Jakarta, ItWorks- Pendanaan Seri B ini kian menunjukkan kepercayaan investor terhadap kinerja bisnis perusahaan dan prospek masa depan bagi perusahaan yang bergerak di sektor logistik di Indonesia dengan dukungan sistem teknologi informasi (TI) ini.
Shipper, salah satu perusahaan teknologi Indonesia yang menyediakan solusi logistik terintegrasi untuk berbagai skala usaha, secara resmi mengumumkan perolehan pendanaan Seri B senilai US$ 63 juta yang dipimpin oleh DST Global Partners dan Sequoia Capital India dengan partisipasi dari investor sebelumnya yakni Prosus Ventures, Floodgate, Lightspeed, Insignia Ventures, AC Ventures, dan Y Combinator. Pendanaan Seri B ini diraih Shipper kurang dari satu tahun setelah mendapatkan pendanaan Seri A pada Juni 2020 lalu.
“Dengan dukungan pendanaan ini, Shipper akan berinvestasi lebih lanjut dalam pengembangan teknologi dan memperluas jaringan logistiknya secara signifikan,” ungkap Co-Founder & COO Shipper, Budi Handoko melalui siaran pers (15/4), di Jakarta.
Disebutkan, Shipper diluncurkan pada 2017 dengan misi untuk memberikan akses yang lebih luas dan merata terhadap layanan logistik berkelas tinggi di seluruh Indonesia, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Shipper menyediakan jasa pemenuhan (fulfillment) dan pengiriman melalui jaringan pusat pemenuhan (fulfillment centers 1), mitra pengiriman, dan titik ritel yang dikelola secara digital.
Saat ini Shipper melayani ribuan bisnis e commerce yang mendistribusikan jutaan produk setiap bulannya. Tahun lalu, pelanggan Shipper mengalami peningkatan volume pengiriman paket yang dibeli secara daring, yang diakselerasi oleh pandemic Covid-19. Shipper telah membantu pelanggannya dalam memanfaatkan fasilitas pemenuhan dengan efisien dan memastikan arus pengiriman barang yang lancar.
“Kami memulai Shipper empat tahun lalu berangkat dari pengalaman pribadi kami saat melihat banyaknya kesulitan dalam melakukan pengemasan dan pengiriman paket sebagai pedagang online. Dalam membangun Shipper, kami selalu menggunakan pendekatan dari sudut pandang pelaku UMKM karena itu adalah jati diri kami. Kami sangat senang untuk dapat berkontribusi dan memperkuat segmen UMKM sekaligus untuk ikut mendorong penguatan ekosistem logistic nasional,” ujarnya. (AC)














