Penulis: Albarsyah
Editor: Teguh IS.
PT Deltadata Mandiri menjadi Finalis TOP Digital Awards 2022, ajang pembelajaran dan penghargaan bidang TI tingkat nasional, diselenggarakan majalah It Works bekerjasama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telco. Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2022 ini adalah “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government.”
Di keikutsertaannya yang pertama kalinya tahun ini, Steven Law selaku CEO and Founder Deltadata Mandiri memperkenalkan perusahaan yang didirikannya pada tahun 2014 lalu dan berkantor pusat di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini.
Saat ini, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia dituntut untuk melakukan transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas guna memenangkan persaingan di era digital.
Kenyataanya, banyak perusahaan yang gagal dalam melakukan transformasi digital karena berbagai sebab. Salah satunya, tidak memiliki talenta terlatih serta salah memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
“Memahami persoalan tersebut, Deltadata Mandiri sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi (IT) menghadirkan berbagai solusi digital untuk membuat proses bisnis menjadi lebih mudah, efisien, serta hemat biaya,” kata Steven menjelaskan di sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022, 04/11/2022.
Lebih lanjut ia mengutarakan bahwa Deltadata punya kemampuan rekayasa teknologi yang tepat dan dapat membangun teknologi mulai dari integrasi data BPMN 2.0 ke layanan mikro, hingga pengembangan aplikasi yang tepat.
“Kami juga terus berinovasi menghadirkan berbagai produk inovatif di antaranya Sengkuyung, Ciklus, Lektur, Ayuda Helpdesk, DeltaAsset, dan berbagai layanan lainnya yang dapat memudahkan pelanggan dalam menjalankan bisnis,” imbuh Steven.
Ia mengklaim produk-produk inovatif yang dihadirkan perusahaannya, cukup populer di Indonesia. Bahkan, aplikasi Sengkuyung telah digunakan oleh empat lembaga regulator di Indonesia dan sejumlah perusahaan terkemuka nasional.
Dengan berbagai produk dan solusi yang inovatif, lanjut Steven, Deltadata pun telah menyabet penghargaan tingkat global seperti Top Digital Transformation Asia oleh CIO Outlook 2020, 20 Most Promising Company oleh Global Business Review Magazine, Atlanta, Amerika Serikat (AS) pada tahun 2022, dan banyak penghargaan lainnya.
“Saat ini, kami memiliki sejumlah klien perusahaan besar dan usaha kecil menengah (UKM) Asia Tenggara. Deltadata juga telah menyelesaikan lebih dari 50 proyek dari berbagai perusahan nasional dan multinasional,” ungkap Steven.
Layanan Deltadata
Dalam kesempatan ini, ia pun menjelaskan, layanan Deltadata untuk membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam membangun transformasi digital.
“Pertama, menjadi pelaksana dan integrator untuk perusahaan solusi XDR aktif inovatif yang berbasis di Amerika Serikat (AS), yakni Fidelis Network. Dengan menjadi mitra Indonesia dan beberapa kawasan potensial lainnya di Asia Tenggara, Deltadata akan memperkuat aplikasi dan data dengan solusi keamanan siber,” katanya.
Kedua, tim user interface (UI) atau user experience (UX) yang dibangun oleh Deltadata berfungsi sebagai pengembang bukan sebagai desainer. “Serta tim konsultan analis bisnis dan proyek manajer yang memahami persimpangan antara bisnis dan teknologi,” tutur Steven.
Ketiga, melalui konsep DevOps yang membangun aplikasi secara cepat dengan menggunakan platform kode rendah dan tanpa kode, akan memungkinkan klien untuk mencapai transformasi digital yang cepat.
“Melakukan lebih banyak dengan lebih sedikit adalah keharusan. Mengembangkan lebih banyak produk dengan sumber daya lebih sedikit, mendapatkan lebih banyak klien perusahaan dengan tenaga penjualan yang efisien, pertumbuhan yang berkelanjutan, dan peta jalan adalah kunci untuk kinerja yang baik,” tegas Steven.
“Dalam hal layanan, kami tak hanya menyediakan konsultasi, tetapi juga menyediakan pemetaan serta rencana pelaksanaan untuk klien,” tuturnya.
Sengkuyung, Aplikasi Manajemen Kolaborasi Kerja Asli Indonesia
Hidup di era teknologi seperti sekarang ini dituntut untuk serba cepat dan efektif dalam melakukan berbagai hal. Mengerjakan proyek secara bersama saat ini sudah menjadi suatu hal yang lumrah. Mulai dari proyek yang skalanya kecil hingga yang berskala besar.
“Mengatur suatu proyek sampai selesai tentu bukanlah hal yang mudah, apalagi jika tim tidak bekerja dalam satu lokasi. Solusi yang paling tepat adalah menggunakan Sengkuyung, aplikasi kolaborasi pekerjaan secara online yang sudah kami luncurkan pada Desember 2020,” kata Steven kepada Dewan Juri TOP Digital Awards 2022.
Lebih lanjut ia pun memaparkan kelebihan aplikasi Sengkuyung yang dalam bahasa Jawa berarti dikerjakan bersama-sama secara gotong-royong.
“Seperti arti namanya, aplikasi Sengkuyung dibuat untuk memudahkan kolaborasi pekerjaan menjadi lebih sederhana dan menyenangkan. Di tengah pandemi yang mengharuskan banyak orang bekerja di rumah, aplikasi ini akan mendukung kerja kolaboratif mereka jadi lebih mudah dan menyenangkan.”
”Aplikasi Sengkuyung memungkinkan anggota tim bisa melihat progress kinerja dari setiap anggota team yang lain secara realtime. Cara ini sangat membantu untuk bisa mengetahui sejauh mana pekerjaan akan selesai.”
Sebagai aplikasi buatan dalam negeri, Steven mengklaim Sengkuyung lebih unggul dibanding aplikasi sejenis buatan luar negeri sekalipun. “Yaitu, jauh lebih mudah diaplikasikan dan harganya lebih terjangaku dibandingkan SAP dari Jerman, atau Microsoft dari Amerika.”
Di Sengkuyung, pengguna tidak hanya bisa mengorganisir file-file dan mengatur kolaborasi kerja, tapi juga bisa melakukan video conference. “Dengan video conference, perkembangan proyek dan langkah kerja yang harus dilakukan bisa dibicarakan dan diputuskan dengan cepat. Tidak hanya bisa diikuti semua anggota tim, video conference ini juga bisa diikuti ratusan peserta pasif dengan performa streaming yang tetap baik,” klaim Steven.
”Sengkuyung telah tersedia dalam versi web maupun mobile, serta di iOS maupun android. Aplikasi ini telah digunakan oleh sejumlah perusahaan besar dan menengah di Indonesia,” tutupnya.
Bertindak selaku Dewan Juri TOP Digital Awards 2022: Melani K. Harriman, Subandi, dan Agnes Theres.
Baca: Multipolar Technology Hadirkan Lini Server IBM Power10 Baru














