Penulis: Nurdian Akhmad
Pengembangan sistem teknologi informasi (TI) di PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) berjalan seiring pergerakan ekonomi dan aktivitas masyarakat yang saat ini semakin terdigitalisasi.
Sejak 2018, perusahaan multifinance ini sebenarnya sudah memilik IT roadmap. Namun pandemi covid-19 yang terjadi sejak 2020 mempercepat proses digitalisasi di WOM FInance.
Hal itu disampaikan Anthony Y Panggabean, direktur operasional WOM Finance dalam penjurian TOP Digital Awards 2021 yang dilakukan secara virtual, akhir pekan lalu. Turut hadir dalam penjurian ini IT Division Head WOM Finance Felix Priscellies dan IT Security & Compliance Sub Division Head Ardhi Nugroho.
Berdasarkan IT roadmap WOM Finance, ada tiga fokus utama yang dilakukan perusahaan dalam pengembangan IT ke depan, yakni aplikasi, infrastruktur IT, dan security.
Selain membangun perangkat teknologi, WOM Finance tetap memperhatikan security terhadap platform-platform yang dibangun perusahaan, termasuk juga memperhatikan dari sisi proper, efisien, dan efektivitas sistemnya.
“Saat ini kita fokus membangun proses bisnis dan customer experience. Karena kalau customer tidak merasakan dampak dari IT kami maka itu jadi tidak optimal. Kami membangun aplikasi yang dapat diakses konsumen kami, dalam hal kredit, layanan-layanan maupun point reward yang bermanfaat bagi konsumen,” ujar Anthony.
Dalam pengembangan IT tersebut, WOM Finance juga melibatkan beberapa universitas terkemuka seperti Universitas Indonesia (UI), IPB, Universitas Binus, UGM, Universitas Bunda Mulia, Universitas Kalbis, Universitas Atmajaya, dan lainnya.
Felix Priscellies menambahkan, WOM Finance sudah membangun core system IT baru yang dimulai tahun 2018. Dalam sistem tersebut ada perubahan, dari sebelumnya sistem IT dikembangkan tim internal WOM Finance, sekarang kerja sama dengan pihak ketiga. “Ekosistem itu bisa support untuk mobile system dan document management,” tutur dia.
Selanjutnya pada 2019, manajemen WOM Finance melakukan penyempurnaan terkait regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 35 mengenai dokumentasi kredit. Itu dilakukan agar kredit bisa tersenralisasi. “Jadi untuk approval itu dalam satu cabang tidak perlu ada credit analyze maupun credit head, tapi dengan adanya credit sentralize kita bisa meminimalisas dan meningkatkan efektivitas kredit analis kita. Kita buat aplikasi untuk bisa approve untukd aerah-daerah tertentu, regional atau provinsi tertentu,” kata Felix.
Kemudian pada 2020 seiring datangnya pandemi covid-19 ini, WOM Finance mulai melakukan beberapa inovasi terkait digitalisasi. Untuk infrastruktur IT ada penambahan DRC on Cloud dan melakukan Server Management sehingga tim IT internal bisa mengontrol server tanpa perlu datang ke data center.
“Kami juga mengembangkan Digital Workspace bekerja sama dengan Google, jadi semua terkait dokumentasi sudah tidak dengan hardcopy tapi cukup softcopy termasuk untuk approval-nya cukup melalui Google Workspace,” kata Felix.
Inovasi lainnya adalah marketplace payment untuk mempermudah konsumen dalam melakukan pembayaran tagihan kredit. WOM Finance sudah bekerja sama dengan cukup banyak perusahaan antara lain Tokopedia, Gojek, Buakalapak, Shoppe, dan Dana. “Ada pula privilege acces management. Kami bekerja sama dengan Dukcapil untuk verifikasi data NIK konsumen. Kita sudah menerapkan fungsi biometrik,” ucap Felix.
