Di tengah perkembangannya yang pesat di Tanah Air, para pegiat startup harus menghadapi berbagai tantangan termasuk krisis global berupa pandemi Covid-19. Krisis ini dirasakan banyak pihak mulai dari korporasi besar hingga negara, namun bagi startup punya tantangannya tersendiri.
Belum lama melewati pandemi Covid-19, kekuatan dan keberlanjutan startup di Indonesia kembali diuji melalui bocornya startup bubble. Fenomena bocornya startup bubble ditandai dengan beberapa startup yang secara serentak merumahkan karyawan dalam jumlah yang besar.
“Salah satu penyebab dari kebocoran bubble ini adalah bergantungnya startup kepada pendanaan dari venture capitalist,” ungkap Eddi Danusaputro, Chief Executive Officer BNI Ventures, dikutip dari pemberitaan media nasional, 10/08/2022.
Baca: Karyawan Zenius yang di-PHK akan Dapat Pesangon
“Efisiensi melalui pengurangan karyawan ini perlu dilakukan oleh beberapa startup saat investor melakukan pengetatan kucuran dana. Para startup yang belum mencetak profit perlu melakukan ini karena mereka perlu memperpanjang masa bertahan untuk berupaya mencetak pendapatan,” imbuhnya.
Eddi memberi saran bahwa penting bagi banyak pihak mulai dari pemilik startup, pemilik modal, hingga pemerintah, untuk memberikan edukasi untuk membangun healthy startup atau startup yang sehat, secara keuangan maupun manajemen.
“Dengan startup yang sehat, kita juga dapat memaksimalkan potensi dan membangun ekosistem digital Indonesia yang kuat. Tak hanya itu, saat semua pihak telah berupaya menciptakan healthy startup, kita dapat mencegah terjadinya krisis keuangan di skala nasional,” tambah Eddi.
Sementara, Aqsath Rasyid sebagai CEO NoLimit Indonesia, mengatakan, healthy startup tidak hanya fokus pada modal atau investasi besar yang berasal dari pihak luar perusahaan.
Semua startup bisa memulai menjalankan roda perusahaan startup-nya dengan modal yang dimiliki. Yang terpenting adalah, startup itu mempunyai konsistensi dan ketahanan dalam menghadapi tantangan.
Menurut Laporan Startup Ranking yang dipublikasi pada April 2022 hingga tahun ini, Indonesia menjadi negara ke-5 yang memiliki jumlah startup terbanyak yaitu 2.346.
Menurut riset yang dilakukan oleh Google, Temasek, dan Bain & Co. pada tahun 2019, Indonesia pun jadi negara yang startup-nya menerima jumlah funding terbanyak di antara negara lain. Angka funding ini diperkirakan akan tetap menjadi yang paling tinggi di tahun 2025.
Baca: Ini Penjelasan Shopee Indonesia Tentang Berita PHK Karyawan














