ItWorks.id- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda dan mahasiswa melalui kuliah umum. Kali ini ini dilakukan di Universitas Riau (UNRI) yang diikuti lebih dari 350 mahasiswa.
OJK terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda guna membekali mereka dengan pemahaman yang memadai, di antaranya terhadap peluang dan risiko pembiayaan digital yang berkembang pesat. Termasuk risiko penyalahgunaan data pribadi serta potensi terjebak pembiayaan ilegal.
Hal ini disampaikan Kepala Eksekutif Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman dalam kuliah umum bertema “Pembiayaan Digital: Peluang, Tantangan, dan Prospek Masa Depan” di Universitas Riau, (21/04/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara OJK dan Universitas Riau periode 2023–2028.
“Pembiayaan digital atau penyediaan dana berbasiskan teknologi mulai dari pengajuan aplikasi sampai nanti penyelesaian pembayarannya cepat sekali dan lintas wilayah. Kalau sekarang digital, datanya di HP. Tapi itulah, gara-gara sangat mudah itu, tentu ada konsekuensi. Risiko-risiko yang perlu kita sama-sama pelajari dan kita pahami,” ujar Agusman dilansir dalam rilis pers , baru-baru ini
Lebih lanjut, Agusman menambahkan bahwa pembiayaan digital memiliki prospek yang sangat besar ke depan, apabila dapat dimanfaatkan secara optimal. Namun demikian, ia menekankan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian (prudensial) dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Menurutnya, OJK terus memperkuat regulasi dan pengawasan agar industri pembiayaan digital tumbuh sehat, stabil, dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.
Sementara itu, Rektor Universitas Riau Sri Indarti menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi dengan OJK. Ia menilai sinergi antara kampus dan regulator penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dalam kesempatan itu, Kepala OJK Provinsi Riau Triyoga Laksito berharap kerja sama tersebut dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap sektor jasa keuangan digital sekaligus mendongkrak indeks literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Riau. Ke depan, OJK akan terus memperluas sinergi dengan dunia akademik dan pemangku kepentingan guna mencetak generasi muda yang melek keuangan dan siap menghadapi transformasi digital.














