PT Pertamina Gas (Pertagas) menjadi kandidat peraih penghargaan TOP Digital Awards 2024. Pertagas menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk mengakomodasi kompleksitas bisnis perusahaan, khususnya terkait manajemen aset, dengan AIMS (Asset Integrity Management System).
TOP Digital Awards adalah kegiatan Pembelajaran Bersama sekaligus Pemberian Penghargaan tahunan terbesar tingkat nasional yang diberikan kepada Perusahaan atau Instansi yang dinilai berhasil dalam pemanfaatan Teknologi-Informatika (TI) untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan kepada pelanggan atau masyarakat.
Kegiatan tahunan ini diselenggarakan Majalah It Works sejak tahun 2016 bekerja sama dengan sejumlah asosiasi, lembaga konsultan, serta pakar, di bidang Teknologi Informatika (TI) terkemuka di Tanah Air. Tema TOP Digital Awards 2024 adalah “Business Solutions, Generative AI, and Cyber Security for Excellence Business and Services”.
Sebagai bagian dari Subholding Gas dalam Holding BUMN Migas, Pertamina Gas berkomitmen untuk memenuhi aspirasi pemegang saham dalam menghadirkan energi gas bumi bagi masyarakat Indonesia. Pertagas mengembangkan bisnis energi gas melalui pengusahaan transportasi gas, pemrosesan gas, distribusi gas, niaga gas dan bisnis lainnya yang terkait dengan gas alam dan produk turunannnya. Pertagas juga mengembangkan bisnis pengangkutan minyak.
Pertamina Gas secara berkelanjutan mengembangkan bisnisnya dengan pengembangan infrastruktur energi, baik gas, minyak, maupun bentuk energi lainnya, di seluruh Indonesia demi menjamin kebutuhan pasokan energi domestik. Hingga akhir tahun 2023, kegiatan usaha Pertamina Gas didukung oleh 2 (dua) Entitas Anak Usaha, yaitu PT Pertagas Niaga dan PT Perta Arun Gas, dan 2 (dua) Entitas Perusahaan Patungan, yaitu PT Perta Daya Gas dan PT Perta-Samtan Gas.
Gagan Suryanagara Manajer Asset Reliabity Integrity Pertagas dan tim telah mengikuti Penjurian TOP Digital Awards 2024, secara online, Jum’at, 29/11/2024. Bertindak selaku dewan juri, yaitu: Dwinda Ruslan (Yayasan PAKEM), Benyamin De Haan (Penasehat MSI), Tesar Sandikapura (IDIEC), Subandi (Praktisi IT), dan Nelson Idris (FORTI BUMN).
Membawakan presentasi berjudul “Transformasi Digital untuk Akselerasi Manajemen Integritas Aset”, Gagan memaparkan upaya Pertagas menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk mengakomodasi kompleksitas bisnis perusahaan, khususnya terkait manajemen aset, menggunakan AIMS (Asset Integrity Management System).
“Pertagas bergerak di bidang natural gas, dalam operasionalnya sangat banyak melibatkan kompleksitas peralatan-peralatan. Sebelumnya, semua peralatan itu menggunakan pencatatan secara manual, kemudian menggunakan spread sheet. Tapi ternyata praktek tersebut mempunyai banyak kendala,” bebernya.
Maka dari itu, lanjut Gagan, Pertagas mengembangkan sistem terpadu berbasis teknologi untuk menjawab semua tantangan dan kompleksitas bisnis perusahaan. “Kami develop bahwa dalam operasional tidak bisa lagi konvensional tapi harus memanfaatkan teknologi. Jadi Pertagas terus men-develop bidang-bidang yang bisa di-simplified-kan dengan penggunaan teknologi.”
Pertagas terus berupaya untuk meningkatkan keandalan dan integritas aset-asetnya, serta menjamin keselamatan dan efisiensi operasional di seluruh wilayah operasinya. Aplikasi AIMS merupakan solusi terpadu yang memungkinkan perusahaan untuk mengelola aset-asetnya secara efektif dan efisien.
Sistem AIMS ini mengintegrasikan berbagai sistem manajemen infrastruktur minyak dan gas di Pertagas, seperti Bisma, SAP Plant Maintanance, dan Gasboard.
Bisma adalah salah satu implementasi teknologi data spasial dari Pertagas dengan menggunakan GIS (Geographical Information System) sehingga dapat melihat profil Pertagas mulai dari Aceh sampai dengan Kalimantan Timur beserta profil risikonya.
SAP adalah ERP (Enterprise Resource Planning). Sedangkan Gasbot merupakan kompilasi data utama menggunakan Power BI untuk kebutuhan manajemen sehingga manajemen dapat melihat secara cepat kebutuhan-kebutuhan profil dari aset tersebut. Misalanya jika profil aset itu berwarna orange maka membutuhkan pengawasan dan perawatan.
