Lanskap keamanan saat ini semakin menantang dan kompleks bagi semua pengguna. Berbagai ancaman tumbuh pada tingkat yang mengkhawatirkan selama setahun terakhir.
Kejahatan siber diperkirakan akan merugikan dunia sebesar AS$10,5 triliun per tahun pada tahun 2025. Angka ini meningkat dari AS$3 triliun pada satu dekade sebelumnya dan AS$6 triliun pada tahun 2021.
Menurut Gartner, 50% organisasi akan menggunakan layanan deteksi dan respons terkelola untuk mengatasi ancaman pada tahun 2025.
Dalam keterangannya, 10/05/2022, Vasu Jakkal, Vice President, Security, Compliance and Identity Microsoft mengatakan, “Seiring dengan meningkatnya skala serangan, pertahanan kita juga perlu ditingkatkan. Semakin hari, semakin sulit bagi organisasi untuk membangun dan mengelola tim keamanan secara penuh, apalagi dengan terus berkembangnya keahlian yang dibutuhkan untuk memenuhi berbagai tuntutan keamanan saat ini.”
“Itulah sebabnya kami meluncurkan Microsoft Security Experts, yang menggabungkan teknologi terlatih oleh pakar dengan layanan yang dipimpin manusia untuk membantu organisasi mencapai hasil kerja yang lebih aman, patuh, dan produktif.” tambahnya.
Microsoft Security Experts mencakup tiga layanan baru yaitu Microsoft Defender Experts for Hunting, Microsoft Defender Experts for Extended Detection and Response (XDR), Microsoft Security Services for Enterprise.
Ketiga layanan itu melengkapi dua layanan yang sebelumnya sudah ada, Microsoft Security Experts for Modernization dan Microsoft Security Experts for Incident Response.
Baca: Pengelolaan Keamanan Siber Harus Diperkuat untuk Mengurangi Risiko Ancaman
Baca: Begini Cara Menjaga Perlindungan Perusahaan dari Risiko Keamanan Siber














