Digital Commerce Confidence Index (DCCI) Lazada yang dilakukan pada kuartal pertama 2022 terhadap 766 penjual online di Asia Tenggara menunjukkan 77 persen responden optimis akan ada peningkatan bisnis sebesar 10 persen di kuartal kedua tahun ini.
Dalam keterangan pers, Jumat, 13/05/2022, Chief Strategy Officer Lazada Group Magnus Ekbom mengatakan hal tersebut merupakan bukti bahwa kepercayaan diri para penjual online meningkat seiring dengan memulihnya roda perekonomian.
Lebih lanjut, studi Lazada juga mengungap bahwa untuk mendukung antisipasi pertumbuhan dalam penjualan daring di kuartal selanjutnya, 74 persen penjual menyatakan mereka akan meningkatkan inventaris produk setidaknya 10 persen dalam tiga bulan ke depan. Sementara itu, 47 persen mengatakan akan menambah sumber daya manusia.
Kemudian, kepercayaan penjual tersebar di beberapa kategori, di antaranya general merchandise (81 persen), fesyen (78 persen), dan fast-moving consumer goods (76 persen) yang menjadi kategori teratas.
Hal tersebut juga telah dipahami oleh para pelaku bisnis. Terbukti bahwa berdasarkan DCCI terbaru, upaya menarik traffic konsumen (58 persen) dan peningkatan persaingan harga (56 persen) menjadi dua pertimbangan utama untuk pertumbuhan di kuartal selanjutnya.
DCCI merupakan studi pertama yang berupaya memetakan tren dalam perdagangan digital dengan memberikan indeks pada sentimen dan tingkat kepercayaan dari penjual daring di Asia Tenggara.
Tujuannya, mengukur tingkat optimisme bisnis berdasarkan survei yang membandingkan beragam pandangan dari penjual daring di Asia Tenggara yakni Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Singapura.
Baca: Terlibat Program Kampus Merdeka, Lazada Luluskan 80 Peserta Magang














