Platform ritel eyos akan memperluas bisnisnya di pasar Indonesia dengan komitmen investasi lebih besar, inovasi fitur produk, merekrut tenaga kerja, dan menjalin kemitraan strategis dengan merek nasional dan peritel lokal. Eyos berambisi untuk mengembangkan bisnisnya dua kali lipat pada tahun 2022.
Eyos adalah platform berbasis big data pertama di dunia yang dirancang bagi peritel lokal, merek nasional, dan merek global untuk mendigitalisasi operasional mereka.
Di pasar Indonesia, perusahaan akan fokus untuk membangun kesadaran merek dan mengembangkan bisnis dengan dua lini bisnis solusi yakni eyos connect dan eyos syntify. Eyos juga bersiap untuk meluncurkan eyos retail pada tahun 2022.
Sebagai negara kepulauan, sebagian besar industri ritel Indonesia terfragmentasi dan fragmentasi. Ini diprediksi meningkat selama beberapa tahun ke depan, sehingga menyulitkan peritel/toko untuk tumbuh.
Selain itu, pandemi telah menekan bisnis peritel yang berakibat pada penurunan jumlah pengunjung dan volume transaksi yang signifikan.
Hal ini mendorong banyak peritel, terutama pedagang kecil di daerah pedesaan untuk beralih ke platform digital yang bisa membantu mereka memperluas jaringan pelanggan dan mengelola stok mereka secara efisien selama pandemi.
Dengan pertumbuhan penetrasi internet dan pesatnya digitalisasi UMKM, termasuk warung, maka pemerintah memperkirakan potensi ekonomi digital Indonesia mencapai US$ 124 miliar pada tahun 2025 dengan 30 juta UMKM memasuki ekosistem digital pada tahun 2024.
Baca: Kolaborasi BNI dan BukuWarung Dorong Transaksi via QRIS
“Eyos percaya bahwa ini adalah waktu yang tepat bagi peritel lokal untuk mengembangkan bisnis mereka dan mendapatkan lebih banyak peluang dari ledakan ekonomi digital Indonesia. Transformasi digitalisasi UMKM dan warung ini menjadi potensi pertumbuhan tinggi bagi bisnis eyos masa depan,” ujar Soon Lee Lim, Country Manager eyos Indonesia, dalam keterangannya, 06/10/2021.
Berbekal pengalaman panjang, eyos telah membantu merek barang kemasan atau consumer packaged goods (CPG) dan peritel lokal dengan cara menyajikan solusi dan insights berbasis data transaksi pembelian. Dengan menganalisis data konsumen, eyos memungkinkan merek untuk memahami tren permintaan produk dan pola perilaku konsumen, sehingga merek bisa melakukan promosi sesuai di toko atau ritel dan mengukur akurat return on investment (ROI).
Saat ini, eyos Indonesia telah bekerja sama dengan produsen merek seperti Unilever, Danone, Godrej, PZ Cussons, dan J&J. Eyos membantu merek mengolah data transaksi ritel dan menghubungkan langsung ke peritel independen, seperti Pamelia Supermarket, Swalayan Aneka Jaya, Grand Hero, Jumbo Mart Group, Super TOP, KitaMart dan ribuan warung yang dimiliki secara independen.
Dengan demikian, pengecer lokal ini dapat menawarkan promosi real-time langsung dari produsen di kasir mereka tanpa biaya. Bagi peritel dan warung, keberadaan eyos juga memberikan pemahaman transaksi untuk meningkatkan bisnis mereka.














