ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Twilio: Interaksi Brand-Pelanggan di Masa Depan Akan Berbasis Data dan Didukung AI

Fauzi
24 December 2024 | 16:00
rubrik: Research
Twilio: Interaksi Brand-Pelanggan di Masa Depan Akan Berbasis Data dan Didukung AI
Share on FacebookShare on Twitter

Twilio belum lama ini merilis prediksi sejumlah tren utama yang akan membentuk masa depan strategi pemasaran brand dan interaksi brand dengan pelanggan (customer engagement) di kawasan Asia Pasifik.

Teknologi kecerdasan buatan (AI) telah menjadi sebuah kekuatan yang amat berpengaruh di tahun 2024, di mana AI generatif digunakan untuk segala hal mulai dari pembuatan konten hingga analisis dan berbagai organisasi bisnis menggunakannya untuk mengotomatiskan tugas dan memperbaiki proses pengambilan keputusan. Di tahun 2025, AI akan terus memengaruhi lanskap pemasaran dan interaksi dengan pelanggan, tetapi ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan guna memastikan bahwa seluruh potensi AI dapat dimaksimalkan.

AI: Pedang bermata dua
Di Indonesia, perusahaan-perusahaan di berbagai sektor industri – mulai dari manufaktur, pertambangan, e-commerce dan ritel, telekomunikasi, layanan keuangan, hingga jasa kesehatan dan pendidikan – berlomba-lomba memanfaatkan AI. Di balik antusiasme yang tinggi ini, organisasi bisnis kerap tidak memiliki pemahaman intuitif tentang nilai AI yang sesungguhnya. Walaupun telah memahami area proses bisnis yang kurang efisien dan kebutuhan pelanggan yang perlu dipenuhi, banyak pelaku bisnis masih berupaya mencari cara untuk mengimplementasikan AI secara efektif guna mengatasi tantangan tersebut.

“Saat ini kita menyaksikan gelombang inovasi berbasis AI yang diakselerasi oleh penggunaan alat-alat AI. Akan tetapi, perwujudan potensi AI yang sebenarnya akan lebih berupa peningkatan secara bertahap sejalan dengan respons pasar, alih-alih melesat secara eksponensial seperti yang terjadi pada kebanyakan teknologi lainnya,” ujar Zachary Hanif, VP Group Architecture, AI di Twilio.

Dalam prosesnya, rasa percaya dan otentisitas dalam suatu pengalaman AI generatif akan jadi faktor yang semakin penting bagi para pelaku pasar yang cerdas.

BACA JUGA:  Nielsen: Belanja Iklan Online Services Meningkat 67%

“Bisnis yang akan paling sukses dalam adopsi AI adalah bisnis yang dapat mengelola dan memonitor output AI secara efektif,” tegas Hanif.

Kebangkitan bot cerdas
Tahun 2025 akan menandai titik balik dalam komunikasi langsung dengan pelanggan karena brand mulai mengadopsi sistem AI percakapan yang mampu mengidentifikasi maksud pengguna dengan lebih baik dan menghasilkan kalimat yang mampu menyamai nuansa percakapan antar manusia. Sebagian besar chatbot yang ada saat ini belum mampu menghasilkan respons yang benar-benar mensimulasikan interaksi dengan manusia, karena mereka dilatih menggunakan sumber daya statis seperti FAQ atau buku petunjuk. Akibatnya, chatbot sekadar berfungsi sebagai pengalih perhatian sementara sampai agen manusia dapat turun tangan untuk memberikan solusi nyata. Sebaliknya, AI percakapan dapat berinteraksi dengan pelanggan berbekal interaksi sebelumnya dan merespons dengan cara yang terasa lebih dinamis dan alami.

Selain AI percakapan, brand juga menyadari potensi agen AI cerdas yang dapat menawarkan atau menjual produk dan layanan, bertindak untuk mengatasi masalah pelanggan, membuat keputusan di tengah situasi sulit, dan mampu bekerja di seluruh saluran komunikasi. Agen AI cerdas ini memiliki pemahaman mendalam tentang preferensi konsumen berdasarkan data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu, pembelian sebelumnya, dan dari interaksi pelanggan sebelumnya seperti ketika mereka mengadukan kesulitan login atau masalah yang belum terselesaikan.
Bahkan, agen AI cerdas dapat menyesuaikan gaya komunikasi mereka dengan konteks tertentu di berbagai saluran komunikasi yang berbeda.

“Tujuan utamanya adalah menciptakan agen AI yang tidak terlihat namun sangat efektif, menghadirkan pengalaman layanan pelanggan yang terasa alami, mudah, dan tepercaya. Data kontekstual menjadi kunci untuk mewujudkan hal ini, memberdayakan agen AI dengan kemampuan mengantisipasi kebutuhan konsumen yang lebih baik, menyelesaikan masalah dengan cepat serta memastikan pelanggan tak perlu lagi mengulang keluhan yang sama,” papar Chris Connolly, Solutions Engineering Lead for Communications, APJ di Twilio.

