Jakarta, Itech – SAAB, perusahaan pertahanan dan keamanan asal Swedia, siap untuk memasok teknologi pesawat tempur canggih ke Indonesia, melalui kerjasama dengan Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa, Erzi Agson Gani mengatakan, Swedia merupakan mitra yang sangat bagus untuk Indonesia di bidang industri, serta mendapatkan dukungan dari pemerintah secara penuh.
“Mereka ini bukan anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO), sehingga mereka lebih bebas, karena seperti yang diketahui teknologi militer ini terbatas,” katanya dalam lokakarya untuk membahas teknologi simulasi Gripen dan penanganan geodata untuk pesawat tempur, yang dimiliki oleh Swedia. Lokakarya Saab akan menjelaskan mengenai teknologi simulasi yang canggih, yang dilengkapi dengan tradisi pembuatan pesawat tempur dan pesawat lainnya. Saab dikenal telah memiliki pengalaman simulator untuk pesawat tempur multiperan generasi terbarunya yaitu Gripen.
Menurutnya, dengan undang-undang baru yang telah ditetapkan pemerintah, teknologi di Indonesia dapat melakukan berbagai pengembangan baru. “Walau bukan anggota NATO, mereka itu bisa maju, dan perkembangan inovasinya itu berkembang sangat pesat,” jelas Erzi.
Sementara itu, untuk pembuatan pesawat, Indonesia sudah bisa mandiri. Namun, secara teknologi simulasi dan geodata handling, Indonesia belum bisa. Sebab, yang jadi masalah, alutsista untuk pertempuran tidak bisa hanya membuat dan menguasai platformnya, harus ada simulasi tempur yang bisa combat management system, butuh simulasi dan geodata handling. Maka, dengan kekosongan itu, disebutnya Indonesia harus mengisi agar bisa mandiri dan perlahan belajar dari Swedia.
Selain itu, Erzi menambahkan, sebagai tindak lanjut kerja sama, BPPT sebagai badan pengkajian, maka pada waktu mendatang para peneliti pun akan difasilitasi untuk mempelajari kecanggihan teknologi Swedia langsung di Eropa. “Ada tukar pengetahuan, peneliti ke sana, ini kami bicarakan lebih lanjut,” kata Erzi seraya menambahkan target untuk menguasai ilmu tersebut dan Indonesia bisa secara mandiri nanti pada 2029.
Mengenai rencana lanjut jika Indonesia membeli pesawat tempur Gripen milik Swedia, Erzi mengatakan, itu kembali lagi kepada pemerintah Indonesia. Dia mengakui, untuk secara mandiri, prosesnya memang Indonesia mencoba dan kemudian lambat laun, mencoba untuk membuatnya. (art)
Listrik, Kunci Indonesia Jadi Negara Industri
Pimpinan DPR Tak Perlu Ikut Campur Pembelian Alutsista TNI
BPPT: Ini Syarat Balon Internet Google untuk RI
Kepala BPPT: Tenaga Nuklir Efektif Jadi Pembangkit Listrik
Demi Info Bencana, BPPT Siap Interupsi Siaran TV
Canggihnya INA-Donet, Bisa Deteksi Gempa dalam Dua Menit
![]()
Sindikat Pembuat Uang Palsu
![]()
Metromini Terobos Pintu Rel, Belasan Nyawa Penumpang Melayang
![]()
Margarito Kamis Bicara Kisruh Freeport
![]()
Aksi Unjuk Rasa Usir Freeport dari Indonesia
![]()
Masih Bugar, JK Tuntaskan Jalan Sehat Sejauh 2 Kilometer
![]()
Jelang Pilkada Serentak, KPU Kumpulkan Parpol dan Pemerintah
VLOGSelasa, 8 Desember 2015 | 09:39 WIB
Terbang bak Burung di Atas Kebun Teh Kemuning Karanganyar
VIVALIFESelasa, 8 Desember 2015 | 09:35 WIB
Promosi Keindahan Indonesia Lewat Blogger Asing
VLOGSelasa, 8 Desember 2015 | 09:31 WIB
Enam Jenis Minyak untuk Penderita Diabetes
VIVALIFESelasa, 8 Desember 2015 | 09:30 WIB
Enam Cara Tingkatkan Rasa Percaya Diri
BISNISSelasa, 8 Desember 2015 | 09:27 WIB
Bidik Santri, BSM Gelar Santripreneur Award 2015
VLOGSelasa, 8 Desember 2015 | 09:23 WIB
Lima Penyakit Ini Terjadi akibat Kipas Angin dan AC
BISNISSelasa, 8 Desember 2015 | 09:22 WIB
Pergerakan Rupiah Jelang Pilkada Serentak
BOLASelasa, 8 Desember 2015 | 09:19 WIB
Juventus Ingin Tetap Tak Terkalahkan di Liga Champions
OTOMOTIFSelasa, 8 Desember 2015 | 09:17 WIB
Intip Kelebihan dan Kekurangan Chevrolet Trax
VIVALIFESelasa, 8 Desember 2015 | 09:14 WIB
Selena Gomez Takut Kembali ke Pelukan Justin Bieber
VLOGSelasa, 8 Desember 2015 | 09:11 WIB
Lima Ciri Positif Hamil Secara Umum
BOLASelasa, 8 Desember 2015 | 08:59 WIB
Louis Van Gaal Sudah Menyerah di Liga Champions
BISNISSelasa, 8 Desember 2015 | 08:56 WIB
Harga Minyak Anjlok, Investor Asia Hati-hati
BOLASelasa, 8 Desember 2015 | 08:53 WIB
Hasil Lengkap Undian Babak Tiga Piala FA
VLOGSelasa, 8 Desember 2015 | 08:50 WIB
Sembilan Kebiasaan Ini Rusak Hubungan Anda dan Dia
-

