Pemerintah menargetkan sebanyak 13 juta merchant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 2021.
Untuk itu, pemerintah berupaya memperkuat logistik UMKM dengan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS.
Target tersebut sejalan dengan misi pemerintah memperluas akses pasar UMKM dengan mendorong UMKM untuk go digital.
Selain mendorong UMKM menggunakan QRIS, pemerintah juga bekerja sama dengan e-commerce untuk menjadi penghubung antara pemerintah dengan UMKM yang menyediakan kebutuhan pemerintah pusat dan daerah.
Demikian disampaikan Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) Hanung Harimba dalam peluncuran virtual workshop “Transformasi Digital UMKM Merah Putih” di Jakarta, Rabu, 13/10/2021.
Baca: BI Bersama Industri Targetkan Perluasan QRIS Hingga 12 Juta Merchant di 2021
“Transformasi wirausaha produktif berbasis teknologi merupakan suatu agenda transformasi utama dalam mengembangkan koperasi dan UMKM masa depan. Dalam meningkatkan kapasitas usaha, program inkubasi dilakukan, berupa pelatihan dan pendampingan usaha bekerja sama dengan mitra perguruan tinggi,” jelasnya.
Program inkubasi UMKM juga dilakukan dengan menggandeng perusahaan-perusahaan rintisan berbasis teknologi, agregator, dan organisasi inkubator lain.
Saat ini, pemerintah juga sedang menyusun Peraturan Presiden mengenai kewirausahaan yang diharapkan dapat menjadi pedoman pembinaan UMKM.
“UMKM yang telah melakukan digitalisasi tercatat mampu meningkatkan penjualan di tengah COVID-19. Belajar dari pengalaman selama pandemi, pemerintah akan menggunakan strategi berbeda bagi UMKM untuk melakukan digitalisasi,” ungkap Hanung
“Mereka harus punya strategi berbeda, misalnya untuk mikro lebih baik didorong melakukan pemasaran di sosial media dulu, untuk kecil baru ke e-commerce lokal, dan untuk usaha menengah kita dorong ke pasar yang lebih besar,” terangnya.














