
Reporter: Abdullah Suntani
Editor: Teguh Imam S.
Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya mewujudkan Yogyakarta sebagai smart city melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi (TI). Terlebih di era digital ini, teknologi jadi keniscayaan dan dibutuhkan untuk membantu pemkot menjalankan perannya secara efektif dan efisien.
Demikian disampaikan Heroe Poerwandi, Wakil Walikota Yogyakarta dalam Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 yang berlangsung secara online, Selasa, 10/11/2020.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan publik terbaik dengan memberikan kemudahan akses layanan bagi masyarakat melalui penerapan teknologi informatika dan komunikasi, yakni digitalisasi layanan publik. Dengan penerapan digitalisasi tersebut, kami optimis dapat memeberikan pelayanan terbaik dan optimal bagi masyarakat,” ujar Heroe kepada dewan juri.
Terkait perkembangan smart city di Kota Yogyakarta, disampaikan sejumlah inisiatif yang telah dijalankan pemkot.

Aplikasi Jogya Smart Service
Aplikasi Jogja Smart Service (JSS), memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi maupun ragam layanan dari pemkot.
“Melalui aplikasi Jogja Smart Service, masyarakat bisa memperoleh berbagai layanan yang dibutuhkan karena sudah diintegrasikan dengan layanan-layanan perangkat daerah lainnya. Mulai dari keluhan, perizinan hingga kegawatdaruratan,” Heroe menjelaskan.
Pemasangan Wifi (Internet) Gratis
Lebih dari 100 titik Wifi gratis untuk internet sudah dihadirkan dan dapat dinikmati 24 jam oleh masyarakat. Internet tersebut dilengkapi dengan fitur untuk menyaring konten-konten negatif sehingga masyarakat dapat menikmati internet dengan konten aman.
“Fasilitas Wifi gratis ini merupakan program penting di era digital ini, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi seluas-luasnya, termasuk menunjang pembelajaran jarak jauh saat pandemi Covid-19) saat ini.”
Saat ini, titik Wifi gratis ada di balaikota, seluruh kantor pemerintah Kota Yogyakarta, kecamatan, kelurahan, puskesmas, ruang terbuka hijau public (RTHP) dan beberapa di balai RW di Kota Yogyakarta.
Keamanan Data
Terkait keamanan, kepada dewan juri, Ignatius Trihastono, Kepala Dinas Komunikasi Informatika & Persandian, Kota Yogyakarta menjelaskan, “Kami juga mengoptimalkan keamanan infrastruktur dan jaringan”.
“Contohnya, secara fisik akses masuk ke ruang data center dibatasi dengan access door lock dan hanya personil tertentu yang boleh masuk. Ada personil yang ditugaskan untuk piket sehingga data center dapat diawasi 24 jam. Terdapat juga CCTV yang mengawasi aktivitas di data center. Kelistrikan data center dilindungi oleh UPS dan genset yang otomatis menyala ketika suplai listrik utama padam.”
“Server dan jaringan dilindungi dengan perangkat Firewall. Semua website yang dikelola pada program Smart City Kota Yogyakarta telah menggunakan protokol https dengan sertifikat digital dari Digicert. Backupdata dilakukan secara otomatis dan dikirim ke server di lokasi lain,” tambahnya.
Pengujian sistem keamanan dilakukan dengan SOP yang disusun pada tahun 2018. “Pengujian sistem internal dan eksternal dilakukan untuk membuktikan kerentanan (melakukan intercept untuk melihat request sistem dan respon yang diberikan oleh server),” terang Trihastono.














