ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Tantangan Adopsi Artificial Intelligence di Indonesia: Pengembangan Talenta Masa Depan

Teguh Imam Suyudi
19 March 2019 | 15:54
rubrik: Research
Tips Dari Microsoft Indonesia Untuk Menjelajahi Dunia Maya Secara Aman

Tips Dari Microsoft Indonesia Untuk Menjelajahi Dunia Maya Secara Aman

Share on FacebookShare on Twitter
Tantangan Adopsi Artificial Intelligence di Indonesia: Pengembangan Talenta Masa Depan
Haris Izmee, Presiden Direktur Microsoft Indonesia dalam Media Briefing di Jakarta, (12/3).

Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan – AI) tidak hanya meningkatkan daya saing Indonesia melalui inovasi-inovasi yang dihadirkan oleh pelaku usaha ketika mengimplementasikan AI di setiap strateginya, tetapi juga mentransformasi masyarakat menjadi lebih kompetitif melalui perubahan-perubahan yang terjadi di ruang lingkup bisnis.

Untuk dapat meraih potensi-potensi tersebut secara menyeluruh, diperlukan elemen pendukung seperti keterampilan sumber daya yang memadai untuk dapat tetap relevan di lingkungan bisnis yang berbasis AI. Hal tersebut diungkapkan oleh Haris Izmee, Presiden Direktur Microsoft Indonesia.

Studi Microsoft dan IDC Tentang Adopsi AI di APAC

Microsoft dan IDC Asia-Pasifik (APAC) telah melakukan studi tentang adopsi Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan – AI) di 15 negara di Asia Pasifik (APAC) pada tahun ini. Judul laporannya adalah “Future Ready Business: Assessing Asia Pacific’s Growth Potential Through AI.”

Studi Microsoft dan IDC: Artificial Intelligence Diprediksi Makin Banyak Diadopsi di Indonesia

Organisasi yang dilibatkan dalam studi ini berasal dari industri agrikultur, otomotif, pendidikan, jasa keuangan, pemerintah, kesehatan, manufaktur, ritel, layanan jasa dan telko/media. Responden studi ini terdiri dari 1.605 pemimpin bisnis dan 1.585 karyawan. Meliputi: Australia, Cina, Hong Kong, Indonesia, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Pemimpin bisnis adalah para pimpinan bisnis dan TI dari organisasi dengan 250 staf. Mereka adalah pengambil keputusan yang terlibat dalam membentuk strategi bisnis dan digital organisasi mereka. Sedangkan karyawan adalah responden yang memiliki pemahaman tentang AI tapi tidak berperan dalam proses pengambilan keputusan dalam organisasi mereka.

Memahami Tantangan Adopsi AI di Indonesia

Haris Izmee, Presiden Direktur Microsoft Indonesia mengungkapkan bahwa terlepas dari potensi ekonomi yang mampu diraih Indonesia, hasil studi Microsoft dan IDC mengungkap hanya 14% organisasi di Indonesia yang telah benar-benar mengimplementasikan AI. Rendahnya angka ini, menurut hasil studi disebabkan adanya sejumlah tantangan adopsi AI di Indonesia.

BACA JUGA:  Survei: Hanya 31 Persen Perusahaan yang Memantau Kepuasan Pelanggannya

“Ada tiga tantangan utama atau hambatan adopsi AI di Indonesia yaitu, pertama, Leadership: kurangnya gagasan dari pimpinan dan komitmen pimpinan untuk berinvestasi di AI (30 persen). Kedua, Skills: kurangnya keterampilan, sumber daya dan program pelatihan yang berkelanjutan (23 persen). Ketiga, Culture: organisasi yang terpisah-pisah dan budaya resistensi organisasi (13 persen),” papar Haris di Jakarta, (12/3).

Budaya yang diperlukan untuk adopsi AI masih kurang di Indonesia budaya. Ada empat budaya yang diperlukan yaitu: Empowerment, Innovation, Going Beyond, dan Collaboration. Para pegawai di Indonesia yang disurvei lebih skeptis dibandingkan para pemimpin bisnis tentang kesiapan budaya organisasi mereka untuk mengadopsi AI.

AI Akan Menghasilkan Pekerjaan Baru

Studi tersebut juga mengungkap dalam penerapannya AI akan menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru untuk manusia, yang bahkan saat ini belum tersedia. Adanya pekerjaan-pekerjaan baru ini turut didampingi oleh transformasi keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja berbasis, baik di bidang keterampilan teknis seperti pemrograman dan juga soft skills seperti keterampilan untuk beradaptasi dan belajar serta rancangan teknologi (technology design). Tingginya permintaan terhadap keterampilan soft skills ini menandakan bahwa teknologi berbasis AI masih membutuhkan peran manusia, bukan menggantikan manusia.

