Jakarta, ItWoprks- Strategi digital marketing, termasuk melalui pameran properti secara virtual (virtual expo) yang dilakukan PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) dalam menyiasai situasi Pandemi Covid-19, berdampak signifikan terhadap kinerja penjualan . Hingga kuartal III tahun 2021, Metland mencatatkan pendapatan marketing sales sebesar Rp1,3 triliun.
Menurut Presiden Direktur Metropolitan Land (Metland), Anhar Sudradjat, pendapatan sebesar Rp 1,3 triliun yang diraih hingga September 2021 tersebut, disumbang dari penjualan properti (presales) sebesar Rp1,07 triliun dan pendapatan berulang (recurring revenue) sebesar Rp230 miliar. “Kami optimis dengan pencapaian ini, hingga tutup tahun 2021, akan mencapai target marketing sales yang telah ditetapkan” ungkap Anhar Sudradjat, dalam press conference public exspose kinerja perusahaan hingga kuiartal III yang dilakukan secara virtual, (17/11/ 2021).
Saat ditanya tentang kontribusi dari strategi digital marketing yang digalakkan Metland sejak terjadi pandemi Covid-19, Direktur Metropolitan Land, Wahyu Sulistyo mengatakan, meski secara langsung kontribusinya masih relatif kecil, namun jika dirunut sebenarnya penjualan yang ada tidak lepas dari strategi digital yang dilakukan perusahaan.
”Memang kalau konsumen yanng transaksi langsung di channel digital, nilai kontribusinya masih kecil, di bawah 10 persen. Namun jika runut, sebenarnya konsumen kita sebelum transaksi pembelian, sudah melihat properi atau mencari informasinya melalui channel digital, termasuk dari virtual expo yang kita lakukan. Nah saat transaksi, mereka kebanyakan datang secara langsung. Jadi sebenarnya di sini ada mixs ya antara digital dan konvensional ini. Jadi kalau dilihat secara keseluruhan, kontribusi strategi digital marketing bisa 80%. Karena itu, ke depan strategi digital marketing ini tetap akan kita perkuat,” ujar Wahyu Sulistyo.
Dengan strategi ini, pemasaran dan penjualan, tidak harus mengandalkan pola konvensional, namun juga ditopang dengan strategi baru berbasis teknologi informasi melalui digital marketing. Melalui cara ini pula, aktivitas sales dan marketing di tengah pandemi Covid-19 tetap bisa dilakukan optimal, sehingga kinerja penjualan bisa dipertahankan.
Sebelumnya, PT Metropolitan Land Tbk (Metland) telah menyelenggarakan pameran virtual BlanjaProperti’21 yang berlangsung mulai (15 September – 31 Oktober 2021) melalui situs web www.blanjaproperti.com. Selain menawarkan program harga menarik, juga tersedia sejumlah hadiah langsung. Pameran virtual ini merupakan kali kedua yang dilaksanakan setelah sukses diselenggarakan pada awal tahun.
Direktur Metland Wahyu Sulistyo, menambahkan, untuk mencapai target marketing sales tahun 2021, Metland akan mengandalkan penjualan beberapa proyek residensial. Proyek yang sudah disiapkan, di antaranya dua klaster di Metland Cibitung dan satu klaster di Metland Transyogi. Sementara, proyek komersial akan ditawarkan secara business to business. “Kami harapkan setelah PPKM selesai bisa segera recover (pulih) untuk pendapatan dari mal dan hotel,” ujarnya .
Meraih Laba Rp 202 Miliar
Tercatat hingga kuartal III tahun 2021 MTLA membukukan laba bersih sebesar Rp202 miliar atau naik 5% dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun 2020. Pada kuartal III pendapatan usaha masih sejalan dengan kondisi perekonomian global dan Indonesia yang mengalami perlambatan akibat pandemi covid-19.
“Proyek residensial dan komersial kami juga masih terdampak karena PPKM level 4 yang sempat berlaku penuh selama kurang lebih dua bulan. Dan masih banyak masyarakat yang kebanyakan memilih menyimpan uang tunai untuk melewati masa pandemi, tetapi setelah PPKM menurun levelnya kami melihat pertumbuhan positif sehingga kami optimis dapat mencapai target akhir tahun ” kata Olivia Surodjo, Direktur PT Metropolitan Land Tbk.
Kontributor terbesar pada marketing sales Perseroan, yakni berasal dari Metland Cyber City, Metland Cibitung dan Metland Menteng & Wisteria. “Penjualan Metland Cyber City didukung oleh launching cluster Northbend dengan harga jual kisaran Rp2 miliaran, Metland Menteng ditunjang oleh penjualan cluster Jura dan bersama Keppel Land merilis cluster Wisteria. Sedangkan Metland Cibitung memiliki animo tinggi karena didukung oleh infrastruktur yang sedang berkembang di Timur Jakarta khususnya Stasiun KRL Commuter Line Metland Telaga Murni dan lainnya” lanjut Olivia.
Proyek Berjalan Pada proyek hotel, MTLA melalui anak perusahaan PT Sumber Tata Lestari, yakni pembangunan Hotel Horison Ultima Kertajati yang sebelumnya memulai pembangunan pada akhir tahun 2019, juga terus dikejar. Progres pembangunan hotel berbintang empat ini sudah memasuki tahap akhir dan finishing interior yang rencana akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2021.
Adapun pada proyek residensial, wahana bermain air Waterland yang berada di dalam kawasan Metland Cibitung telah memulai pemancangan tiang pada 28 Juni yang lalu dan akan direncanakan mulai dibuka pada pertengahan tahun 2022. Waterland Metland Cibitung terintegrasi dengan area komersial Millenia City yang menempati area seluas kurang lebih 24 hektar berlokasi dekat dengan Stasiun KRL Commuter Line Metland Telaga Murni. Dengan jarak hanya kurang lebih 100 meter dari Stasiun KRL diharapkan tidak hanya penghuni dari Metland Cibitung dan sekitar yang dapat menikmatinya, tetapi juga masyarakat luas dari Jakarta maupun Cikarang dapat dengan mudah menjangkaunya.
Ke depan MTLA juga akan terus melanjutkan pemasaran proyek residensial seperti Metland Cibitung yang mulai memasarkan Cluster Lisse dengan 2 kamar tidur dan luas bangunan 72 & 60 meter persegi, begitu pula dengan Metland Puri yang memasarkan hunian Cluster Oxalis dengan 3 kamar dan luas bangunan 53, 55 dan 56 meter persegi. Selain itu, Metland Menteng akan launching tipe Canna yang berada di dalam kawasan Goldenrod pada akhir tahun.
Begitu juga dengan proyek Metland Transyogi. Pada tanggal 09 November 2021, Reco Newton melepas 2.870.672.500 lembar saham atau setara 37,5% yang diakuisisi oleh PT Metropolitan Persada Internasional (MPI), PT Ciputra Development Tbk (CTRA) lewat anak perusahaannya PT Ciputra Nusantara dan publik. Hal ini dinilai positif karena baik CTRA maupun MTLA sama-sama memiliki brand image yang kuat di masyarakat dan kedepannya kolaborasi ini diharapkan dapat menambah nilai positif untuk kedua brand ini. (AC)














