PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) mengembangkan aplikasi Phinnisi (Vessel Management System) untuk mengakomodir kegiatan pelayanan kapal.
ILCS adalah anak usaha PT Pelindo II (Persero), bergerak dalam bidang teknologi informasi, khususnya untuk komunitas logistik dan senantiasa berinovasi menghadapi era industri 4.0.
“Aplikasi Phinnisi memungkinkan mengakomodir kegiatan pelayanan kapal dimulai dari melakukan pengajuan pelayanan kapal (terintegrasi dengan INAPORTNET), perencanaan terhadap resource dan penjdwalan, realisasi terhadap kegiatan pelayanan kapal, sampai dengan kebutuhan billing dan reporting,” kata Project Manager selaku implementator sistem layanan kapal Phinnisi Luqman Farisy dalam keterangan tertulis. Jumat, 10/02/2023.
Pelabuhan Bengkulu sebagai cabang dari Regional 2 ditetapkan sebagai pilot project implementasi Phinnisi pada Juni 2022. Terbaru aplikasi Phinnisi ini digunakan di pelabuhan Palembang, Sumatera Selatan.
Baca: Pelindo II Perkuat Digitalisasi Untuk Tingkatkan Layanan dan Hindari Suap
Saat ini, sudah ada tujuh pelabuhan yang sudah mengimplementasikan single system Phinnisi yakni Bengkulu, Makassar, Tanjung Emas Semarang, Tanjung Perak Surabaya, Kendari, Samarinda, dan Dumai. Selain itu, ada dua pelabuhan lagi yang saat ini tengah bersiap untuk proses implementasi aplikasi Phinnisi.
“Phinnisi merupakan program strategis dari Pelindo Pusat yang secara pelaksanaannya dipantau langsung oleh Pelindo Pusat. Landasan implementasinya adalah terkait program strategis nasional untuk pencegahan korupsi atau Stranas PK yang dituangkan dalam bentuk Stranas PK Aksi Kepelabuhanan,” jelas Luqman.
Menurut Luqman, aplikasi Phinnisi memiliki banyak manfaat, antara lain untuk pencegahan tindak pidana korupsi, otomasi terhadap kegiatan pelayanan kapal dalam hal perencanaan dan penjadwalan, meningkatkan efisiensi efisiensi waktu dan perencanaan resource kegiatan pelayanan kapal, membantu melakukan penanganan yang tepat dan akurat ketika terjadi abnormalities di lapangan.
“Penggunanya juga bisa melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap kinerja resource melalui update status secara real time dan memberikan laporan komprehensif yang membantu dalam proses pengambilan keputusan manajemen,” kata Luqman.














