Intelligent Retail adalah bagian dari transformasi digital yang dilakukan oleh berbagai perusahaan di Indonesia yang menunjukkan adanya budaya inovasi dimiliki oleh perusahaan-perusahaan tersebut, yaitu suatu sikap yang fokus pada solusi inovatif dan budaya yang cepat tanggap terhadap perubahan.
Hal ini sejalan dengan hasil studi Microsoft tentang Budaya Inovasi (Culture of Innovation) yang di rilis pada awal Desember 2020, di mana studi tersebut menemukan bahwa sebesar 74% organisasi di Indonesia telah mempercepat digitalisasi untuk beradaptasi dengan situasi normal yang baru.
Dalam siaran pers Microsoft Indonesia, 18/12, dijelaskan perusahaan yang menerapkan Intelligent Retail mulai dari meluncurkan produk digital, memperkenalkan pembayaran online, hingga merangkul e-commerce dan melakukan otomatisasi.
Kino Indonesia: Maksimalkan Automasi di Seluruh Lini Bisnis
Transformasi digital yang dilakukan oleh PT Kino Indonesia, Tbk – salah satu perusahaan ritel FMCG terkemuka di Indonesia saat ini, sudah meliputi seluruh bagian dari lini bisnis mulai dari front-end hingga back-end dengan menggunakan teknologi. Adaptasi teknologi tersebut menjamin tingkat akurasi yang tinggi serta dapat menghasilkan data yang terukur dan dapat di analisa.
“Dengan bisnis Kino di kategori FMCG yang memiliki tingkat persaingan yang tinggi, kami terus menerus melakukan banyak inovasi terutama di bagian distribusi, komunikasi dan pengembangan produk. Ini tentu memerlukan banyak data serta analisa yang akurat agar dapat membidik konsumen dengan tepat dan efektif. Di sinilah kami memanfaatkan teknologi. Sesungguhnya krisis ini memberi kami kesempatan untuk melakukan banyak perkembangan dan perbaikan, sehingga ke depannya, Kino terus bertumbuh serta mencapai tingkat produktivitas yang tinggi,” kata Harry Sanusi, CEO dan Presiden Direktur Kino Indonesia.
Kalbe Farma: Implementasi Teknologi Perangkat Lunak Manajemen Bisnis Untuk Ciptakan Pengalaman Ritel Yang Mulus
Di sektor ritel FMCG dan farmasi ada PT Kalbe Farma, Tbk yang turut melakukan transformasi digital untuk menerapkan Intelligent Retail. Penerapan perangkat lunak (software) manajemen bisnis Microsoft Dynamics 365 yang dilakukan Kalbe Farma di marketing dan customer journey bertujuan untuk menciptakan hubungan yang mulus (seamless) dengan konsumen.
“Konsumen memegang peranan penting di industri ritel, karena bisnis kami berpusat pada pemenuhan kebutuhan konsumen. Di Kalbe Farma, kami bertujuan untuk menciptakan konsumen seumur hidup (lifetime consumer) demi keberlanjutan usaha kami,” kata Vidjongtius, Presiden Direktur Kalbe Farma.
“Karenanya sangat penting bagi kami untuk dapat mengetahui, memahami, dan menganalisa dengan baik customer journey guna menciptakan sebuah strategi komunikasi dan pemasaran yang efektif dan efisien, serta dapat memberikan pengalaman belanja yang lebih personal kepada para konsumen sehingga memberi nilai tambah bagi produk yang kami tawarkan dan meningkatkan kepuasan konsumen.”
Baca: 5 Area Penting Dalam Merancang Ulang Industri Ritel Dengan Intelligent Retail














