakan pendidikan teknologi yang akan jadi sangat penting bagi siswa di Indonesia untuk mempersiapkan karirnya dan ekonomi Indonesia di masa depan.
“Saat ini, siswa di sekolah akan memasuki dunia karir yang belum terbayangkan – artinya struktur dasar pendidikan juga akan berubah. Lenovo memahami tantangan yang dihadapi sekolah dalam mentransformasi pendidikan, dan menerapkan model pengajaran, pembelajaran, serta kolaborasi baru, sembari mengelola biaya, efisiensi, dan keamanan,” tambahnya.
Sebagai solusinya, Budi Janto menjelaskan, “Untuk menjawab tantangan itu, Program EdVision diluncurkan di Indonesia, setelah sebelumnya dilaksanakan di Filipina. Program ini juga untuk mendukung perubahan nyata yang saat ini sedang dilakukan pemerintah bagi pendidikan di Indonesia,”
Program Lenovo EdVision bertujuan untuk memberdayakan tenaga pengajar dan institusi melalui penggunaan teknologi cerdas, sebagai salah satu upaya dalam mendukung transformasi digital pendidikan di Indonesia.
Memberikan sambutannya atas peluncuran Lenovo EdVision, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan Kemdikbud juga menyadari pentingnya memberdayakan tenaga pengajar guna memajukan pendidikan di Indonesia, melalui program yang berkelanjutan.
“Kami juga terus melakukan pengembangan digital native untuk menjadi pemimpin masa depan hingga pembuatan platform khusus bagi tenaga pengajar untuk bertukar ide dan belajar tentang teknologi terbaru yang mendorong transformasi pendidikan,” ujarnya.
Tantangan terbesar dalam proses transformasi digital sektor pendidikan di Indonesia adalah mengubah mindset para pemangku kepentingan di sektor ini. Masih banyak yang beranggapan setelah pandemi ini selesai, kita akan kembali menyelenggarakan KBM seperti sebelumnya. Demikian diungkap oleh Prof. Eko Indrajit, Pakar Teknologi Informasi dan Akademisi.
“Transformasi digital di sektor pendidikan yang sedang berjalan saat ini, adalah irreversible process. Kita tidak mungkin kembali menyelenggarakan pendidikan seperti masa lalu, masa sebelum pandemi,” tambahnya.
Ia mengusulkan cara untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam proses transformasi pendidikan ini melalui kolaborasi dan sinergi para pemangku kepentingan di sektor pendidikan. Juga engagement antara peserta didik dan sumber belajar.
Untuk mengetahui Program Lenovo Edvision lebih lanjut kunjungi https://www.lenovo.com/id/in/edvision.
Baca: Studi Lenovo: Milenial dan Gen Z Terbiasa Bekerja Multitasking