Sistem IT yang dikembangkan WOM Finance memiliki Fraud Detection System. Ini sebuah sistem untuk melakukan deteksi dini terhadap tindakan fraud atau penggelapan dana. Sebelumnya perusahaan harus menurunkan tim ke cabang-cabang untuk mendeteksi fraud.
“Sekarang kita sudah bisa membuat sistem yang bisa digunakan untuk melihat anomali-anomali dari data yang terkumpul. Data itu diolah kemudian dia akan mengeluarkan data-data anomali, yang kemudian diperiksa oleh tim,” tutur dia.
Tahun 2020, WOM Finance melakukan IT Operational Enhancement, E-KYC, Operation Centralized, Credit Approval Automation, Strengthen Security, dan Network Optimizer.
Selanjutnya pada tahun 2021 ini, WOM Finance membangun pooling order yang bisa menerima aplikasi baik dari dealer, market place, dan juga dapat menerima aplikasi digital yang akan diluncurkan perusahaan.
“KIta juga membuat credit approval engine. Ini bisa melakukan scoring calculation untuk konsumen ini skornya seperti apa. Ini berdasarkan parameter yang sudah kita tetapkan,” jelas Felix.
Tak hanya itu, kata dia, WOM Finance tahun ini membuat CRM System untuk lebih memaksimalkan lagi proses layanan ke konsumen, mengingatkan konsumen misalnya terkait tagihan jatuh tempo dan menawarkan promosi-promosi kepada konsumen.
“Untuk men-support kegiatan work from home (WFH) di tahun 2021, WOM Finance sudah mengembangkan mobile internet, jad hp karyawan bisa connect ke server kita, terntunya dengan penambahan security di server kita,” kata dia.
Lima Aplikasi Unggulan
Mengenai aplikasi yang sudah dikembangkan WOM Finance saat ini ada lima, yakni KAWAN Mobile Apps, Credit Engine, Digital Sign, Mobile AMU, E-Receipt and E-Services, serta Marketplace Lending.
KAWAN Mobile Apps merupakan aplikasi yang digunakan oleh dealer maupun konsumen agar mereka bisa berinteraksi langsung dengan perusahaan lebih mudah. Dengan aplikasi tersebut, konsumen bisa langsung request kredit, melihat angsuran, dan bisa berinteraksi dengan customer care WOM Finance.
“Sedangkan dealer bisa melihat status aplikasi yang sedang diproses, juga bisa melihat pembayaran dan insentifnya,” ucap dia.
Untuk Credit Engine, sudah terkoneksi dengan core system dan terintegrasi dengan digital sign.
WOM Finance juga mengaplikasikan E-Receipt and E-Services untuk mempermudah konsumen dan mengurangi hard copy. Semua receipt dan permintaan konsumen bisa dilakukan secara digital melalui aplikasi ini.
“Konsumen bisa langsung proses pembayaran, nanti kita bisa mengirimkan receipt melalui email atau WA. Informasi tagihan juga bisa dilihat di aplikasi KAWAN,” tuturnya.
Sedangkan untuk Marketplace Lending, menurut Felix, WOM Finance bekerja sama dengan marketplace menjangkau konsumen.
Terkait peningkatan infrastruktur IT, WOM FInance mulai berpindah ke Data Center on Cloud. Selain itu, perusahaan juga melakukan pembaruan untuk network dengan masuk ke SDWAN.
Di sisi security-nya, WOM Finance melakukan peningkatan melalui penggunaan privilege acces management, sehingga akses ke server bisa dimonitor. “Kami punya CCTV khusus server dan ada perangkat network di mana setiap ada perubahan bisa tercatat dan terdata. Kami juga melakukan audit terkait akses ke server maupun network,” tutur Felix.
Security yang digunakan WOM Finance mengacu pada System Information & Event Management (SIEM). Sejak Agustus 2021, sistem security tersebut sudah didaftarkan untuk memperoleh sertifikat ISO 270001. “Sistem security IT kami beroperasi nonstop, 24 jam dalam 7 hari,” kata Felix.