BACA JUGA:  Riset: 7 dari 10 Staf Retail Khawatir dengan Upaya Mencegah Kehilangan Barang

Data sebagai keunggulan kompetitif baru
Keberadaan data kontekstual yang bersih dan konsisten makin krusial seiring dengan meningkatnya integrasi agen AI dan kecerdasan artifisial berbasis percakapan ke dalam perjalanan pelanggan. Agar dapat menonjol di tengah persaingan bisnis digital yang dipenuhi dengan berbagai bot, brand harus memanfaatkan data pelanggan secara optimal guna menciptakan pengalaman yang mulus tanpa hambatan.

Di tahun 2025, praktik yang lebih cerdas seputar pengumpulan dan pengelolaan data akan menjadi pusat perhatian. Makin banyak brand akan berinvestasi untuk platform data pelanggan (CDP) dan kerangka kerja validasi data yang dapat ditingkatkan skalanya guna memastikan keandalan dan kredibilitas data dalam skala besar. Liz Adeniji, Area Vice President, Asia Pasifik & Jepang di Twilio Segment, menekankan pentingnya data dalam menghadirkan pengalaman yang dipersonalisasi.

“Ketika model bahasa besar dan AI bukan lagi hal yang istimewa, data akan menjadi faktor penentu. Dengan memanfaatkan data secara efektif, brand dapat memperoleh keunggulan kompetitif dan menciptakan pengalaman pelanggan yang unggul,” terang Liz.

Liz juga menegaskan pentingnya memastikan kualitas dan konsistensi data untuk keberhasilan suatu inisiatif AI. “Ada kecenderungan ke arah kedaluwarsa data karena brand mulai menyadari risiko menyimpan terlalu banyak data, sementara pelanggan semakin protektif terhadap informasi pribadi mereka. Ke depannya, brand akan fokus untuk mengumpulkan hanya data yang penting – seperti alamat email, nomor telepon, dan nama – dan membiarkan data sementara atau data yang tidak perlu kedaluwarsa.”

Meruntuhkan sekat dan memupuk kolaborasi tim
Di tahun 2025, organisasi bisnis akan beralih dari solusi yang hanya berlaku untuk satu masalah tertentu ke arah pendekatan yang lebih holistik untuk mencapai imbal hasil investasi (ROI). Langkah ini dapat terjadi ketika mereka mencoba menyelesaikan masalah inefisiensi seperti penargetan pelanggan secara berulang. Sejalan dengan pergeseran ini, brand dapat mulai mengalokasikan sumber daya secara lebih baik ke inisiatif yang berfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan.

BACA JUGA:  Perusahaan Kawasan APAC Semakin Andalkan SOC Outsourcing

“Di banyak organisasi, tim pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan beroperasi sendiri-sendiri, masing-masing berfokus pada data dan tujuan mereka. Fragmentasi ini mempersulit atribusi dan peninjauan kinerja karena ketiadaan gambaran yang terpadu tentang pelanggan. Dengan meruntuhkan sekat-sekat di antara berbagai tim tersebut dan menyelaraskan data di seluruh unit bisnis, brand akan dapat membangun strategi pemasaran yang lebih cerdas, lebih personal, dan benar-benar sesuai dengan masing-masing pelanggan,” kata Liz Adeniji.

Ke depan, teknologi seperti CDP dan data warehouse akan terus diminati dan menjadi kekuatan pemersatu seluruh divisi dan tim dalam sebuah organisasi bisnis. Teknologi ini akan berfungsi sebagai landasan untuk kolaborasi, menyatukan beragam tim dan unit bisnis di bawah satu bahasa yang sama, yakni data. Di saat yang sama, pimpinan dalam organisasi, termasuk CTO, CMO, CPO, CCO, CDO, dan CRO akan mengembangkan peran yang lebih besar dalam membentuk strategi data dan visi organisasi serta membangun satu pandangan yang komprehensif dan terpadu tentang perusahaan dan praktik bisnis.

Tags: Generative AI
Previous Post

Anggaran Keamanan TI Perusahaan Diprediksi Meningkat Hingga 9% dalam 2 Tahun ke Depan

Next Post

Ponsel yang Tak Bisa WhatsApp Mulai 1 Januari 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Optimalkan Layanan, IPC TPK Jambi Perkuat Ekspor Kayu Manis ke Pasar Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infinix Hot 30, Segera Rilis di Indonesia dengan Harga Kompetitif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gandeng ITB dan China Mobile, ASIX Luncurkan LIBRA: Solusi AI Enterprise

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalankan TJSL, IPC TPK Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Disabilitas Kalbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto