Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI) kembali mengadakan Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2021 untuk meningkatkan kapasitas pelaku industri gim dalam negeri agar bisa bersaing dan mengembangkan bisnis di level global atau go-global.
“Program ini merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas pelaku industri game dalam negeri, sekaligus mendorong industri game lokal untuk Go Global. Jadi, kita kerja sama dengan ekosistem, kita hanya fasilitator dan diharapkan nantinya pelaku game akan semakin bertumbuh dengan adanya program ini,” jelas Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel A. Pangerapan dalam konferensi pers virtual dari Jakarta, Rabu (28/07/2021).
Menurut Dirjen Semuel, IGDX akan melibatkan ekosistem industri gim agar bisa mendorong pengembangan kerja sama untuk peningkatan industri gim di tanah air.
“Event ini menghadirkan pelaku industri game lokal dan mancanegara. Mereka akan berbagi ilmu dan pengalaman, membangun jaringan dengan ratusan game developer di Indonesia melalui rangkaian panjang kegiatan IDGX yang digelar pada bulan Oktober sampai dengan November tahun ini,” jelasnya.
Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menjelaskan, IDGX pernah diselenggarakan pada 2019 lalu sebagai sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia industri game tanah air, sekaligus ruang pameran bagi karya industri gim lokal.
“Pada penyelenggaraan IGDX tahun 2019 lalu, tercatat sebanyak 66,1% peserta berasal dari kalangan profesional. Sementara peserta terbanyak kedua diisi kalangan mahasiswa sebesar 16,1%. Hal itu menandakan keberminatan terhadap IGDX berpadu antara pelaku industri dan SDM yang tertarik masuk ke dalam industri game,” jelasnya.
Menurut Dirjen Semuel IGDX juga menjadi ruang bagi perluasan jejaring yang baik bagi pihak-pihak tersebut. “Oleh karena itu, Kominfo menggandeng AGI dengan menggabungkan kegiatan secara offline dan online atau secara hybrid pada lingkup skala yang lebih besar dan rangkaian kegiatan yang lebih variatif dan inovatif,” ungkapnya.
Fasilitasi
Industri gim Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan sejak tahun 2017. Karakteristik industri gim yang sepenuhnya digital dan tidak terikat lokasi logistik geografis menjadikan pasar gim relatif terbuka luas bahkan perusahaan gim lokal cenderung menarget pasar internasional.
Hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Kominfo bersama LIPI menunjukkan ada peningkatan skala usaha industri gim dari tahun 2017 s.d 2019. Secara keseluruhan, di tahun 2017 terdapat 143 gim yang diproduksi dan meningkat menjadi 225 di tahun 2018 dan pada tahun 2019 terdapat 332 gim.
“Kalau kita bicara industri game ini, semakin hari semakin meningkat dan kita lihat industri di Indonesia pun dari waktu ke waktu mengalami peningkatan baik dari produsennya maupun penggunanya. Nah, penggunanya ini, di masa pandemi seperti sekarang, mengalami peningkatan sangat tajam. Jadi, kita ingin mendorong industri game ini mulai tumbuh supaya bisa memberikan potensi yang sedang tumbuh-tumbuhnya di Indonesia,” jelas Dirjen Aptika Kementerian Kominfo.
Dengan besarnya potensi industri gim, Dirjen Semuel menyatakan saat ini produsen atau publisher game dapat melihat ini sebagai sebuah kesempatan yang harus dioptimalkan ke depan. “Terbukti, dalam beberapa waktu belakangan, industri game mengalami peningkatan signifikan,” ujarnya.
Dirjen Aptika menjelaskan Kementerian Komifo akan menjadi fasilitator untuk meningkatkan pertumbuhan industri gim di Indonesia. Hal itu dilakukan dnegan cara mempertemukan antara developer dengan investor.
“Di dalam program IDGX akan dipertemukan antara developer dengan publisher. Karena masih masa pandemi Covid-19, event ini digelar secara virtual. Untuk pesertanya adalah developer yang mencari peluang kerjasama dan pengembangan bisnis baru (investasi), capacity building bagaiamana nanti dia membuat game-nya, tetapi juga diajari mengembangkan bisnisnya (business approach) pada saat bertemu dengan calon investor agar lebih confident,” paparnya.














