
Reporter: Abi Abdul Jabbar
Editor: Teguh Imam S.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bisa berdampak positif pada kinerja Lembaga Amil Zakat dalam memberikan layanan kepada mayarakat dan pengelolaan zakat. Rumah Zakat, lembaga filantropi yang telah berusia 22 tahun, juga merespon tuntutan masyarakat dan perkembangan TIK itu, dengan mempercepat transformasi digital
Apalagi dengan Pandemi Covid-19 yang mengharuskan social distancing dan berkurangnya transaksi secara langsung, maka transformasi digital Rumah Zakat demi memudahkan layanan berzakat, infaq dan donasi bagi masyarakat jadi keniscayaan.
Dalam sesi Penjurian TOP Digital Awards 2020 secara online, Rabu (11/11), Nur Effendi, CEO Rumah Zakat mengatakan transformasi digital Rumah Zakat dilakukan dengan harapan bisa memperluas akses dan jangkauan donatur dari rumah zakat serta menyalurkan donasi yang lebih luas kepada masyarakat.
“Dengan transformasi digital, lembaga kami memberikan experience terbaru kepada donatur, memberikan layanan lebih mudah dan lebih cepat, serta dapat memperkuat trust sehingga menciptakan pertumbuhan yang berlipat ganda serta memberikan dampak perubahan yang lebih signifikan,” ujar Nur Effendi.
“Transformasi digital ini juga untuk mewujudkan cita-cita Rumah Zakat dari Entrepreunerial Institution (2017) menuju World Digital Philantrophy (2020) yang sudah dicanangkan sejak awal tahun,” tambahnya.
“Dengan transformasi digital ini kami ingin jadi model filantropi digital berskala global untuk memperbesar dampak kebermanfaatan bagi Indonesia dan dunia,” kata Nur Efendi.

Kepada dewan juri, ia memaparkan, untuk mewujudkan tujuan tersebut, Rumah Zakat telah melakukan tiga inovasi solusi digital:
Pertama, Donasi Online, fitur untuk donasi di web rumahzakat.org membantu masyarakat melakukan donasi semudah belanja online. Donasi Online punya tiga keunggulan yakni, mempertegas akad donasi dari para donator, mengurangi resiko Unidentified Donation, dan menghilangkan konfirmasi donasi yang dilakukan customer.
Kedua, infak.id, platform donasi online dengan berbagai fitur pembayaran terkini yang memudahkan donatur dalam menitipkan dana infak/sedekahnya bekerja sama dengan penyedia e-wallet dan penyedia kartu kredit. Pembayaran bisa menggunakan transfer online atau QR Code.
“Infak.id, yang diluncurkan 2 April 2019, hadir dengan harapan dapat memberikan experience terbaik kepada para pengguna dalam rangka berbagi kebahagiaan secara online dan tentunya dapat memberikan dampak dan manfaat bagi sesama,” ujar Nur Effendi.
Fitur unggulan yang dimilikinya adalah affiliate atau keagenan. Yakni fitur yang memungkinkan semua karyawan, amil dan masyarakat untuk menjadi agen infaq. Sehingga mereka bisa ikut serta dalam mempromosikan dan mem-funding program-program Rumah Zakat dan tentunya menghadirkan kebaikan bagi sesama.
Terakhir, Digital Islamic Style (dis) tersedia di Playstore sejak Maret 2020. Aplikasi digital ini dapat memberikan kemudahan dalam menjalankan gaya hidup Islami bagi masyarakat dimana saja dan kapan saja.
Fitur unggulan dalam dis yakni, Ibadah: Jadwal Sholat, Al Quran Digital, dan Dzikir; Berbagi: Zakat, Infak, Wakaf, Qurban dll. Info Penyaluran Donasi dan Halal Tourism. Yang saat ini masih dalam tahap pengembangan adalah Halal Food.
“Selanjutnya dis akan terus diperbarui dan semoga menjadi perantara kebaikan dalam memudahkan masyarakat dalam melakukan ibadah dan berbagi sehingga kebahagiaan Indonesia hingga Dunia bisa terwujud,” harap Nur Effendi.
Baca: TOP DIGITAL Awards 2019: Inilah 3 Bisnis Model Dari Rumah Zakat














