Penulis: Abi Abdul Jabbar
Transformasi digital melalui pembangunan infrastruktur TIK (teknologi informasi dan komunikasi) dan pengembangan aplikasi layanan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) sebegai upaya menuju terwujudnya Kota Tanjung Balai sebagai “Smart City” terus ditingkatkan.
Saat ini Pemerintah Kota Tanjung Balai melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) tengah mengoptimalkan pelaksanaan Smart Governance sebagai salah satu dari 6 pilar utama Smart City yang dicanangkan.
“Smart Governance Tanjung Balai atau tata kelola pemerintahan cerdas mewujudkan pemerintahan yang transparan, informatif dan responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat dengan melibatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
Implementasi smart governance ini sesuai dengan visi kami di Pemerintah Kota Tanjung Balai yakni mewujudkan Kota Tanjungbalai yang Berprestasi, Religius, Sejahtera, Indah dan Harmonis,” kata Andrinuka Saptana Kepala Divisi TI Diskominfo Kota Tanjung Balai dalam wawancara penjurian Top Digital Awards 2022 yang diselenggarakan Majalah IT Works secara Daring Senin (31/10/2022).
Andrinuka mengatakan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan tata kelola pemerintahan cerdas, Diskominfo telah membangun sejumlah inovasi/solusi IT unggulan. Ini seperti aplikasi ESIDAK Mobile dan website https://sidak.tanjungbalaikota.go.id yang mulai diimplementasikan di tahun 2022. eSIDAK merupakan aplikasi absensi ASN Pemkot Tanjung Balai yang berbasis android maupun website yang dibuat untuk memudahkan absensi dan untuk lebih mendisplinkan ASN yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungbalai.
“Jadi ESIDAK ini adalah aplikasi yang kita kembangkan untuk menjamin ketaatan pegawai ASN kita untuk masuk kerja dan memenuhi ketentuan kerja sehingga penyelenggaraan pelayanan publik kepada masyarakat kami di Kota Tanjung Balai dapat lebih optimal. Ini juga digunakan sebagai sarana untuk memantau dan memonitor tingkat kinerja ASN oleh Pemimpin Daerah dalam hal ini Pak Walikota dan Pak Wakil Walikota,” kata Andrinuka.
Kedua ada juga Pemanfaatan Sertifikat Elektronik dan TTE atau Tanda Tangan Elektronik untuk mempermudah proses birokrasi yang berlangsung di pemerintahan Kota Tanjung Balai. Implementasi TTE ini dilakukan sejak tahun 2021 dan merupakan kolaborasi antara BSSN dan Dinas Kominfo Kota Tanjung Balai. Kehadiran sertifikat elektronik dan TTE ini memudahkan Pejabat di lingkungan pemerintah Kota Tajungbalai untuk dapat melakukan Pengesahan berkas dimana saja.
“Jadi TTE ini bisa diaskes di website https://tnde.tanjungbalaikota.go.id/ . Website ini dibangun untuk mempermudah seluruh OPD Kota Tanjungbalai dalam memperoleh tata naskah dinas yang terbaru dan sesuai pada peraturan yang telah ditetapkan dan dapat mengunduh file naskah sebagai acuan utama dalam memenuhi keperluan administrasi OPD,” ujar Andrinuka.
Pemkot Tanjungbalai melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) akan menerapkan aplikasi surat dan lapor secara elektronik atau e-Surat dan e-Lapor, untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan.
Ketiga, penerapan aplikasi e-Surat (surat elektronik berbasis TTE) dan e-Lapor yang sudah diaplikasikan sejak tahun 2019. Penerapan sistem elektronik untuk dua hal tersebut melalui aplikasi yang baru pertama kali dilakukan bertujuan untuk memudahkan dan mengontrol surat-surat, serta memilah surat yang sudah maupun belum ditindaklanjuti.
“Aplikasi ini akan membantu cara kerja pengelolaan administrasi agar lebih efisien dan cepat dalam rangka optimalisasi pekerjaan yang selama ini manual ke sistim elektronik,” katanya.
Terobosan baru berupa e-Surat dan e-Lapor yang diterapkan merupakan langkah baru dalam menyahuti perkembangan teknologi informasi sesuai arahan pemerintah pusat, khususnya aplikasi e-Lapor.
Aplikasi itu nanti diharapkan dapat diterapkan dengan baik guna mengoptimalkan kerja dan merubah pola lama (manual) ke sistem berbasis web.
Tujuan utamanya untuk mendukung program/kegiatan Wali Kota dan OPD maupun dalam rangka mewujudkan optimalisasi penyampaian informasi kepada ASN agar cepat ditindaklanjuti dan bisa didisposisi dengan segera.
Sesuai catatan, aplikasi e-Surat dan e-Lapor bisa digunakan semua kepala OPD, Eselon II, III, dan IV di masing-masing instansi, juga digunakan oleh staf untuk operator surat masuk dan keluar berbasis web dan OS android.
Selanjutnya ada Sistem Informasi Laporan Realisasi Pelaksanaan Anggaran Tanjungbalai atau SILLAT yang terintegrasi ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dijajaran pemerintah daerah setempat.
“Aplikasi SILLAT ini merupakan perbaikan dari sistem pelaporan bulanan dari seluruh OPD yang sebelumnya masih bersifat manual. Diluncurkannya program ini, kedepannya OPD diharapkan dapat langsung mengupload laporan realisasi anggaran pada dinas masing-masing,” ujar dia.
Aplikasi ini dibangun bertujuan untuk mengevaluasi realisasi anggaran yang sudah dicapai setiap bulan. Kemudian bagian pembangunan akan melaporkan laporan realisasi anggaran Pemkot Tanjungbalai ke Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagai fasilitator pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai dalam hal inovasi digital di lingkungan pemerintah dan juga pelayanan publik telah memiliki Aplikasi “SIPUKAT” (Sistem Informasi Kepuasan Masyarakat), SIPAKAR (Sistem Informasi Pengembangan Karir), SISTER (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Terpadu, SIPD (Sistem Informasi Pemerintah Daerah) dan SIMBAKDA (Sistem Informasi Manajemen Barang dan Kekayaan Daerah).