Belajar Bikin Pesawat Tempur, Kenapa RI Pilih Swedia
-

Terapi Kanker ala Warsito Curi Perhatian Peneliti Jepang
-

Ini Negara Didikan Swedia yang Sudah Bikin Pesawat Tempur
-

Menkominfo: Ketahuan Perang Tarif, Saya Ganti Direksinya
-

Amankan Pusat Data, Kemenhan Pakai Teknologi Anak Bangsa
-

Misteri Istana Dajjal di Atas ‘Bukit Bergaram’ Sudah Diprediksi Nabi M
-

Menguak Misteri Usia Penduduk Surga
-

Menguak Rencana Meledakkan Bulan
-

Kisah Mumi Mengerikan di Papua Nugini
-

Misteri Sungai dan Telaga Al Kautsar di Surga
-

Enam Jenis Minyak untuk Penderita Diabetes
-

Lima Penyakit Ini Terjadi akibat Kipas Angin dan AC
-

Lima Ciri Positif Hamil Secara Umum
-

Sembilan Kebiasaan Ini Rusak Hubungan Anda dan Dia
-

Tips Mudah Memilih Jasa ‘Photo Booth’
-

10 Pesepakbola yang Namanya Sulit Diucapkan
-

Suporter Rusuh, Kiper Barcelona Kesal Bukan Main
-
David Beckham Merasa Hancur Putranya Tinggalkan Sepakbola
-
‘Koalisi’ Dadakan Kontestan Grup D Liga Champions
-

Ditanya Foto Ciuman dengan Angel Karamoy, Ini Reaksi Pasha
-

Kue Ini Populer di FB, Di-share Hingga Ratusan Ribu Kali
-

Tujuh Makanan Lezat yang Bisa Dimasak dengan Penanak Nasi
-

Eksploitasi Tubuh, Iklan Ini Dikecam Banyak Wanita
-

Menguak Penyamaran Polisi di Pembunuhan Engeline
-

“Pledoi” Setya Novanto dan Kemarahan Jokowi
-

‘Freeport Gunakan Cara Kolonial, Provokasi dan Adu Domba’
-

MKD Bingung Maroef dan Sudirman Tak Serahkan Bukti Autentik
Terkait kesiapan untuk menerima berbagai macam teknologi pesawat tempur dari Swedia, Deputy of Head Saab Indonesia, Lars Nielsen hanya berharap Indonesia dapat mendapatkan masa depan yang lebih baik. “Mudah-mudahan ada masa depan, sampai berapa lama Swedia bisa memberikannya,” ujarnya. (red/ju)
















Boleh minta penjelesan lebih detail gak? saya masih belum paham