Reporter: Abdullah Suntani
Editor: Teguh IS.
Perkembangan teknologi digital menjadi hal yang tak bisa dielakan dalam kehidupan sehari-hari, tak terkecuali dalam sektor bisnis yang dituntut untuk selalu mengimbangi gerak zaman, melakukan perubahan dan inovasi layanan. Hal ini pun disadari oleh PT. Mustika Ratu Tbk. sebagai perusahaan yang sudah melekat di hati masyarakat.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, perdagangan dan distribusi kosmetik herbal dan tradisional, minuman kesehatan dan kegiatan terkait lainnya, dalam beberapa tahun terakhir, Mustika Ratu telah mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kinerjanya.
“Kami berdiri sejak 1975. Sampai sekarang kita banyak produk. Kita punya cabang di 6 kota, juga punya partner-partner untuk mendukung dalam meng-cover daerah di seluruh Indonesia. Produk kami sudah dikenal,” kata Imanuel Hendarto selaku Head of IT Mustika Ratu saat Penjurian TOP Digital Awards 2021, secara daring, Kamis (28/10/2021).
Menyampaikan presentasi bertajuk “Mustika Ratu Digital Transformation”, kepada dewan juri Imanuel menjelaskan Mustika Ratu telah melakukan transformasi digital sebagai langkah untuk menyesuaikan perkembangan zaman, terutama di bidang infrastruktur IT, seperti salah satunya peningkatan server.
Baca: Cloudera Umumkan Solusi Baru untuk Kedaulatan Data di Cloudera Sessions 2021 APAC
“Salah satu hal yang terbesar yang kita lakukan saat melakukan transformasi digital adalah men-deploy cloud server. Sebelumnya, sejak 2007 kita sudah punya ruang server dan lain-lain untuk handle ERP yang kita miliki dan supporting transaction di Mustika Ratu. Dulu cloud juga belum terkenal. Kemudian, tahun 2019, kami take down semua server-nya, dan pindah ke cloud. Kami pindahkan semua ERP dan semua server-server supporting-nya juga,” terang Imanuel.
Migrasi server ke cloud itu, ia melanjutkan, merupakan bagian dari langkah perusahaan untuk meningkatkan kinerja bisnis terutama untuk meningkatan layanan yang tepat dan cepat. Selain itu, juga untuk mengurangi biaya perawatan (maintenance) yang tergolong cukup tinggi.
“Migrasi cloud server ada sejumlah benefitnya bagi perusahaan antara lain fleksibel dan mudah di-manage. Berbeda dengan server fisik yang sebelumnya yang kami miliki, cost-nya sangat mahal, belum lagi maintenance-nya, juga butuh resource yang cukup besar,” terang Imanuel kepada dewan juri.
“Jadi bagi kami, berpindah ke cloud server itu adalah keharusan, terlepas dari beberapa kekhawatiran seperti soal security (keamanan). Kami pindah ke cloud server mulai 2019, dilakukan cukup singkat sebetulnya. Size server yang kita pindahkan lumayan besar, salah satu challenge-nya yakni server itu tidak boleh mati. Aplikasi tidak boleh mati, dan transaksi bisa dilakukan 24 jam,” imbuhnya.
Tidak berhenti sampai disitu transformasi digital di Mustika Ratu. Banyak lagi inisiatif terkait pemanfaatan TI yang tengah dijalankannya. Salah satunya, sejak 2020 lalu perusahaan ini pun berkomitmen meningkatkan performa kinerja penjualan melalui transformasi dengan memanfaatkan teknologi digital berbasis android.
“Di 2020 kita pakai vendor yang sudah lumayan besar, kita pakai aplikasi mereka, tidak hanya untuk sales saja, ada collaboration tools, ini juga merubah cara kerja di Mustika Ratu yang kini banyak memanfaatkan aplikasi yang bisa mempercepat penyelesaian pekerjaan kami,” tutup Imanuel.
Baca: Telah Hadir Platform Kolaborasi Komunikasi Berbasis Cloud, Briefer














