Salah satu terobosan yang dilakukan PT Pelni adalah meningkatkan pelayanan kapal penumpang dengan melakukan percepatan transisi digitalisasi pada segi penjualan tiket. Kini, penjualan tiket kapal Pelni mayoritas sudah dilakukan secara online.
“Digitalisasi penjualan tiket penumpang sangat efektif meminimalisir angka percaloan tiket kapal,” kata Vice President Angkutan Penumpang PT Pelni Sukendra, dalam keterangannya, Kamis (24/2/2022).
Ia mengatakan digitalisasi layanan penumpang sudah Pelni lakukan sejak 6 tahun yang lalu. Namun, sejak 2020 Pelni mulai mengencangkan kembali proses digitalisasi untuk semua rute pelayaran.
“Selain meminimalisir adanya tiket yang dijual oleh calo, transformasi tiket digital atau e-ticket juga mampu memonitor seluruh data manifest penumpang dan aktifitas pelayanan yang ada di dalam kapal. Termasuk pemberian makanan bagi para penumpang yang hanya bisa dilakukan melalui scan barcode tiket makan.”
“Yang jelas sangat berbeda dengan manual yang selama ini manifest tidak pernah akurat karena penjualannya tidak terkontrol. Namun, dengan digitalisasi, tiket yang dijual terdaftar dengan jelas dan dapat dicek di kapal,” tegas Sukendra.
Bahkan, ketika tiket belum dijual secara digital terkadang tidak sedikit penumpang yang tertipu membeli tiket palsu dari oknum agen-agen penjual tiket. Para oknum agen tersebut sengaja menjual tiket palsu di luar tiket yang dikeluarkan oleh PT Pelni untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Baca: PELNI Gaet Skyreach dalam Pengadaan Sistem Komunikasi Kapal
“Karena tiket yang manual itu bisa terdaftar bisa juga tidak terdaftar dan banyak agen dulu yang jual tapi tidak mendaftarkan ke manifest kapal Pelni,” cerita Sukendra.
Selain lewat aplikasi resmi milik PT Pelni, para calon penumpang kapal PT Pelni dapat memesan tiket secara digital melalui gera-gerai minimarket yang sudah bekerjasama dengan PT Pelni.
Dengan menggunakan tiket yang terdaftar secara resmi, Sukendra memastikan para penumpang akan mendapatkan perlindungan jaminan asuransi apabila terjadi kecelakaan dalam sebuah pelayaran kapal penumpang.
“Digitalisasi sangat berpengaruh jika tiba-tiba kapal mengalami musibah, jumlah penumpang yang ada di atas kapal jumlah manifest akan sesuai,” kata Sukendra.
Kedepan ia mengupayakan penjualan e-ticket bisa lewat 49 cabang Pelni, dari saat ini baru 13 cabang yang dapat menjual e-ticket.
Baca: TOP Digital Awards 2021: Bertransformasi Digital, Ini Sederet Aplikasi Unggulan Pelni














