PT Astana Kinaya Mitratama atau Astana Group terpilih menjadi finalis penerima penghargaan TOP Digital Awards 2024 yang dihelat Majalah It Works. Dan untuk itu, Astana Group telah mengikuti proses penjurian TOP Digital Awards 2024 dengan memaparkan keberhasilan proses transformasi digital di perusahaannya. Dalam proses penjurian yang digelar Kamis (28/11/2024) itu, Kiki Marjuki selaku Chief IT & System dan Ishak Komarudin sebagai IT Manager saling berbagi membeberkan digitalisasi di Astana Group.
“Transformasi digital ini menjadi salah satu strategi bisnis kami. Karena kami sebagai Perusahaan IT. Makanya kini, dalam strategi bisnis kami secara umum adalah transformasi digital di semua bagian baik di holding maupun bisnis,” ungkap Kiki, mengawali pemaparan materi di penjurian tersebut.
Untuk diketahui, Astana Group adalah perusahaan yang bergerak di sektor IT dengan memiliki layanan seperti, Custom Software Development, yaitu membangun aplikasi dan sistem terintegrasi khusus sesuai kebutuhan klien.
Selain itu juga sebagai perusahaan infrastruktur jaringan dan keamanan yang memiliki network solutions, yaitu untuk merancang, membangun, dan mengelola infrastruktur jaringan. Dan juga sebagai perusahaan layanan dukungan IT dengan memberikan IT Support and Maintenance, yaitu menyediakan dukungan teknis dan pemeliharaan untuk sistem IT; selain itu juga layanan Help Desk Services, yaitu menawarkan layanan helpdesk untuk membantu pengguna dengan masalah teknis.
Makanya, kata dia, strategi Perusahaan ini adalah penyelarasan antara bisnis dan teknologi. “Sebab, setiap kebutuhan bisnis ada proses teknologi atau transformasinya,” katanya.
Lalu, strategi berikutnya adalah bagaimana bisa memanfaatkan data yang sudah didapatkan menjadi informasi yang dapat digunakan dalam keputusan perusahaan baik secara operasional maupun secara bisnis.
“Dan tentu saja, memanfaatkan teknologi adalah memanfaatkan data yang didapatkan. Data ini adalah aset perusahaan yang harus dilindungi oleh karena itu kevalidan dan keamanan menjadi bagian penting dalam proses transformasi teknologi,” kata dia, menjelaskan.
Dalam penjurian tersebut, tim IT Astana Group hadir lengkap. Mendampingi Kiki dan Ishak adalah, Naufal Bagaskara selaku IT System Analyst, Hariz Muhammad sebagai IT Programmer, Usup Suparna selaku IT Programmer, dan Triyono sebagai IT Infrastructures.
Astana Group sendiri memiliki visi, ‘Terbentuknya Ekosistem Teknologi Informasi yang produktif, aman, dan efisien untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan perusahaan’. Dengan misi, ‘Membangun Ekosistem Teknologi Informasi yang handal dan terukur untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keamanan data Perusahaan.’
Tata Kelola TI dan Pengembangan Aplikasi
Lebih jauh Kiki menjelaskan, untuk menjalankan digitalisasi tersebut, Astana Group juga tentu saja sudah merumuskan tata kelola TI-nya. Dan salah satu IT governance-nya adalah dalam hal mekanisme pengambilan kebijakan investasi atau belanja TI.
Kata dia, pengambilan kebijakan investasi atau belanja IT ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan bisnis. “Kebutuhan bisnis ini ada pada strategi bisnis di masing-masing bagian di mana pada awalnya setiap bisnis membuat RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) di awal tahun disesuaikan dengan kebutuhan pada tahun yang akan dating,” terangnya.
Dan salah satu tata kelola TI juga terkait dengan proses pengembangan system. Kata dia, ada beberapa langkah dalam pengembangan system ini, pertama, Perencanaan dan Analisis Kebutuhan. Mulai dari identifikasi masalah dari sisi user based, user stories, technology update. Kemudian pengumpulan kebutuhan, analisis kelayakan, dan penyusunan spesifikasi. “Sehingga output-nya adalah dokumen analisis kebutuhan atau requirements document,” ujarnya.
Langkah kedua, Desain Aplikasi. Dalam hal ini terkait dengan desain arsitektur, desain database, desain UI/UX, serta desain sistem dan integrasi. Dengan outputnya berupa dokumen desain arsitektur, desain database, dan desain antarmuka pengguna (UI/UX).
Ketiga, Pengembangan (coding) dengan cara penulisan Kode, yaitu penggunaan framework dan tools, serta pengelolaan versi kode. Dengan output yaitu kode sumber aplikasi. Keempat, Pengujian (testing). Ini untuk pengembangan Unit Testing, Integration Testing, System Testing, User Acceptance Testing (UAT), Performance Testing. Dengan output, laporan pengujian dan perbaikan bug.
Kelima, Implementasi (deployment). Yaitu persiapan infrastruktur, deployment ke lingkungan produksi, dan monitoring pasca-peluncuran. Yaitu output-nya berupa aplikasi yang dapat diakses oleh pengguna.
Keenam, Pemeliharaan dan Pembaruan, yaitu pemeliharaan rutin, peningkatan fitur, penyelesaian masalah dan debugging, serta update dan patch. Dengan output-nya versi aplikasi terbaru yang telah diperbarui atau dipelihara.
“Dengan langkah ketujuh yaitu dokumentasi untuk ke pengguna, dokumentasi pengembang, dan dokumentasi pemeliharaan. Dan output-nya ya tentu saja dokumen teknis dan panduan pengguna,” kata dia.
Di kesempatan yang sama, Ishak menambahkan pemaparan terkait aplikasi dan solusi bisnis yang sudah dikembangkan. Salah satunya solusi bisnis untuk internal perusahaan dengan nama Single Sign On (SSO). Ini berupa Gerbang Sistem Utama dari seluruh sistem yang terintegrasi serta ke seluruh Astana Group.
“Dengan fitur unggulannya adalah Seluruh karyawan Astana Group dapat mengakses sistem yang terintegrasi pada Astana Group sesuai dengan ketentuan karyawan tersebut. Adapun manfaat yang kami terima ke Perusahaan adalah meningkatkan efektivitas & produktivitas karyawan dalam pekerjaan di lingkup Astana Group,” jelas dia.
Lalu ada juga solusi bisnis untuk konsumen atau mitra bisnis yaitu Booking Driving Range, yaitu aplikasi yang bisa digunakan customer untuk melakukan booking bays secara online. Dengan fitur unggulannya Book Online, Dashboard Available Bay. Dan tentu saja, aplikasi ini bermanfaat secara bisnis yaitu meningkatkan traffic penjualan.
“Dengan digitalisasi ini, bisnis kita makin mudah. Sebelum ada solusi digital semua dikerjakan secara manual, seperti rekrutmen karyawan yang sebelumnya manual sekarang sudah menggunakan aplikasi. Juga terkait integrasi proses. Sekarang sudah ada Single Sign On (SSO System). Sehingga dengan SSO ini, semua kebutuhan, pekerjaan dan evaluasi berada dalam satu layanan akses,” pungkas dia.
Editor: Fauzi














