Peran teknologi Artifial Intelligence (AI) akan menjadi solusi krusial terhadap masalah operasional bisnis khususnya di bidang customer experience hingga masa mendatang. Performa customer service, misalnya, menjadi salah satu faktor penentu keputusan konsumen sebelum memilih suatu produk atau jasa.
“Kami menemukan 80 persen pertanyaan umum dari konsumen dapat dijawab oleh teknologi chatbot. Implikasinya adalah sebuah bisnis dapat beroperasi semakin efektif dan efisien dengan kombinasi teknologi chatbot bersama kemampuan manusia dalam melayani konsumen,” kata CEO & Co-Founder Kata.ai Irzan Raditya, dalam keterangannya, 21/03/2022.
Menurutnya diperlukan persiapan yang matang sebelum suatu bisnis siap menggunakan teknologi kecerdasan artifisial sehingga dapat memberikan dampak positif. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan.
Irzan pun membagikan sejumlah kiat sebelum memutuskan menggunakan teknologi AI pada bisnis agar eksekusi teknologi mampu menjadi solusi tepat guna.
Memiliki evaluasi dari masalah yang ingin diatasi: Sebelum memutuskan untuk menggunakan AI, sebuah perusahaan harus mengetahui permasalahan dasar yang ingin dituntaskan dengan menggunakan teknologi automasi. Tujuannya agar AI dapat didesain secara spesifik untuk mengatasi problematika bisnis yang dihadapi.
Memiliki tujuan yang jelas: Tujuan yang jelas akan berpengaruh dalam penerapan teknologi AI yang didasarkan pada proses bisnis yang ingin diperbaiki ataupun dikembangkan. Dengan memiliki tujuan yang jelas, penyedia jasa integrasi sistem atau solusi teknologi dapat mengetahui cara mempersiapkan produk yang sesuai dengan kebutuhan suatu bisnis serta mampu meningkatkan produktivitas atau efisiensi di dalam kegiatan operasional bisnis.
Memiliki data yang siap diolah: Sebelum menerapkan AI pada kegiatan usaha, pelaku usaha harus memanfaatkan data yang sudah didapatkan. Dengan memiliki data lengkap dan komprehensif, maka kecerdasan buatan akan mampu menyesuaikan dengan situasi yang terjadi pada suatu bisnis.
Contohnya, apabila suatu bisnis ingin meningkatkan consumer engagement, maka perusahaan harus memastikan memiliki data lengkap konsumen terkait kebiasaan bertransaksi sampai produk favorit sehingga AI mampu membaca algoritma yang dapat dipersonalisasikan berdasarkan preferensi konsumen.
Memiliki dedicated product owner: Pada praktiknya, penyedia jasa teknologi akan membantu dengan memberikan layanan konsultasi dalam membenahi suatu masalah sampai dengan kesempatan untuk mengembangkan kapabilitas AI.
Memiliki tim yang disiapkan fungsinya secara khusus pada pengembangan serta penerapan AI akan sangat membantu proses pengaplikasian di lapangan. Tim khusus yang dimiliki perusahaan akan memudahkan evaluasi serta pengembangan kecerdasan artifisial terhadap kondisi usahanya.
Baca: Tantangan Adopsi Artificial Intelligence di Indonesia: Pengembangan Talenta Masa Depan














