Avana Indonesia terus mendorong proses digitalisasi para pelaku usaha kecil menengah (UKM) agar dapat menemukan peluang yang lebih luas lagi dan beradaptasi dengan tuntutan kebutuhan konsumen yang semakin meningkat.
Tambahan lagi, pandemi COVID-19 telah melumpuhkan berbagai sektor usaha. Para pelaku UKM termasuk yang paling terkena dampak sehingga diperlukan dukungan bagi UMK agar bisa bertahan menghadapi tekanan dan melakukan penyesuaian proses bisnis dengan kondisi yang ada.
“Situasi pandemi ini justru bisa dimanfaatkan oleh pelaku UKM untuk mulai beralih ke media online dalam mengembangkan bisnis mereka. Untuk mendukung perekonomian lokal, Avana selaku social commerce enabler bisa membantu pelaku UKM untuk bisa berjualan online secara mudah melalui website maupun media sosial serta memanfaatkan puluhan teknologi canggih guna mempermudah pengelolaan toko online mereka,” kata Farid, Chief Strategy Officer Avana Indonesia dalam siaran pers, Senin 29/03/2021.
Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan penyedia layanan pendukung social commerce itu dengan mengembangkan berbagai teknologi unggulan sebagai penunjang bisnis UKM lokal, seperti menyediakan website toko online yang bisa terhubung dengan instagram shopping, integrasi chat, manajemen reseller, dan lain-lain.
Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, pelaku UKM yang biasanya memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) terbatas, dapat dengan mudah menjual produk-produk mereka secara online melalui website maupun media sosial.
Untuk mengasah kemampuan digital pelaku UKM, Avana juga secara rutin mengadakan pelatihan digitalisasi baik secara offline maupun online yang bisa diikuti oleh pelaku bisnis dari seluruh Indonesia. Hingga kini, pelatihan offline telah diadakan di kota Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.














