Jakarta, Itech- Dalam rangkaian peringatan HUT ke-49 Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memperkenalkan Science Techno Park (STP). Tujuan STP guna menyebarluaskan informasi tentang keberadaan STP, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat, terutama kemandirian pangan
Menurut Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, STP ini sendiri amanat Presiden Joko Widodo sebagai upaya percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Dari 100 STP yang dicanangkan Pemerintah, BATAN diberi amanah untuk mengelola tiga Agro Techno Park (ATP) dan satu STP,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (18/12)
Tiga ATP tersebut berlokasi di Kabupaten Klaten (Jawa Tengah), Kabupaten Musi Rawas (Sumatera Selatan), dan Kabupaten Polewali Mandar (Sulawesi Barat). Sedangkan STP berlokasi di Kawasan Nuklir BATAN – Ps Jumat.“Intinya, STP dan ATP ditekankan pada hilirisasi hasil produk lembaga penelitian dan pengembangan kepada masyarakat, sehingga kelak masyarakat lokal bisa mengelola hasil litbang tersebut secara mandiri dan keberlanjutan,” katanya.
Menurutnya, salah satu sisi penting dari keberhasilan program ini adalah antusiasme dari Pemerintah Daerah setempat, petani, UKM, dan universitas, di samping ketersediaan lahan dan infrastruktur dasar. “Karena kelak mereka akan kita lepaskan agar dapat mandiri. Dan butuh komitmen dari Pemda setempat utk menyediakan biaya operasional secara berkelanjutan, dan ini harus berhasil,” ujarnya.
Dipilihnya 3 lokasi ATP tersebut, karena disesuaikan dengan kesiapan dan antusiasme Pemda setempat dalam menyambut program ini, sekaligus 3 kawasan tersebut merupakan lumbung padi di daerahnya.
Kepala PAIR BATAN, Hendig Winarno, menambahkan, STP yang dikelola PAIR BATAN, merupakan pusat kolaborasi aplikasi iptek nuklir di bidang pangan. Bisa juga disebut sebagai Pusat Kepakaran Iptek Nuklir di Bidang Pangan. “Di sini menjadi center of excelent. Kami memperluas produk unggul, membangun fasilitas, dan dan meningkatkan kemampuan SDM,” katanya.
Dengan luas lahan 15 ha, STP PAIR BATAN terdiri dari berbagai fasilitas. Di antaranya, kebun percobaan dan green house, laboratorium dan kandang ternak. Selain itu, irradiator gamma untuk pemuliaan mutasi tanaman, dan fasilitas penyimpanan sementara limbah radioaktif dan B3. Keberadaan STP diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan level swasembada beras, kedelai, daging nasional dan kesejahteraan masyarakat tani di lokasi kegiatan. (red/ju)














