Jakarta, ItWorks- Huawei Indonesia menyatakan komitmennya untuk siap bekerja sama dengan pemerintah dalam mewujudkan Net Zero Emission di Indonesia. Komitmen tersebut sebagai respons atas seruan pemerintah kepada sektor swasta untuk berkolaborasi dalam mengakselerasi transisi energi guna mencapai target netral karbon di sektor energi pada tahun 2060.
Huawei, penyedia solusi Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) global, bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menggelar Road to COP 26, Indonesia Pathway to Net Zero Emission – Energy Transition. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, selaku pemerintah menyerukan kepada sektor swasta untuk berkolaborasi dalam mengakselerasi transisi energi guna mencapai target netral karbon di sektor energi pada tahun 2060.
Menyikapi seruan pemerintah tersebut, Huawei sebagai penyedia solusi TIK, menyatakan komitmennya dan akan membawa pengetahuan dan keterampilan digital untuk menjawab tantangan terkait emisi karbon dan perubahan iklim. Keseriusan Huawei ditunjukkan dengan mengembangkan divisi khusus yaitu Huawei Digital Power yang mengintegrasikan teknologi digital dan energi terbarukan, serta menyediakan produk dan solusi yang ramah energi listrik terbarukan. Seperti transportasi listrik, infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang hijau, dan energi berbasis teknologi secara terintegrasi.
“Kami sangat serius dalam mengembangkan solusi TIK yang mampu menjawab tantangan terkait emisi karbon dan perubahan iklim. Sebagai bentuk keseriusan, kami mengembangkan divisi khusus yaitu Huawei Digital Power yang mengintegrasikan teknologi digital dan energi terbarukan, serta menyediakan produk dan solusi yang ramah energi listrik terbarukan seperti transportasi listrik, infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang hijau, dan energi berbasis teknologi secara terintegrasi,” ujar CEO Huawei Indonesia Jacky Chen, dalam sambutannya pada pembukaan gelaran Road to COP 26, dilasnir dalam, rilis pers (22/10/2021), di Jakarta.
Menurut Jacky, hal unik yang membuat Huawei Digital Power berbeda dibanding para penyedia solusi sejenis adalah filosofi ‘menggunakan bits untuk mengelola watts’, merujuk pada cara korporasi menggunakan teknologi digital untuk mengelola perangkat daya elektronik dan dengan demikian menyediakan solusi yang sederhana, ramah lingkungan, cerdas sekaligus aman.
Melalui Huawei Digital Power, Huawei menghadirkan inovasi dan produk berteknologi canggih dalam pengembangan energi terbarukan, terutama solar PV sebagai bentuk kontribusi Huawei atas inisiatif global menuju energi ramah lingkungan untuk mewujudkan bebas emisi karbon. Digital Power juga akan meningkatkan investasi untuk riset dan pengembangan (R&D) serta operasi pasar berdasarkan kebutuhan pelanggan, mengembangkan model operasi yang sesuai dengan karakteristik industri di sektor energi dan memperluas bisnis energi dengan cepat.
Huawei Digital Power memiliki sekitar 6.000 karyawan dan sekitar 60% diantaranya fokus terhadap R&D untuk melayani sepertiga populasi dunia di lebih dari 170 negara di dunia. Di sektor ketenagalistrikan dan energi terbarukan, Huawei terus sukses mempertahankan pangsa pasar global nomor satu untuk inverter dan solusi Solar PV.
Sementara itu, CEO Huawei Indonesia Digital Power Andy Liu mengungkapkan Huawei percaya pengurangan emisi karbon harus dilakukan mulai dari pembangkitan, transmisi, dan konsumsi energi. “Huawei menawarkan berbagai jenis solusi untuk ketiga area tersebut. Di area pembangkitan, Huawei menyediakan solusi surya dan teknologi penyimpanan listrik. Di area transmisi, Huawei memanfaatkan teknologi ICT untuk meningkatkan kemampuan grid menjadi smart grid. Sedangkan di area konsumsi, Huawei menyediakan komponen utama dalam kendaraan listrik dan untuk stasiun pengisian,” ujarnya. (














