ItWorks- Kebutuhan talenta digital di Indonesia masih sangat besar, terlebih memasuki era revolusi industri keempat (industri 4.0) dan tren transformasi digital di berbagai kalangan yang kian meningkat. Mengantisipasi hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berusaha percepat peralihan Sekolah Tinggi Multimedia (STMM) Yogyakarta menjadi Politeknik Digital Yogyakarta.
Indonesia akan membutuhkan sebanyak 9 juta orang talenta digital. Dalam upaya mendukung akselerasi transformasi digital, Kementerian Kominfo juga terus berupaya melaksanakan program strategis untuk pengembangan sumberdaya manusia bidang digital. Kominfo melaksanakan pengembangan talenta digital melalui tiga tingkatan yang mencakup Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship dan Digital Leadership Academy.
“Indonesia akan membutuhkan sebanyak 9 juta orang talenta digital. Salah satu langkah yang diambil untuk pengembangan talenta digital yakni melakukan transformasi STMM Yogyakarta menjadi Politeknik Digital Yogyakarta. Perubahan ini menjadi salah satu langkah kita dari sekian banyak program strategis untuk memenuhi kebutuhan talenta digital di tahun 2030,” ujar Wamenkominfo Nezar Patria usai meninjau Pembangunan Gedung Kampus STMM “MMTC”, di Sleman, Yogyakarta, sebagaimana dilansir dalam siaran pers, belum lama ini.
Pembangunan Gedung Politeknik Digital Jogja dilengkapi dengan fasilitas sarana dan prasarana pendukung. Fasilitas disini seperti amphitheater, studio, theater dalam ruang dan sejumlah ruang untuk belajar. “Beberapa lantai didedikasikan untuk ruang kelas, ada juga untuk laboratorium yang digunakan mahasiwa memperdalam segala lini studi di bidang digital,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua STMM Noor Iza menjelaskan pembangunan gedung baru merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam pengembangan talenta digital nasional. Menurutnya, tiga unit gedung tersebut akan disebut sebagai Gedung Transformasi Digital untuk Politeknik Digital Yogyakarta.
“Tadi Pak Wakil Menteri menyampaikan fasilitas yang telah ada memang di-desain untuk bagaimana bisa menjadi center daripada kolaborasi untuk pengembangan talenta digital kedepan,” ungkapnya.
Ditegaskan transformasi dari sekolah tinggi menjadi politeknik nantinya juga sebagai pusat kolaborasi bersama para mitra dan stakeholders. “Nantinya Politeknik Digital Yogyakarta untuk ke depannya bekerja sama dengan pihak-pihak industri, government hingga organisasi yang nantinya berlokasi di lantai dua (salah satu bangunan kampus) untuk pusat kolaborasinya,” pungkasnya. (AC)














