Jakarta, ItWorks- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) memberikan penugasan kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) untuk mengelola program penyelamatan ekonomi nasional melalui Penjaminan Pemerintah (Jaminah) dan Penugasan Khusus Ekspor untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Diharapkan, di tengah situasi pandemi Covid-19, sektor UMKM bisa tarus bertahan untuk menyangga kebutuhan ekonomi, termasuk rantai pasok yang melibatkan jutaan pekerja.
“Pemerintah melalui DJKN berkolaborasi bersama semua pihak, termasuk Special Mission Vehicle Kemenkeu dalam perannya sebagai pengembangan UMKM yaitu LPEI. Tanggung jawab diberikan dalam hal pendanaan dan pembiayaan untuk bisa mengelola Program Penjaminan Pemerintah dan Penugasan Khusus Ekspor kepada UMKM yang terdampak Covid-19. Sehingga mereka dapat mempertahankan kegiatan operasionalnya. Program ini secara garis besar juga diharapkan dapat mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujar Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban, dalam acara Webinar “UMKM Naik Kelas dengan Ekspor Berkelas”, di lansir situs Kemenkeu, belum lama ini.
Upaya meningkatkan kemampuan UMKM ini sejalan dengan usaha pemerintah dalam mewujudkan target UKM ekspor mencapai 21,6%. Mendukung usaha pemerintah untuk menciptakan UMKM yang berkelas, Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas pun menyampaikan komitmen untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam kegiatan ekspor.
“LPEI memiliki peran dari aspek finansial dan non-finansial dalam meningkatkan ekspor nasional termasuk dari sektor UMKM,” ujar James Rompas
Disebutkan, dari aspek finansial pihaknya telah menyalurkan pembiayaan ekspor kepada UMKM sebesar Rp14,5 Triliun. Termasuk program Penugasan Khusus Ekspor sebesar Rp408 Miliar ke seluruh Indonesia. Pembiayaan ini melibatkan 59 nasabah dengan serapan tenaga kerja lebih dari 8 ribu orang. Sementara dari sisi non-finansial, LPEI juga memiliki 2 program utama yaitu Rumah Ekspor untuk penciptaan eksportir baru dan Desa Devisa untuk peningkatan kapasitas masyarakat. (AC)














