Di era digital saat ini, data telah menjadi aset berharga bagi perusahaan di berbagai sektor. Data bisa memberikan wawasan berharga bagi bisnis, memahami tingkah laku pelanggan serta tingkatkan efisiensi operasional, ramal pasar, dan dukung inovasi produk atau layanan baru yang lebih relevan bagi pelanggan.
Dengan demikian data dapat membantu perusahaan memahami kebutuhan pelanggan dan kondisi pasar dengan lebih baik serta menjadi dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat dan strategis.
Karenanya tata kelola data (data governance) menjadi satu hal yang amat penting bagi sebuah entitas bisnis untuk mewujudkan manajemen perusahaan yang baik dan menjalankan bisnis secara efisien dan inovatif
Pentingnya data governance ini terletak pada kemampuannya untuk menyelaraskan pengelolaan, keamanan, dan kualitas data secara holistik, memastikan keberlanjutan operasional, kepatuhan peraturan, serta pengambilan keputusan yang informasional.
Sejalan dengan tujuan tersebut, PT Artha Solutions Indonesia sebuah perusahaan konsultan bisnis dan teknologi terkemuka yang memiliki sertifikasi profesional dan diakui komunitas global data management menjalin kerjasama dengan MSI Institute unit bisnis di bawah PT Madani Solusi Internasional (MSI Group), untuk menyelenggarakan berbagai program konsultasi dan training khusus terkait pengelolaan data, dimulai dari institusi pemerintah, BUMN, hingga pelaku bisnis di Tanah air.
Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara kedua perusahaan yang diwakili oleh CEO MSI Group M. Lutfi Handayani dan Country Head PT Artha Solutions Indonesia Dodi Y Soewandi di sela acara TOP Digital Awards 2024 yang dihelat di Dian Ballroom, Rafless Hotel, Jakarta Kamis (05/12).
“Saya rasa ini merupakan kolaborasi yang sangat powerfull, kami dari sisi praktisi terkait penerapan tata kelola data dan MSI dari sisi institusi yang banyak interaksi dengan government, private company. Kami akan bersama-sama memberikan pemaparan bagaimana data governanance atau tata kelola data bisa lebih jauh lagi kita implementasikan di industri dan government,” kata Dodi usai penandatanganan MoU.
Menurut Dody tata kelola data merupakan hal yang fundamental untuk mendukung keberlangsungan bisnis. Tata kelola data juga merupakan satu langkah awal bagi perusahaan ketika melakukan journey terkait dengan pengembangan arsitektur data. Tidak hanya melulu mengenai TI (Teknologi Informasi), data governance merupakan kesinambungan (kerja sama) antara IT dengan stakeholder di dalam satu perusahaan.
“(Bicara) data governance, kebanyakan teman-teman melihat bahwa itu project-nya IT, padahal tata kelola data atau data governance adalah project untuk semua lini yang ada di perusahaan, tidak hanya proyek IT,” jelas Dody.
“Jadi, prinsipal utama dari tata kelola data, di dalamnya terkait dengan how to manage, bagaimana kita me-manage data tersebut, how to leverage, artinya bagaimana kita memanfaatkan data tersebut, apakah untuk pelaporan, apakah untuk analisa, apakah untuk kebutuhan pertumbuhan bisnis, inovasi, ini merupakan salah satu kenapa data governance itu diperlukan. Dan yang paling penting adalah dengan data governance kita bisa memastikan data kita aman karena belakangan ini cukup marak pencurian data, serangan siber, dan sebagainya” sambungnya.
Sementara itu, CEO MSI Group M. Lutfi Handayani menyatakan bahwa kerja sama ini dilatarbelakangi dengan banyaknya diskusi dari peserta event-event yang diselenggarakan MSI Group, khususnya TOP Digital Awards terkait pentingnya tata kelola data, cyber security dan lain sebagainya.
“Tentu dari Majalah It Woks dan MSI perlu menggandeng mitra-mitra atau partner strategic. Alhamdulillah, dalam kesempatan ini kita bisa bersama-sama ke depan dengan Artha Solutions sebagai partner strategic, kebetulan beliau memiliki portofolio baik di dalam maupun di luar negeri terutama berkaitan dengan data governance,” ujar Lutfi.
Menurut Lutfi, data governance menjadi kebutuhan fundamental bagi perusahaan dan institusi pemerintah saat ini, karena kalau bicara perlindungan data pribadi, cyber security dan sebagainya, hal yang fundamental harus dibenahi dan diperbaiki terlebih dulu adalah mengenai tata kelola data.
“Kita saat ini masih berbicara tentang cyber security, tren ke depan kita bicara tentang cyber crime intelligence. Jadi bagaimana kita memprediksi ancaman siber ke depan, selama ini kita sibuk dengan ancaman yang sudah ada, tren ke depan kita akan banyak mendiskusikan cyber crime intelligence. Itu semua kalau data governance belum kita benahi, akan sulit kita lakukan,” tutur Lutfi.
Untuk itu, Lutfi mempersilakan tamu undangan yang hadir dalam ajang TOP Digital Awards 2024 untuk mendiskusikan soal data management ini dengan Artha Solutions. “Apa yang menjadi problem dan opsi-opsi yang bisa menjadi solusinya, tentu Artha Solutions akan dengan senang hati menjelaskan atau berdiskusi dengan Bapak-Ibu sekalian,” ucapnya.
“Ini juga salah satu rekomendasi dari dewan juri TOP Digital Awards bahwa Artha Solutions mempunyai kapabilitas untuk memberkan solusi-solusi terkait data governance. Mudah-mudahan MoU ini memberi kemanfaatan untuk kita semua dan tentu kemanfaatan untuk bangsa Indonesia,” kata Lutfi.
MSI Institute merupakan unit bisnis di bidang konsultasi dan pelatihan dari MSI Group. Insitusi ini rutin menggelar pelatihan-pelatihan terkait CSR, GRC (Governance, Risk Management dan Compliance Management), Cyber Security, dan Pelatihan Public Speaking yang diikuti kalangan pofesional baik dari perusahaan swasta maupun BUMN dan BUMD.














