Menurut ISC2, organisasi profesional keamanan siber terkemuka di dunia, tenaga kerja keamanan siber yang ada perlu lebih tumbuh hampir dua kali lipat agar dapat beroperasi dengan kapasitas penuh dan mendukung perekonomian global.
Untuk mengatasi kekurangan keterampilan keamanan siber, Kaspersky menyarankan pendekatan multi-segi yang berfokus pada bidang akademik, tenaga kerja InfoSec, dan bisnis:
- Institusi pendidikan tinggi dapat meningkatkan kurikulum mereka dengan bermitra dengan para pakar keamanan siber dan mengintegrasikan pengetahuan industri terkini ke dalam program pelatihan mereka. Kaspersky memiliki program khusus bagi universitas untuk mengintegrasikan keahlian keamanan siber: Kaspersky Academy Alliance, yang menawarkan peserta program akses terhadap pengetahuan kelas dunia tentang ancaman siber, perkuliahan dan sesi pelatihan, serta teknologi terkini.
- Profesional muda dapat melengkapi pelatihan akademis mereka dengan pengalaman kerja nyata dengan menyelesaikan magang di departemen keamanan informasi atau R&D. Ikuti berita di halaman LinkedIn Kaspersky untuk menjadi orang pertama yang mengetahui lowongan program magang.
- Kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh berbagai perusahaan dan organisasi juga memberikan kesempatan bagi para profesional keamanan siber untuk mengembangkan keterampilan mereka dengan memecahkan berbagai tantangan keamanan siber. Kaspersky menyelenggarakan Secur’IT Cup, sebuah kompetisi global untuk pelajar dari seluruh dunia dan dari berbagai latar belakang akademis. Peserta mempunyai kesempatan bersaing untuk mendapatkan penghargaan sekaligus membangun pemahaman tentang bagaimana pengalaman bekerja di industri ini.
- Para profesional keamanan siber dapat memilih untuk terus belajar, mengikuti kursus pelatihan tambahan, dan sertifikasi. Kaspersky memberikan berbagai pengetahuan tentang keamanan informasi bagi para profesional TI, menawarkan pendidikan profesional untuk individu dan pelatihan perusahaan.














