Jakarta, Itech- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggandeng Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan kegiatan pengamatan atmosfer secara Intensive Observation Period (IOP). . Kegiatan IOP selama periode puncak musim hujan untuk mengetahui cuaca ekstrem penyebab banjir di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Menurut Jon Arifian, Plt Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT, kegiatan IOP juga bertujuan untuk mekakukan ujicoba Jakarta Flood Early Warning System (JFEWS), sebuah sistem deteksi dini banjir Jakarta yang sudah didesain oleh BPPT, dari hasil kerjasama antara Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana dan BBTMC pada kegiatan riset tahun 2015 lalu.
“Tujuan dari kegiatan IOP tersebut adalah memahami kondisi atmosfer secara detail pada rentang waktu terjadinya curah hujan tinggi penyebab banjir di Jakarta; melakukan ujicoba sistem deteksi dini banjir Jakarta; melakukan ujicoba monitoring banjir Jakarta, dan melakukan ujicoba pengurangan curah hujan menggunakan alat Ground Particle Generator,” paparnya pada acara launching kegiatan IOP di Puspiptek Serpong, kemarin. Kegiatan ini akan berlangsung selama 30 hari, mulai 18 Januari hingga 16 Februari 2016 mendatang.
Sementara itu, Kepala BPPT Unggul Priyanto memberikan apresiasi atas inisiatif untuk membuat kegiatan pengamatan amosfer secara IOP. Kegiatan IOP sangat bermanfaat untuk memberikan peringatan dini terhadap daerah-daerah yang berpotensi banjir, diantaranya sebagian wilayah DKI Jakarta, baik itu awan berpotensi hujan maupun aliran sungai-sungai yang mana bisa memberikan peringatan dini. “Kami berharap selain bdengan BMKG, kegiatan IOP tersebut bisa dikerjasamakan dengan institusi terkait lain yang berminat seperti dari kalangan akademik seperti ITB dan lain sebagainya,” tuturnya.
Seperti diketahui, dalam kegiatan IOP ini nantinya juga akan dilakukan ujicoba pengurangan curah hujan menggunakan alat Ground Particle Generator (GPG) . Selama 10 hari pertama akan dilakukan semua kegiatan pengukuran dan pengamatan tanpa ujicoba pengurangan curah hujan. Selanjutnya dalam 20 hari berikutnya akan dilakukan ujicoba pengurangan curah hujan menggunakan alat GPG dengan sistem random. Kegiatan IOP ini merupakan salah satu sasaran kegiatan Program Inovasi dan Layanan Teknologi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Bertaraf Internasional yang merupakan salah satu kegiatan dari RENSTRA BBTMC-BPPT untuk melaksanakan kegiatan riset tahun 2016.
Disebutkan, selama 30 hari periode kegiatan IOP, setiap harinya selama 24 jam nonstop akan dilakukan pengamatan dan pengukuran parameter atmosfer di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menggunakan mobile radar, radiosonde, radiometer, microrain radar dan AWS. Mobil radar akan dioperasikan dari kawasan Geostech untuk mengamati pergerakan dan pertumbuhan awan hujan yang melintas di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Sementara pengoperasian peralatan lainnya seperti radiosonde, radiometer, microrain radar, dan AWS akan ditempatkan di Stasiun Klimatologi BMKG Dermaga, Bogor. Balon radiosonde akan diluncurkan sebanyak empat kali dalam sehari, yaitu pada jam 00,06, 12 dan 18 UTC atau jam 07, 13, 19 dan 01 WIB. Selain dengan radiosonde, pengukuran parameter atmosfer seperti suhu, tekanan dan kelembaban udara juga dilakukan dengan menggunakan radiometer. Sementara pengamatan presipitasi dilakukan menggunakan microrain radar. (red/ju)














