Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menyatakan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2022 menjadi bukti bahwa ekonomi digital di Indonesia masih berjaya dan mampu bertumbuh di tengah berbagai tantangan global.
Direktur Eksekutif idEA Arshi Adini dalam “Pemaparan Hasil Survey HARBOLNAS 2022” secara daring, Kamis, 12/01/2023, mengatakan, “Harbolnas 2022 memiliki dampak lintas industri dan itu masih terus terjadi. Kita mengenalnya sebagai pencipta tren festival belanja di angka kembar dan ternyata makin mendorong perekonomian digital di Indonesia.”
Untuk melihat dampak dari Harbolnas 2022, idEA menggandeng NielsenIQ untuk meneliti tren serta fakta-fakta menarik dari ajang belanja yang jatuh di tanggal 12 Desember 2022 itu.
Direktur NielsenIQ Rusdy Sumantri mengungkapkan ada sebanyak 1000 responden berasal dari 44 kota dan kabupaten di Indonesia yang berpartisipasi dalam survei secara daring.
Dalam survei ditemukan bahwa terdapat peningkatan nilai transaksi secara nasional untuk Harbolnas 2022 menjadi Rp22,7 triliun, naik 26 persen dari capaian 2021 yang kala itu menembus angka Rp18,1 triliun.
Khusus untuk transaksi produk lokal di Harbolnas 2022, survei juga mencatat terdapat kenaikan sebesar 18 persen dengan total transaksi mencapai Rp10 triliun.
Transaksi terbanyak masih dipegang oleh produk fesyen, disusul produk kosmetik, dan diposisi ketiga ada perawatan tubuh.
Terkait dengan prediksi ekonomi di 2023 yang disebut memasuki resesi global, Rusdy mengajak para pelaku di industri e-commerce termasuk para UMKM tidak perlu panik dan justru bisa menciptakan peluang mengembangkan usahanya lewat berbagai inovasi.
Ia menyarankan pelaku usaha bisa membuat sistem keanggotaan seperti “loyalty redemption” sehingga peluang menciptakan kesetiaan pelanggan bisa lebih besar.
Dari segi harga, untuk memberikan produk berkualitas namun tetap bisa dijangkau, para pengusaha bisa berinovasi dari segi ukuran produk yang lebih terjangkau sehingga masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhannya.
Baca: Riset Ungkap Perilaku Masyarakat di Harbolnas 2021
Baca: Begini Peta Kompetisi E-Commerce di Indonesia 2022 versi Ipsos














