Jakarta, ItWorks- Pangsa pasar solusi IT (information technology) bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia masih sangat besar. Ini yang membuat startup penyedia software bisnis – PT Solusi Rantai Pasok Indonesia (Ranpas) kian optimistis dalam menggeluti solusi bisnis layanan IT terintegrasi untuk para pelaku usaha ini.
Dengan berbagai kemajuan dan dinamika baru bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dewasa ini, penggunaan sistem IT dan teknologi digital dalam dunia usaha, menjadi keniscayaan yang tak bisa dihindarkan. Tak hanya bagi enterprise (perusahaan besar), namun juga bagi para pelaku IKM maupun UMKM.
Dalam rangka penerapan Making Indonesia 4.0. atau peta jalan memasuki era industri keempat (Industri 4.0), Pemerintah juga terus berupaya memacu pelaku usaha ini (IKM dan UMKM) untuk memanfaatkan teknologi untuk go digital. Hal ini sekaligus sebagai kesiapan dalam memasuki era industri keempat yang sarat penggunaan teknologi digital.
Seiring dengan hal tersebut, sejumlah Lembaga dan Kementerian juga melakukan berbagai program untuk mendukungnya. Misalnya Kementerin Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) mendorong pelaku IKM untuk go digital melalui program e-smart IKM. Program e-Smart IKM telah dimulai sejak tahun 2017, dan pada tahun 2020 pelaksanaannya menjadi bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.
Demikian juga Kementerian Koperasi & UMKM juga mencanangkan program digitalisasi (UMKM Go Digital) untuk mendorong peningkatan daya saingnya. Program ini menargetkan 30 juta pelaku UMKM masuk dalam ekosistem digital pada tahun 2024, termasuk melalui e-commerce. Sementara data Kementerian Koperasi dan UKM, per Mei (2021) baru 21% UMKM yang go digital dan ditargetkan rata-rata ada 6 juta per tahun UMKM go digital selama tiga tahun ke depan untuk bisa mencapai target 30 juta UMKM go digital tersebut.
“Tuntutan go digital sebenarnya bukan hanya tuntutan karena situasi pandemi Covid-29ini, tetapi disrupsi teknologi memang mengharuskan UMKM go digital. Sebagian besar proses bisnis yang mereka lakukan masih manual, seakan tidak tersentuh oleh teknologi. Padahal selama ini mereka punya peran besar dalam perekonomian nasional, termasuk di saat krisis seperti di masa Pandemi ini, di mana mereka bisa menjadi salah satu Soko Guru prekonomian Nasional.Tentu ini menjadi tantangan dan peluang tersendiri bagi penyedia solusi IT business seperti kami ini. Apalagi jumlah IKM dan UMKM di Indonesia sangat besar. Berdasarkan data yang kami dapat, jumlah IKM ada 4.410.000, sedangkan UMKM mencapai 64.200.000. Ini merupakan target bisnis yang membuat kami optimistis dengan solusi RantaiPasok yang kami hadirnya,” ungkap Chief Operating Officer (COO) PT Solusi Rantai Pasok Indonesia (Ranpas), Eka Priyatna Rahardja, saat presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Awards 2021” yang berlangsung secara virtual, belum lama ini yang dihelat Majalah ItWorks bekerjasama dengan Konsultan ICT Independent, dan didukung sejumlah Asosiasi TI & TELCO Indonesia, di Jakarta.
Tahun ini, untuk pertama kalinya Ranpas ikut ajang penjurian Top Digital Awards 2021. Top Digital Awards merupakan ajang penilaian untuk penghargaan tertinggi bidang inovasi TI & Telco di Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan/instansi pemerintahan, termasuk pengembang solusi ICT yang dinilai berhasil dalam hal inovasi pemanfaatan teknologi digital. Terutama dalam upaya meningkatkan kinerja, daya saing, layanan pelanggan atau mitra, maupun layanan masyarakat di tengah pandemi covid-19 dan new normal.
