ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Murid & Guru di Asia Pasifik Mulai Pecahkan Kode Online Learning

Teguh Imam Suyudi
19 August 2021 | 15:00
rubrik: Research
sinergi-pendidikan-keamanan-siber-generasi-digital-cerdas

Ilustrasi: Anak Bermain dengan Tablet (Gambar: Lenovo Indonesia)

Share on FacebookShare on Twitter

YouGov dan Terrapin melakukan penelitian di 12 pasar di Asia Pasifik selama kurun waktu Mei 2020, mencakup hampir 3.400 yang terdiri dari siswa pelajar, orang tua dan pendidik untuk mengetahui pemahaman  mereka akan e-learning semenjak terjadinya pandemic, termasuk 215 siswa dan orang tua di Indonesia, dan mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat lebih melibatkan para siswa dan mendukung proses pembelajaran.

Berikut hasil penelitian tersebut:

Teknologi pada pendidikan menjadi norma dalam setahun terakhir ini – dengan hasil yang beragam

Di seluruh Asia Pasifik, di lebih dari 80% siswa dan 95% pendidik tingkat penggunaan teknologi meningkat selama setahun terakhir ini, sementara 68% siswa dan 85% pendidik menghabiskan lebih banyak uang untuk teknologi selama setahun terakhir ini dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini akan berlanjut dengan 66% siswa dan 86% pendidik berencana akan meningkatkan pengeluaran pembelanjaan teknologi pembelajaran di tahun mendatang.

Pendidik dan siswa memiliki pendapat yang berbeda mengenai dampak kelas online terhadap hasil kinerja pendidikan. Pendidik secara relatif lebih positif terkait dengan kinerja mengajar online mereka, tercatat sebesar 59% pendidik yakin bahwa kinerja mengajar mereka meningkat, dan 24% percaya bahwa kinerja mereka tetap terkendali. Namun, penilaian para siswa lebih beragam: sekitar sepertiga siswa menilai bahwa kinerja belajar mereka meningkat, sedangkan sepertiga lainnya yakin bahwa tidak ada perubahan dalam kinerja belajar mereka selama periode online learning, dan sisa sepertiga-nya yakin bahwa kinerja belajar mereka menurun.

Aksesibilitas dan kemudahan keuntungan utama dalam online learning

Di antara para siswa, kemudahan mendapat akses (63%) dan fleksibiltas (50%) disebut sebagai keunggulan utama dalam online learning, termasuk kemampuan mengakses berbagai konten dan materi dari seluruh dunia. Selain itu, 62% siswa dan 67% pendidik memuji kemudahan bekerja tanpa harus pergi ke tempat bekerja.

BACA JUGA:  Inilah Lima Keputusan Teknologi Strategis Untuk Para CEO di Tahun 2019

Sementara itu, 64% dari pendidik menyoroti keuntungan dari sentralisasi materi pengajaran dalam satu sumber online yang mudah diakses seperti Microsoft Teams for Education, seiring dengan 50% mengapresiasi bahwa e-learning mendorong proses pembelajaran yang kolaboratif, dan memungkinkan pembelajaran dan bimbingan yang personal.

Murid dan pendidik tahu apa yang mereka inginkan – tetapi baru mulai memanfaatkan solusi-solusi yang tersedia 

Siswa dan orang-tua mereka memilih “sangat penting” agar teknologi menyediakan solusi keamanan (50%), privasi (52%), performa yang fleksibel (26%), dan nilai yang berkelanjutan (29%). Hanya 17% yang memilih “sangat penting” untuk memiliki solusi teknologi dengan biaya yang rendah.

Pendidik juga tertarik pada fitur keamanan khusus untuk pendidikan (75%) dan privasi data (79%), tetapi juga menyebut fitur kolaborasi (64%), alat penilaian siswa (63%), kemudahan dalam penggunaan (59%), dan fitur aksesibilitas (52%) sebagai “sangat penting”.

