Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan lewat program e-Smart saat ini makin banyak industri kecil menengah (IKM) telah masuk literasi digital dan go digital.
“Saat ini yang sudah masuk ke literasi digital itu sudah 22.515 IKM dan yang sudah on boarding ada 14.125 IKM dengan kita menggandeng beberapa marketplace,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita dalam sebuah seminar di Jakarta, Senin, 10/06/2022.
Ia menjelaskan, Ditjen IKMA mengusung program e-Smart IKM untuk menjaring dan meningkatkan literasi digital pelaku IKM di Indonesia sejak 2017.
Melalui program tersebut, Kemenperin berupaya meningkatkan literasi digital, pemasaran, hingga penyajian produk IKM secara digital.
Menurut Reni, hal tersebut sejalan dengan program Making Indonesia 4.0 untuk pemberdayaan IKM dan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).
Baca: Industri Kecil Bisa Daftar Program e-Smart Kemenperin di esmartikm.id
Gernas BBI yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, berawal saat Indonesia mengalami pandemi COVID-19 sekitar bulan Mei 2020, untuk mendorong ekonomi berbasis rakyat untuk tetap jalan.
“Jadi tuntutannya adalah bagaimana IKM tetap berproduksi tetapi kita menyajikannya secara berbeda. Jadi, targetnya adalah bagaimana IKM bisa menyajikan produknya secara digital. Karena memang tuntutan kita adalah bagaimana menjangkau pasar yang lebih luas,” jelas Reni.
Dengan adanya tuntutan tersebut, maka BBI ditargetkan untuk meningkatkan IKM yang on boarding menjadi 30 juta pada 2023 dari jumlah saat ini 11,7 juta IKM.
“Supaya sama-sama kita mengolah potensi sumber daya alam yang ada ini plus IKM yang ada. Supaya menciptakan produk bernilai tambah melalui penjualan secara online,” tutup Reni.