Dalam presentasi berjudul “Solusi Supply Chain dan Industrial Marketplace”, Eka Priyatna Rahardja juga memaparkan banyak hal terkait inisiasi dan inovasi yang dilakukan Ranpas dalam upaya mendukung percepatan transformasi digital bagi IKM dan UMKM. Terutama dalam kaitan penerapan sistem IT agar mereka atau pelaku usaha ini bisa go digital. Turut hadir dalam penjurian ini, Ainun Fata Umarella Sebagai IT Division Head, serta Reki Agung Rediana sebagai Quality Management Head (IT Manager). Sedangkan Dewan Juri terdiri Nurul Yakin Setyabudi -Indonesia Telecommunication User Group -IDTUG, Dwinda Ruslan – Co-Founder IMFEA Indonesian Micro Finance Expert Associations, serta Lim Kurniawan -Founder Awasome Business Consulting.
Dalam paparannya dijelaskan, Ranpas adalah platform untuk pengelolaan supply chain yang terintegrasi dengan proses pemasaran, keuangan dan akuntansi. Ranpas memposisikan diri sebagai digital society yang mempertemukan para pelaku IKM dengan ekosistem lain, seperti pemerintah, perusahaan dan juga Lembaga pembiayaan dan perbankan untuk kemajuan industri kecil dan menengah di Indonesia.
Solusi yang ditawarkan Ranpas di antaranya mencakup modul terintegrasi mulai pengelolaan inventory (manajemen stok), pembelian, penjualan (sales order dan point-of-sales (POS), distribusi, accounting, human resources (HRD), hingga fitur omnichannel untuk pengelolaan social media perusahaan. Termasuk juga adanya layanan marketplace yang terintegrasi dengan semua modul lainnya untuk memfasilitasi dan memudahkan IKM dan UMKM go digital.
“Aplikasi kami cukup lengkap dan terintegrasi sesuai kebutuhan IKM untuk go digital. Dengan aplikasi POS, ini akan mempermudah semua proses transaksi penjualan secara lengkap dan detail. Hal ini juga akan memudahkan sistem control dan monitoring pengeluaran dan pemasukan secara terintegrasi dan real time, sehingga akan sangat membantu dalam menentukan strategi selanjutnya untuk meningkatkan usaha” ungkap Eka Priyatna.
Adapun business model yang ditawarkan dari layanan ini, di antaranya License & Subscription, Implementation Service, Advertisement, serta Fee Marketplace. Pola Lisensi merupakan model pembelian secara perpetual dari solusi, sedangkan subscription adalah sistem berlangganan dengan berbagai opsi atas solusi dan layanan yang diberikan secara berlangganan bulanan. Adapun jasa implementasi, terdiri dari instalasi, konfigurasi, kustomisasi dan training atas program yang ditawarkan hingga bisa running atau go live. Sedangkan layanan Advertisement, yakni layanan untuk pemasang iklan dalam marketplace yang disediakan Ranpas. Sedangkan Fee Marketplace, merupakan system fee atas penggunaan platform marketplace, untuk setiap transaksi yang terjadi.
“Kami memang startup yang baru memulai dengan jumlah pelanggan saat ini enam IKM. Namun dengan potensi pasar yang besar tersebut, kami optimis layanan kami bisa cepat berkembang. Strategi kami ke depan akan melakukan pendekatan dengan institusi atau komunitas, termasuk dalam upaya mendukung pemerintah mengembangkan potensi IKM dan UMKM Indonesia mengelola proses bisnis menjadi digital dan online. Keunggulan kami, di antaranya memiliki aplikasi yang user friendly, platform terintegrasi SCM -F&A –SDM –pembiayaan, otomasi proses IKM (Platform Digital & Online). Optimisme kami juga sejalan dengan program Pemerintah Republik Indonesia yang saat ini sedang gencar untuk mendigitalisasi IKM, sekaligus mendukung program Making Indonesia 4.0,” ujarnya. (AC)