Namun, meskipun 72% siswa menggunakan laptop seperti Lenovo Yoga dan 29% menggunakan tablet seperti Lenovo IdeaPad untuk mengakses pembelajaran online, hanya sedikit yang menggunakan rangkaian solusi pembelajaran secara lengkap:  38% siswa yang menggunakan aplikasi konferensi video seperti Microsoft Teams, 20% yang menggunakan cloud-based document sharing, dan 14% menggunakan remote-access files. Sekitar 15% siswa memiliki akses ke sistem manajemen pembelajaran online.

Hampir 95% pendidik menggunakan laptop seperti Lenovo ThinkPad untuk kegiatan mengajar sehari-hari. Sementara 76% menggunakan aplikasi konferensi video, 56% menggunakan cloud-based document sharing, dan 36% menggunakan remote access files, sekitar 66% menggunakan sistem manajemen pembelajaran online. Selain itu, 34% telah menggunakan platform virtual reality seperti Lenovo ThinkReality.

Siswa dan pendidik menemukan cara untuk menghadapi kendala teknis, namun gangguan, keterlibatan dan isolasi adalah hambatan.

BACA JUGA:  Lengkapi Ekosistem Gaming di Rumah dengan Legion Tower 5i dan Legion Tower 7i

Jarak secara fisik tidak menghalangi siswa atau guru untuk mendapatkan dukungan teknisi yang mereka butuhkan saat e-learning: meskipun banyak sekali tim  teknis sekolah yang tidak mampu menangani banyaknya permintaan, para siswa dan guru menemukan sumber alternatif untuk mendapatkan dukungan teknis. Siswa lebih cenderung (33%) bertanya kepada teman kelas, teman, atau anggota keluarga yang lebih muda untuk membantu dari pada bertanya kepada tim teknisi sekolah (15%). Demikian pula 47% pendidik menyampaikan permasalahan teknis nya ke tim teknisi sekolah, namun 32% mencoba mencari solusinya sendiri, 31% bertanya kepada rekan guru yang lain, dan setidaknya 11% bertanya kepada anak remaja terdekatnya.

Sekitar 14% pendidik telah menggunakan device-as-a-service (DaaS. DaaS menawarkan model berbasis langganan termasuk laptop, desktop, tablet, dukungan teknis, software, dan layanan manajemen.

Siswa dan pendidik menemukan hambatan yang paling besar dalam pembelajaran online pada bidang sosial. Lebih dari 60% siswa dan pendidik menunjukkan bahwa mereka mengalami hubungan sosial yang melemah selama online learning. Empat faktor utama yang disebut sebagai tantangan oleh siswa dan orang tua adalah gangguan di rumah (58%), kurangnya motivasi untuk menghadiri kelas online di rumah (48%), kurangnya umpan balik dan interaksi secara langsung dengan guru/teman sekelas (46%) dan isolasi sosial atau sulitnya bertemu orang lain (41%).

Sementara aplikasi konferensi video menyediakan banyak cara untuk interaksi secara real-time, menghadiri semua kelas mereka melalui layar terbukti menjadi tantangan bagi para siswam 75% pendidik menyebutkan “siswa terganggu atau kehilangan konsentrasi selama sesi pengajaran” sebagai salah satu hambatan utama dalam e-learning.

Baca: Gandeng Zenius, Lenovo Gelar Kompetisi Video Materi Kreatif untuk Guru

Tags: lenovoLenovo IndonesiaMicrosoftMicrosoft Indonesia
Previous Post

Ini Fokus Kebijakan APBN 2022

Next Post

PermataBank Perkenalkan PermataShoppingCard

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

Mi’roji
28 October 2026 | 16:07

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

Fauzi
27 October 2026 | 21:44

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

Mi’roji
27 October 2026 | 16:26

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

Albarsah
26 October 2026 | 14:44

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

Albarsah
23 October 2026 | 20:39

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital: AstraPay Perkuat Inovasi Pembayaran Digital Berbasis AI, Hadirkan Fitur Split Bill Otomatis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dorong Kemandirian Ekosistem Digital, TelkomGroup Luncurkan Sovereign Digital Technology

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto