Jakarta, Itech- Sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand, Vietnam dan Tiongkok kini sudah memiliki banyak irradiator gamma untuk meningkatkan komoditas domestik maupun ekspor. Indonesia cq Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) melirik pembangunan iradiator gamma multiguna (merah putih). Iradiator gamma adalah alat yang bisa digunakan untuk sterilisasi dan pengawetan bahan pangan, alat kesehatan, sampai hasil perikanan.
Menurut Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto, , iradiator gamma multiguna bisa memberikan manfaat yang sangat baik bagi para nelayan. Pasalnya, kata dia, hasil tangkapan mereka bisa diawetkan lebih lama tanpa bahan kimia.Selain itu, tidak ada efek samping yang akan terkandung pada hasil tangkapan mereka.
“Iradiator gamma adalah fasilitas nuklir dengan sumber radiasi sinar gamma terkendali. Sinar gamma terkendali ini dapat digunakan untuk proses sterilisasi dekontaminasi bahan dari bakteri jamur kuman dan serangga (pengawetan). Iraditor gamma adalah satu proses radiasi dalam satu fasilitas tetapi multiguna,” katanya dalam launching Iradiator Gamma Merah Putih, di Ruang Madya, Pusat Aplikasi lsotop dan Radiasi (PAIR) – BATAN Jakarta, Kamis (9/7).
Dikatakan, Tiongkok memiliki 27 iradiator gamma, India 17, Indonesia idealnya punya minimal 5 iradiator gamma. Iradiator yang akan dibangun di Puspitek Serpong ini. Pada akhir 2019 Irradiator tersebut sudah dapat dioperasikan, nantinya menjadi jalan keluar Indonesia dengan memanfaatkan teknologi anak bangsa.
Selain itu, teknologi ini dapat meningkatkan kualitas pangan, ekspor dan sterilisasi alat-alat kesehatan.Iradiator Merah Putih menunjukkan bahwa Indonesia bisa dan dalam proses pembuatan nanti tingkat kandungan dalam negerinya mencapai 80%. Iradiator Gamma Merah Putih berskala industri ini memiliki kapasitas sekitar 300 kilocurrie. Dengan kapasitas tersebut, Irradiator Gamma Merah Putih dapat mengawetkan produk pangan ( buah-buahan dan sayuran) sebanyak 15.000 ton, rempah-rempah sebanyak 2000 ton, dan alat/bahan kesehatan sebanyak 3000 m3 per tahun.
Belum lagi, teknologi Irradiator Gamma, memiliki keunggulan dibandingkan teknologi konvensional, diantaranya produk dapat diproses dalam keadaan terkemas dan siap dipasarkan. Selain itu juga dapat digunakan untuk produk dalam jumlah besar, dan targetpemusnahan mikroba pada tingkat tertentu dapat dilakukan pada seluruh bagian produk. Serta tidak menimbulkan kerusakan pada produk, karena teknologi iradiasi menggunakan sumber radiasi gamma untuk tujuan sterilisasi danpengawetan diberi nama Irradiator. (red.ju)














