Jakarta, ItWorks- Wakil Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Nezar Patria, S.Fil., M.Sc., M.B.A, menekankan pentingnya peningkatan langkah-langkah keamanan siber Indonesia di tengah adopsi teknologi digital yang cepat. Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speech di acara “Fortinet Accelerate Indonesia 2024 “.
Untuk mengatasi tantangan bidang keamanan siber yang semakin meningkat ini, Wakil Menteri Nezar Patria menyoroti peran inovatif AI generatif dalam meningkatkan postur keamanan siber dan ketahanan operasional nasional. “Dengan memanfaatkan teknologi AI, kita dapat secara proaktif mengantisipasi dan mengurangi potensi ancaman siber. Ada juga seruan untuk upaya terus-menerus dalam meningkatkan kesadaran publik dan mengembangkan kemampuan individu dalam mencegah serangan siber,” ujarnya dalam acara “Fortinet Accelerate Indonesia 2024 “ pada (03/06/2024), di Jakarta.
Ditambahkan, diperlukan semangat kolaborasi dan visi bersama untuk menciptakan suasana keamanan siber (cybersecurity) yang menjanjikan serta komitmen bersama pada prinsip-prinsip ini. “Mengubah arus melawan kejahatan siber memerlukan budaya kolaborasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam skala yang lebih besar daripada hanya organisasi individual di bidang keamanan siber. Setiap organisasi memiliki peran dalam rantai disrupsi melawan ancaman siber,” ujarnya.
Sementara itu, Laporan terbaru Fortinet Threat Landscape menunjukkan bahwa pelaku serangan siber sekarang mengeksploitasi kerentanan baru 43% lebih cepat dibandingkan paruh pertama tahun 2023. Laporan semitahunan terbaru ini memberikan gambaran tentang lanskap ancaman aktif dan menyoroti tren dari Juli hingga Desember 2023, termasuk analisis kecepatan penyerang siber (cyberattack) dalam memanfaatkan eksploitasi yang baru teridentifikasi di seluruh industri keamanan siber serta peningkatan serangan ransomware dan wiper yang menyasar sektor industri dan teknologi operasional (OT).
Fortinet Accelerate Indonesia 2024 yang dibuka dengan keynote speech dari Wakil Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Nezar Patria, juga memfokuskan pembahasan tren keamanan siber dan pentingnya peningkatan langkah-langkah bersama dalam menghadapai tantangan ini. (AC)














