Di sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, 29 Oktober 2019 Rumah Zakat menjelaskan transformasinya dari pertama berdiri hingga kini yang telah mencapai dua dekade lebih.
“Kita perlu merespon adanya perubahan industri, kalau kita sebut sekarang adalah philanthropy 4.0, dimana kita sudah banyak bicara mengenai data management, idea, collaboration, creativity, innovation dan invention. Dari respon tersebut kita melakukan banyak hal, salah satunya terkait customer experience, proses dan business model,” ujar H. Nur Efendi selaku Chief Executive Officer Rumah Zakat di hadapan dewan juri.
Dari sisi bisnis model, Rumah Zakat melakukan beragam terobosan, diantaranya; SharingHappines.org, Infak.id dan Lelang Bintang.
SharingHappines.org merupakan aplikasi crowdfunding dari Rumah Zakat yang telah diluncurkan sejak Februari 2016 lalu. Melalui SharingHappines.org diharapkan memberi kemudahan pada masyarakat yang ingin menyalurkan zakatnya. Dalam aplikasi tersebut banyak pilihan fitur, diantaranya: program sosial kemanusiaan, dashboard untuk melihat perkembangan program, proses donasi yang bisa dilakukan kapan dan di mana saja, serta ada fitur wish list yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan dan memeriksa daftar program favoritnya.
Infak.id adalah website yang dapat digunakan untuk berdonasi ke Rumah Zakat. Ada tiga cara pembayaran yang dapat diterima melalui platform ini, pertama, bank transfer ke BNI Syariah, Mandiri, BRI dan BCA. Kedua, instant payment ke LinkAja. Ketiga, QR Code dengan LinkAja, DOKU, Go-Pay dan OVO.
Sedangkan Lelang Bintang adalah platform bagi masyarakat untuk memiliki barang-barang dari idolanya secara infak maupun lelang. Ini merupakan kegiatan yang sudah lama dilakukan Rumah Zakat secara offline. Namun dengan kemajuan teknologi digital kegiatan itu kini dapat dilakukan secara online.
Penulis: Miroji