Manfaat AIMS
Menurut Gagan, dengan sistem AIMS, Pertagas dapat mengakses informasi terkini mengenai kondisi dan performa aset-asetnya, serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara real-time.
Selain itu, aplikasi AIMS juga memungkinkan untuk mengelola dokumen-dokumen yang terkait dengan aset-asetnya, serta mengatur jadwal dan rencana perawatan yang tepat untuk setiap aset.
AIMS sangat penting secara sistem untuk memonitor real-time aset fasilitas produksi. AIMS juga merupakan bagian dari transformasi digital yang sedang gencar dilakukan oleh Pertamina, khususnya Subholding Gas.
Integrasi AIMS ke dalam dashboard Integrated Operation Center (IOC) sebagai tool merupakan aplikasi pertama dalam pengelolaan fasilitas produksi yang terintegrasi semua regional untuk menuju operation excellent.
“Pada tahap selanjutnya, Pertagas akan terus meningkatkan penggunaan aplikasi AIMS beserta aplikasi produksi lainnya untuk memastikan bahwa aset-asetnya dapat dioperasikan secara efektif dan efisien, serta menjamin keselamatan dan efisiensi operasional di seluruh wilayah operasi perusahaan,” pungkas Gagan.
Kiprah 17 Tahun Pertagas, Lirik Potensi Bisnis Baru
Pertagas mulai mengembangkan potensi bisnis baru, setelah 16 tahun berkiprah di sektor midstream dan downstream migas. Tidak hanya itu, Pertagas juga berkomitmen untuk ikut berperan dalam menyukseskan target Net Zero Emission (NZE).
Sebagai perusahaan infrastruktur dalam bidang transisi energi, Pertagas berencana mengembangkan potensi bisnis baru melalui pengembangan produk petrokimia dan bidang clean energy.
Hal ini dalam rangka ikut serta berperan menyukseskan Net Zero Emission, yakni di antaranya pengelolaan limbah kelapa sawit menjadi biomethane atau bioethanol, hydrogen, ammonia, carbon pipeline dan CCUS.
PT Pertamina Gas didirikan pada 23 Februari 2007. Selain segmen bisnis transportasi gas dan minyak, niaga gas, pemrosesan dan regasifikasi gas, Pertagas juga akan mengembangkan bisnis lain, seperti pembangunan infrastruktur pipanisasi energi, pengembangan infrastruktur gasifikasi kelistrikan, pengelolaan limbah kelapa sawit menjadi biomethane atau bioethanol, pembangunan infrastruktur untuk gray/green/blue hydrogen dan green/blue ammonia, hingga infrastruktur pendukung carbon capture utilization & storage (CCUS) Gas.
Hal ini menjadi hal yang positif bagi Pertagas mengingat Indonesia masih memiliki cadangan gas yang cukup besar. Namun demikian, Pertagas juga telah memiliki rencana jangka panjang dalam pengembangan bisnis clean energy.
Pertagas telah menancapkan posisi sebagai perusahaan infrastruktur energi terdepan. Pertagas mencatatkan aset di sektor midstream hingga downstream, di antaranya adalah pipa transmisi gas, transmisi minyak, pemrosesan gas, regasifikasi LNG dan infrastruktur pendukung penyaluran energi lainnya di Indonesia.
Pertagas tercatat telah membangun dan mengelola pipa transmisi gas sepanjang lebih dari 2.809 km, pipa minyak 605 km, dua LPG Plant dengan kapasitas 1130 ton per hari, terminal regasifikasi dengan kapasitas 400 BBtud dan LNG Hub dengan kapasitas 127.000 M3.
Pertagas juga telah membangun Pipa Minyak Rokan dan telah mengalirkan minyak, serta telah melaksanakan commissioning Pipa Gas Senipah-Balikpapan.
Kedua jaringan pipa tersebut menambah daftar infrastruktur energi yang dibangun dan dikelola Pertagas. Perseroan hingga saat ini telah membangun dan mengelola Pipa Gas Arun Belawan; Pipa Gas Duri- Dumai; Pipa Gas Grisik-Pusri; Pipa Gas Gresik-Semarang; Pipa Gas Muara Karang – Muara Tawar; Pipa Gas Porong-Grati; Pipa Minyak Tempino – Plaju; LPG Plant PSG; Fasilitas LNG Filling Station Arun; Fasilitas LNG Filling Station Bontang; Terminal Regasifikasi Arun, dan CNG Tambak Lorok.
Melalui tagline terbaru yaitu Delivering Reliable Energy, Pertagas berkomitmen utuk menyediakan infrastruktur energi serta menyalurkan energi secara handal melalui operational & HSSE Excellence.
Melalui penyediaan infrastruktur energi & penyaluran energi yang handal tersebut diharapkan manfaatnya dapat dirasakan ke seluruh lini kehidupan yang sejalan dengan program kedaulatan energi nasional, serta mendukung tercapainya NZE 2060.
Editor: Teguh IS.














