Presiden RI Joko Widodo hari ini, Selasa, 16/02/2021, memperkenalkan jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Direktur Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) untuk masa jabatan tahun 2021-2026.
Dewan Pengawas beranggotakan lima orang, terdiri dua anggota ex officio yaitu Menteri Keuangan sebagai ketua merangkap anggota dan Menteri Badan Usaha Milik Negara sebagai anggota. Serta tiga orang anggota dari kalangan profesional, yaitu Darwin Cyril Noerhadi, Yozua Makes dan Haryanto Sahari.
Untuk Dewan Direktur LPI juga diisi oleh lima orang yang semuanya berasal dari kalangan profesional yaitu Ridha Wirakusumah (Ketua Dewan Direktur), Arief Budiman (Wakil Ketua Dewan Direktur), Stefanus Ade Hadiwidjaja (Direktur Investasi), Marita Alisjahbana (Direktur Risiko), serta Eddy Porwanto (Direktur Keuangan).
“Dengan fondasi hukum dan dukungan politik yang kuat serta Dewan Pengawas dan jajaran Direksi yang hebat dan jejaring internasional yang kuat, saya meyakini Indonesia Investment Authority (INA) akan memperoleh kepercayaan nasional dan internasional dan mampu membuat INA sebagai Sovereign Wealth Fund kelas dunia,” ujar Presiden Jokowi.
Baca: Ini Lima Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi
Lebih lanjut Presiden mengatakan, LPI mempunyai posisi yang sangat strategis dalam percepatan pembangunan yang berkelanjutan, meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset negara secara jangka panjang, serta menyediakan alternatif pembiayaan bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan.
“Melalui keberadaan INA, kita akan mengurangi kesenjangan kemampuan pendanaan domestik dengan kebutuhan pembiayaan pembangunan. INA akan menjadi mitra strategis bagi para investor, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, agar tersedia pembiayaan yang cukup untuk program pembangunan, khususnya program pembangunan infrastruktur nasional,” harapnya.
Presiden pun mengharapkan dukungan dari para pemangku kepentingan untuk LPI ini. “Saya bersama jajaran pemerintah dan juga mengharapkan DPR, BPK, serta lembaga-lembaga negara lain juga mendukung penuh gerak Indonesia Investment Authority ini. Harus inovatif, harus berani mengambil keputusan yang out of the box dengan tata kelola yang baik. Indonesia harus mempunyai alternatif pembiayaan yang memadai untuk akselerasi menuju Indonesia Maju,” tegas presiden.
Presiden RI Joko Widodo meyakini Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) mampu memperoleh kepercayaan dari dalam maupun luar negeri.
Menurut Presiden, terdapat tiga alasan yang melatarbelakangi keyakinan tersebut. Pertama, pembentukan INA mempunyai dasar hukum yang kuat yaitu diperintah langsung oleh Undang-Undang Cipta Kerja. “Kelembagaan dan cara kerjanya juga jelas sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2020,” jelasnya.
Kedua, INA dijamin menjadi institusi profesional yang dilindungi oleh undang-undang dan menggunakan pertimbangan-pertimbangan profesional dalam menentukan langkah-langkah kerjanya.
Ketiga, INA dikelola oleh putra-putri terbaik bangsa yang berpengalaman di kancah profesional internasional, yang telah dijaring oleh panitia seleksi dibantu oleh para head hunter professional.
Proyek Jalan Tol Jadi Prioritas Ditawarkan ke Investor
Direktur Utama INA Ridha Wirakusumah saat konperensi pers di Kantor Presiden, 16/02/2021, mengatakan, “Pada tahap awal, proyek senilai US$ 9,5 miliar telah siap untuk ditawarkan kepada investor. Untuk permulaan, jalan tol menjadi sektor unggulan yang akan ditawarkan kepada investor.”
Menurutnya, jalan tol punya efek domino yang besar. Hal inilah yang jadi alasan dalam pemilihan jalan tol sebagai sektor pertama yang akan dikerjasamakan oleh INA.
Selain itu, nilai investasi jalan tol juga sangat tinggi. Sehingga, dengan pembiayaan dari luar akan mempercepat pembangunan jalan tol di Indonesia.
“Dengan adanya uang dari luar, investasi pengembangan tol jadi lebih cepat, lebih bagus, dan optimal. Dan nilai tambahnya lebih cepat untuk masyarakat Indonesia,” ujar Ridha.
Baca: Indonesia Investment Authority, Solusi Pembiayaan Pembangunan dan Tingkatkan Investasi














