Jakarta, ItWorks- Prospek pasar solusi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) makin terbuka karena berpotensi merevolusi berbagai sektor industri dan bisnis di Tanah Air. Namun demikian AI juga masih tantangan untuk akselerasi implementasinya yang membutuhkan komitmen dan dukungan bersama dari berbagai pihak untuk penguatan eko sistem teknologi ini.
Setidaknya ini salah satu benang merah yang bisa ditarik dari acara Sharing Session yang dihelat WIR Group berkolaborasi dengan Meta, Cekat.AI dan Masa AI dengan mengangkat tema “Menilik Peluang Industri AI Untuk Masa Depan Transformasi Digital Indonesia” yang dilakukan di Kantor Pusat WIR Group Jakarta, baru-baru ini. Diskusi ini membahas tentang prinsip-prinsip dasar teknologi AI dan penerapannya di industri, bisnis AI dan perannya dalam transformasi digital Indonesia, serta tantangan teknologi AI dimasa depan dengan menghadirkan empat narasumber. Di antaranya Aldi Raharja- Head of Blockchain Solutions Nusameta, Noudhy Valdryno- Head of Public Policy Indonesia and Brunei META, Matthew Sebastian -Co-Founder CEKAT.AI serta Davyn Sudirdjo-Co-Founder MASA AI.
Potensi besar solusi AI antara lain untuk mendukung transformasi digital, baik di sektor industri, pelaku usaha danb bisnis, maupun government institutuion, seperti dalam konteks implementasi e-government atau pun smart city untuk meningkatkan berbagai layanan public berbasis teknologi digital. Di dunia usaha, terutama untuk mendukung kesiapan industri dan pelaku usaha di Tanah Air dalam memasuki era industry keempat (industri 4.0)Teknologi AI bisa diimplementasikan untuk mendukung dunia pendidikan untuk mengembangkan sistem pembelajaran dan meningkatkan kinerja SDM. AI juga berpotensi besar untuk mendukung bidang kesehatan, transportasi, logistic, financial services (perbankan, asuransi, dan lainnya).
“Potensi dan prospek teknologi AI ini sangat besar, karena hampir semua bidang membutuhkan solusi smart teknologi AI sebagai solusi teknologi lanjutan dalam upaya digitaliasi atau transformasi digital, sejalan tuntutan pasar yang juga makin cerdas dalam menggunakan teknologi informasi untuk berbagai aktivitas . Namun demikian, tantangan pengembangannya juga masih besar. Antara lain terkait adanya keterbatasa knowledge di kalangan pelaku usaha tentang AI dan juga IoT, keterbatasan kemampuan SDM, regulasi pendukung, dan juga ekosistemnya yang belum optimal. Akibatnya implementasi AI di kita, masih berjalan lambat. Ini butuh dukungan dan komitmen bersama semua pihak dari lintas sektoral, termasuk dari unsur kelembagaan dan institusi pemerintah,” ungkap Aldi Raharja- Head of Blockchain Solutions Nusameta dalam paparanya di depan awak media, baru-baru ini.
Hal senada diungkapkan Matthew Sebastian -Co-Founder CEKAT.AI. AI memiliki banyak peluang untuk berkembang, Salah satu keunggulan adalah kemampuannya untuk membaca dan memproses atau melakukan pekerjaan seperti layaknya manusia dari proses data intergasi dengan lebih cepat dan akurat. AI dapat mengekstraksi informasi dari data yang sangat besar dan mengidentifikasi pola atau tren yang dilakukan manusia.
Selain itu, AI dapat bekerja secara non-stop, menghasilkan output dengan konsistensi yang lebih tinggi daripada manusia. Karenanya, AI dapat digunakan dalam berbagai aplikasi seperti analisis data, face recognition (pengenalan wajah), penerjemahan bahasa, pengoptimalan mesin pencari, dan lain sebagainya.
“Namun, AI juga memiliki tantangan dan kekhawatiran yang harus diatasi. Salah satunya yang sering diperdebatkan adalah pengaruh terhadap tenaga kerja manusia. Sehingga sangat penting untuk memastikan bahwa pengembangan AI tetap memperhatikan masalah sosial dan ekonomi dan juga perlu ada dukungan secara regulasi,” ujarnya.
Hal lain yang juga jadi tantangan yakni masalah keamanan dan privasi data, termasuk data pribadi. Sebab di era digital, data kian pegang peran penting dan menjadi sesuatu yang sangat berharga. Penggunaan data yang salah dapat menyebabkan kerugian finansial atau kerugian reputasi. Dalam hal ini pengembangan teknologi AI, tentu juga harus memperhatikan masalah privasi data dan melindungi data pengguna.
Terlepas dari hal tersebut, pengembangan AI memiliki potensi besar untuk membawa perubahan yang lebih dinamis de berbagai bidang. AI dapat digunakan untuk memperbaiki sistem Pendidikan, peningkatan layanan Kesehatan, mempercepat pengembangan industri dan lainnya. AI juga dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam transportasi dan logistik, mempercepat inovasi di sektor energi, dan lainnya. Termasuk membantu mengatasi masalah sosial dan lingkungan dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi ini.
Sehingga dalam pengembangan AI, kolaborasi antara semua sektor, baik swasta, pemerintah, dan masyarakat sipil sangat penting. Kolaborasi ini dapat membantu memastikan agar pengembangan AI dapat memberikan manfaat dan dampak positif lebih luas bagi masyarakat. Sehingga, pengembagan AI dapat menjadi solusi teknologi yang dapat membawa perubahan positif dan manfaat besar dalam kehidupan di masa depan. (AC)














