ItWorks- PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk melaporkan kinerja tahun buku yang berakhir 31 Desember 2022 dan juga optimisme di 2023. Tahun 2023 MTLA menargetkan marketing sales sebesar Rp1,8 triliun yang sebagian daharapkan dari pengembangan proyek untuk menyasar middle upp class (kelas atas), salah satunya Metland Cyber Puri yang berlokasi di wilayah Jakarta Barat.
“Selain mengembangkan proyek perumahan eksisting dengan kisaran harga di bawah Rp1 miliar, untuk mendukung pencapaian target penjualan di tahun ini, kami juga terus kembangkan proyek untuk kelas menengah atas dengan harga mulai kisaran Rp2 miliar salah satunya Metland Cyber Puri Jakarta Barat yang ternyata peminatnya tetap tinggi. Secara umum untuk proyek residensial baru, saat ini masih fokus seputar wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat,” ungkap Direktur MTLA, Olivia Surodjo dalam paparan pers usai RUPST untuk melaporkan kinerja perseroan tahun buku yang berakhir 31 Desember 2022 yang dihelat (09/06/2023), di Hotel Horison Ultima Bekasi, Jawa Barat.
Ditambahkan, untuk mengejar target penjualan di tahun ini, pengembangan Proyek Berjalan Masuk dalam agenda tahun 2023, di mana MTLA terus melakukan pengembangan pada unit residensial berjalan dan mempersiapkan proyek residensial baru.
Pada proyek komersial, commercial block di Metland Cyber Puri yaitu One District at Puri dengan anchor tenant fashion asal Jepang Uniqlo yang mulai beroperasi pada tanggal 26 Mei 2023 lalu, akan terus dikembangkan. “Kehadiran One District at Puri disambut meriah menjadi destinasi baru karena tidak ada commercial block serupa di sekitar proyek,” ujar Olivia Surodjo.
Bekerjasama dengan tenant internasional maupun lokal, One District at Puri akan diisi oleh anchor tenant department store asal Jepang Uniqlo, yang merupakan store pertama yang berada diluar bangunan mal di Indonesia (The First Roadside Store) dengan area yang lebih luas dan koleksi fashion yang lebih lengkap. Melengkapi pptimisme ini, Metland Cyber Puri segera meluncurkan The Northbend tahap 3, setelah sebelumnya sukses memasarkan The Northbend tahap2.
Dalam kesempatan itu, Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Anhar Sudrajat, menyatakan, meski 2022 masih dibayangi dampak akibat pandemi Covid-19, namun secara umum tahun 2022 perseroan dapat melewatinya dengan peningkatan kinerja pendapatan. Hal ini katanya, tidak terlepas dari semakin terkendalinya pandemi Covid-19.
Ditambahkan bahwa, Laporan tahunan tersebut diterima baik dan mendapatkan pengesahan serta persetujuan dalam RUPST ini. RUPST MTLA untuk tahun buku 2022 ini dihadiri oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dan mencakup empat agenda rapat, yaitu persetujuan Laporan Tahunan termasuk pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2022, penetapan penggunaan laba Perseroan tahun buku 2022. Juga penunjukan Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan tahun buku 2023 dan penentuan gaji, honorarium dan tunjangan lainnya bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
Tercatat pada tahun buku 2022, perseroan memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp1.385 miliar atau tumbuh sebesar 15,5% dari tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp1.199 miliar dan laba bersih sebesar Rp395 miliar atau tumbuh sebesar 6,26% dibandingkan periode yang sama sebesar Rp372 miliar.
Anhar menjelaskan, kontribusi masing-masing bidang usaha MTLA terhadap total pendapatan adalah 68% dari penjualan real estat dan 32% dari pusat perbelanjaan, hotel, pusat rekreasi dan pendapatan lain-lain.
Dengan hasil kinerja tahun 2022 yang tetap positif, MTLA kembali membagikan dividen kepada 7.655.126.330 pemegang saham. Dalam rapat menyetujui sekitar 20% laba bersih, atau sebesar Rp10,3 per lembar saham untuk dibagikan sebagai dividen tunai sedangkan Rp2 miliar dialokasikan sebagai dana cadangan.
Pada tahun 2023 ini, MTLA menargetkan marketing sales yang terdiri dari pre sales dan recurring revenue sebesar Rp1,8 triliun. Sementara hingga April 2023, pendapatan perseroan versi marketing sales mencapai sebesar Rp481 miliar atau 27% dari target 2023. “Dengan kondisi yang makin kondusif belakangan ini, kami optimis bisa mencapai target penjualan yang ditetapkan hingga akhir tahun 2023,” ujarnya. (AC)














