
Reporter: Abdullah Suntani
Editor: Teguh Imam S.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Lampung telah mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informatika (TI) untuk meningkatkan kinerja pemprov dan layanan masyakat. Hal itu disampaikan Achmad Chrisna Putra, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik), Provinsi Lampung saat Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 secara virtual, Kamis, 3/12/2020.
Menurut Achmad, pemanfaatan TI oleh Pemprov Lampung sejalan dengan Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau e-Government. Adapun pemanfaatan TI oleh Pemrov Lampung ditujukan untuk mendukung sistem administrasi pemerintahan dan layanan masyarakat.
Untuk sistem administrasi pemerintahan, contohnya di Badan Kepegawaian Provinsi Lampung, ada SIMPEDU, Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Terpadu; SI-Manja, Sistem Informasi Manajemen Analisis Jabatan; dan E-kinerja, yang terintegrasi dengan SIMPEDU dan absensi online, untuk mengukur kinerja PNS di lingkungan Pemprov Lampung. Dan masih banyak pemanfaatan TI lainnya” jelasnya.

TI untuk Layanan Masyarakat
Sedangkan untuk layanan publik, terbaru berupa aplikasi SIGAP, Sistem Informasi Harga Pasar yang dapat diunduh di Playstore. Lewat aplikasi berbasis android ini, masyarakat dapat memantau langsung, cepat dan mudah terkait informasi perubahan harga bahan pokok harian di pasar yang ada di Lampung. Informasi harga terbaru akan di-up date setiap hari.
Informasi harga dalam aplikasi tersebut diperoleh dari survei langsung ke lapangan setiap hari yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Lampung. Sehingga dapat memberikan jaminan informasi harga yang akurat dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Aplikasi terbaru lainnya yaitu Kartu Petani Berjaya yang menghubungkan semua kepentingan pertanian dengan tujuan mencapai kesejahteraan petani dan semua pihak yang terlibat dalam proses pertanian secara bersama-sama.
Untuk mewujudkan kesejahteraan petani itu, Pemprov Lampung bekerja sama dengan BNI meluncurkan Kartu Petani Berjaya di Bandar Lampung. Ini juga untuk mendukung aktivitas pertanian digital serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi COVID-19.
Kartu Petani Berjaya (KPB) bertujuan meningkatkan pendapatan petani menuju kesejahteraan melalui upaya penyelesaian permasalahan secara terstruktur, sistematis, dan terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Kartu itu menggunakan media aplikasi yang mendukung aktivitas pertanian digital seperti transaksi pembelian, penjualan, serta pengajuan pembiayaan ke lembaga keuangan secara digital.
Kartu Petani Berjaya (KPB) ini memiliki banyak manfaat seperti, sebagai sarana produksi (alokasi pupuk subsidi), akses pembiayaan (penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR), penanganan panen, pasca panen, pemasaran hasil, jaminan sosial, hingga jaminan pendidikan bagi petani yang sukses.
“Program Kartu Petani Berjaya ini diluncurkan oleh Bapak Gubernur Lampung bersama Menteri Pertanian pada Selasa 6 Oktober 2020,” tutup Achmad.