Tantangan Adopsi Artificial Intelligence di Indonesia: Pengembangan Talenta Masa Depan

“Pusat dari AI adalah manusia. Teknologi bertenaga AI dirancang untuk melakukan pekerjaan yang menghambat produktivitas manusia seperti pekerjaan yang bersifat repetitif. Namun, teknologi tersebut tidak dirancang untuk berinteraksi selayaknya manusia. Sehingga, keterampilan yang dibutuhkan tidak hanya keterampilan teknis ataupun mengelola data, tetapi juga keterampilan yang hanya dapat dilakukan manusia seperti keberanian mengambil inisiatif serta bekerjasama dalam sebuah tim,” ujar Haris lagi.

Tiga keterampilan untuk masa depan yang dibutuhkan oleh para pemimpin bisnis di Indonesia meliputi (1) keterampilan analitis, (2) kewirausahaan dan keterampilan mengambil inisiatif, serta (3) keahlian dan pemrograman di bidang Teknologi Informatika. Saat ini, permintaan akan keterampilan tersebut lebih tinggi daripada suplai yang ada. Studi ini juga mengungkap bahwa para pemimpin bisnis lebih menghargai soft skills, berbeda dengan prediksi yang diharapkan para karyawan.

BACA JUGA:  Akademi Ketangguhan Digital dan Keamanan Siber Diluncurkan

Lebih lanjut lagi, hasil studi ini juga menunjukkan bahwa para pemimpin bisnis menyadari pentingnya kegiatan reskilling dan retraining demi peningkatan kapabilitas karyawan untuk tetap relevan menghadapi perubahan lanskap bisnis ini. Untuk membantu memberdayakan karyawan, 81% pelaku bisnis memprioritaskan pemberdayaan keterampilan karyawan di masa depan melalui alokasi investasi.

Meski demikian, ternyata 48% pemimpin bisnis belum menerapkan rencana untuk membantu karyawan mereka memperoleh keterampilan yang tepat dan sebanyak 20% pemimpin bisnis merasa karyawan tidak tertarik untuk mengembangkan keterampilan baru. Padahal, hanya 2% karyawan yang tidak tertarik dengan pemberdayaan keterampilan baru ini.

“Bagi Microsoft, AI adalah tentang meningkatkan kecerdikan manusia, bukan menggantikan manusia secara keseluruhan. Pola pikir seperti inilah yang kami bangun dan sosialisasikan ke masyarakat. Kami melihat AI sebagai instrumen yang akan mendorong manusia untuk mampu mencapai lebih, melalui keterampilan-keterampilan baru yang dibutuhkan untuk dapat mengoperasikan teknologi tersebut. Kami percaya dan optimis bahwa kesempatan-kesempatan yang tercipta karena AI akan memperkuat kecerdikan manusia untuk masa depan yang lebih baik, bagi semua,” tutup Haris.

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan keterampilan ini, Microsoft Indonesia telah bekerja sama dengan beberapa entitas baik pihak Pemerintah maupun Swasta untuk melaksanakan program-program reskilling generasi muda Indonesia, diantaranya melalui Digital Talent Scholarship bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang pada tahun lalu telah melahirkan 1.000 lulusan yang memiliki kompetensi di bidang teknologi seperti AI, Cloud Computing, Cybersecurity, Big Data dan Bisnis Digital.

Di tahun 2019, Microsoft Indonesia akan kembali mendukung Kominfo dalam program Digital Talent Scholarship yang ditargetkan untuk melahirkan 20.000 lulusan. Program Microsoft lainnya yang juga mendukung peningkatan keterampilan digital generasi muda diantaranya GenerasiBisa! Bersama Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), Imagine Cup serta Hour of Code.

BACA JUGA:  Mobil ID Jadi Tren Industri Keamanan dan Identitas di Indonesia Tahun 2024

Final Microsoft Imagine Cup Asia 2019 Tingkat Regional Dimenangkan oleh Tim Caeli dari India

2019, Microsoft Indonesia Gelar Sejumlah Program Edukasi Digital

Pemenang Program Edukasi Digital Microsoft Indonesia Bertemu Menkominfo

Untuk informasi lebih lanjut tentang hasil studi ini ataupun mengenai inisiatif Microsoft Indonesia untuk meningkatkan talenta digital Indonesia, kunjungi https://news.microsoft.com/id-id/

Tags: Microsoft
Previous Post

Takut Windows dan Android Diblokir AS, Huawei Bikin OS Sendiri

Next Post

Google Berikan Rp14 Miliar untuk Bantu Mitigasi Bencana di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infinix Rilis NOTE 60 Ultra, NOTE 60 Pro Pininfarina Edition dan NOTE 60 Pro Eksklusif Yuna Gift Box

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jasa Marga Siapkan Sistem Penerus e-Toll

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto