ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Sukses Digelar, Apa Saja Tujuan Konvensi Kebijakan Regional AI Ready ASEAN?

Fauzi
17 February 2025 | 18:00
rubrik: Event
Sukses Digelar, Apa Saja Tujuan Konvensi Kebijakan Regional AI Ready ASEAN?
Share on FacebookShare on Twitter

Dengan dukungan dari Google.org, ASEAN Foundation berhasil menyelenggarakan Konvensi Kebijakan Regional pertama dari AI Ready ASEAN di Markas Besar ASEAN/Sekretariat ASEAN, Jakarta, Indonesia, pada beberapa waktu lalu.

Acara ini menjadi tonggak penting dalam implementasi inisiatif AI Ready ASEAN, dengan mempertemukan pemangku kepentingan utama untuk mendorong dialog dan merumuskan kebijakan yang akan meningkatkan literasi dan inovasi AI di seluruh kawasan.

Dalam konvensi ini, pembuat kebijakan, praktisi AI, dan Mitra Pelaksana Lokal (MPL) dari seluruh negara di kawasan ASEAN mendiskusikan pendekatan kolaboratif dalam mengembangkan kerangka regulasi dan inisiatif kebijakan yang bertujuan untuk penerapan AI yang bertanggungjawab, menjembatani kesenjangan literasi AI, serta membuka berbagai peluang di Asia Tenggara.

Para pemangku kepentingan utama mencakup Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Stella Christie, Wakil Sekretaris Jenderal (DSG) ASEAN untuk bidang community dan corporate affairs, H.E. Naraya S. Soerapto, Ketua Dewan Pembina ASEAN Foundation dan Perwakilan Tetap Lao PDR untuk ASEAN, H.E. Duta Besar Bovonethat Douangchak, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Dr. Piti Srisangnam, serta Direktur Government Affairs & Public Policy Google Indonesia, Putri Alam.

Untuk mengeksplorasi lanskap AI di ASEAN, pentingnya kerangka etika, serta strategi dalam menyelenggarakan program AI di komunitas lokal, acara ini menghadirkan diskusi panel dengan Andreas Tjendra, Director AI Innovation, KORIKA, Dr. Sak Segkhoonthod, Executive Advisor, Electronic Transaction Development Agency (ETDA) dan AI Governance Center (AIGC) ETDA, Agung Pamungkas, Government Affairs and Public Policy Manager Google Indonesia, Ilan Asqolani, Senior Programme Manager ASEAN Foundation, Rajeshpal Singh, Director Mastercard’s Digital Trust Centre of Excellence (APAC), Hazremi Hamid, Senior Officer Digital Economy Division ASEAN Secretariat, dan Dr. Yeni Herdiyeni, Head of Artificial Intelligence Study Programme IPB University. Diskusi ini dimoderatori oleh Dr. Piti Srisangnam dan Mahmudi Yusbi, Head of Strategic Planning and Business Development ASEAN Foundation.

“Dengan kemajuan AI yang begitu pesat, penting bagi generasi muda, pendidik, dan orang tua untuk memahami dampaknya dalam kehidupan sehari-hari, perannya di masa depan, serta peluang yang ditawarkannya. Google.org dengan bangga mendukung program AI Ready ASEAN dari ASEAN Foundation, yang bertujuan membantu anak muda serta menginspirasi inovator AI masa depan untuk memanfaatkan teknologi ini demi kebaikan masyarakat. Dukungan ini mencerminkan komitmen kami untuk memastikan semua orang di kawasan ini dapat merasakan manfaat dari peluang yang ditawarkan AI,” ujar Marija Ralic, Lead Google.org.

BACA JUGA:  Datangkan Pembicara Mumpuni, MSI Institute Sukses Gelar Pelatihan 'Cyber Security Awareness'

Konvensi ini juga menandai dimulainya secara resmi inisiatif AI Ready ASEAN, program yang diluncurkan pada bulan Oktober 2024 lalu dengan tujuan meningkatkan literasi AI di negara-negara anggota ASEAN. Didukung oleh hibah senilai 5 juta dolar AS oleh Google.org, program berdurasi 2.5 tahun ini bertujuan untuk membekali 5.5 juta individu dengan keterampilan dasar AI.

Pertemuan kelima ASEAN Digital Ministers (ADGMIN) yang diadakan pada tanggal 16–17 Januari 2025 di Bangkok, Thailand, menegaskan komitmen kawasan ASEAN dalam mendorong transformasi digital dan menjalin kerjasama di antara pembuat kebijakan, pimpinan industri, serta para ahli. Diskusi-diskusi penting berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital ASEAN, mengembangkan standar perlindungan data, serta mendorong ekosistem digital yang aman, inklusif, dan inovatif. Pertemuan ini juga menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi guna membangun kepercayaan dan inklusivitas dalam ranah digital kawasan ASEAN.

Selaku mitra terpercaya Google.org, ASEAN Foundation bergabung dengan empat rekan penting lainnya dari Asia Tenggara dalam forum bergengsi ini. Dalam presentasi program AI Ready ASEAN kepada sepuluh Menteri Digital ASEAN, ASEAN Foundation menerima tanggapan yang sangat positif atas perannya menumbuhkan literasi digital dan memberdayakan komunitas masyarakat untuk berkembang dalam era AI ini. Forum ini mengukuhkan kembali tujuan bersama untuk mewujudkan kawasan ASEAN yang terhubung secara digital dan inklusif, mendorong inovasi dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat.

Konvensi kebijakan ini akan turut memenuhi pencapaian Peta Jalan Digital ASEAN 2025 dan Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (ASEAN Digital Economy Framework Agreement atau DEFA) yang disusun dalam rangka menciptakan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan bagi kawasan ASEAN. Tidak hanya itu, pertemuan ini juga sejalan dengan Pedoman ASEAN mengenai Tata Kelola dan Etika AI (ASEAN Guide on AI Governance and Ethics), pedoman yang memberikan panduan bagi negara-negara anggota ASEAN terkait penerapan AI dengan menekankan prinsip berkeadilan, transparansi, dan akuntabilitas.

BACA JUGA:  Telkomsel dan Pahamify Gelar Ilmupedia Tryout Akbar UTBK 2022

Pertemuan kebijakan ini juga merupakan event pertama dari empat event regional dalam program AI Ready ASEAN, juga merupakan kegiatan pertama dari lima kegiatan utama yang meliputi pelatihan bagi pelatih, pendidikan lanjut, penyuluhan terkait AI dalam lingkup regional, dialog nasional dan regional, serta riset mendalam mengenai AI di seluruh kawasan ASEAN.

“Sejalan dengan masuknya kita menuju masa depan yang dibentuk berbagai gagasan dan teknologi terbaru, penting sekali bagi setiap masyarakat, dimanapun mereka berada, untuk memiliki wawasan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk dapat sukses di era AI. Bersama program AI Ready ASEAN, kami berkomitmen demi pemberdayaan generasi muda, guru, hingga keluarga di seluruh kawasan ASEAN untuk memastikan tidak ada yang tertinggal seiring dengan perkembangan AI. Jika kita bekerjasama, kita dapat mengurangi kesenjangan dalam akses teknologi dan memastikan bahwa semua masyarakat di kawasan ASEAN dapat merasakan manfaat AI secara maksimal,” Dr. Piti Srisangnam, Executive Director ASEAN Foundation, menuturkan.

Konvensi kebijakan ini diadakan pada waktu yang tepat, mengingat perkembangan AI dan penerapan teknologi digital diperkirakan akan melipatgandakan pertumbuhan ekonomi digital ASEAN dari perkiraan 300 milyar dolar AS menjadi hampir 1 triliun dolar AS pada tahun 2030. Kebijakan dalam Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (ASEAN Digital Economy Framework Agreement atau DEFA) diharapkan dapat menggandakan proyeksi angka tersebut, mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 2 triliun dolar AS.

Kendati momentum yang tepat, masih terdapat ketimpangan dalam perkembangan AI di kawasan ASEAN. Ketimpangan ini memunculkan berbagai tantangan yang menghambat tujuan ASEAN untuk menjadi pusat AI terdepan, seperti buruknya koneksi internet atau minimnya program literasi digital di berbagai wilayah di kawasan ASEAN. Ketimpangan ini pun tercermin dalam perbedaan tingkat kesiapan AI di setiap negara anggota ASEAN. Sebagai gambaran, Singapura menempati peringkat pertama di seluruh kawasan ASEAN dan peringkat kedua dari 190 negara di seluruh dunia dalam Indeks Kesiapan AI Pemerintah 2024 (Government AI Readiness 2024 Index), sementara Laos, Kamboja, dan Myanmar yang masih berada pada tahap awal implementasi AI, secara berurutan menempati peringkat ke-136, ke-145, dan ke-149.

Indonesia sendiri sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia dan pemimpin ekonomi digital di Asia Tenggara, menjadi pasar potensial bagi teknologi AI. Perkembangan AI yang pesat telah mempengaruhi berbagai industri, termasuk pendidikan, di mana hampir setengah dari siswa Indonesia menggunakan AI untuk tugas akademik mereka guna meningkatkan efisiensi dan kreativitas.

BACA JUGA:  Bea Cukai Dukung Kelancaran Haji, Optimalkan Layanan Hingga Sosialisasikan IMEI Perangkat Telekomunikasi

Namun, literasi AI di Indonesia masih dalam tahap awal, dengan kesadaran yang meningkat tetapi pemahaman terkait etika dan penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari masih terbatas. Karena itu, edukasi AI menjadi krusial, tidak hanya untuk memperkenalkan teknologi ini tetapi juga untuk memperkuat literasi digital secara keseluruhan.

“AI Ready ASEAN hadir sebagai inisiatif strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat ASEAN tentang penggunaan AI yang bertanggung jawab, sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi ini secara optimal sambil tetap menjunjung tinggi etika dan integritas moral.” ujar, Mitra Pelaksana Lokal (LIP) dari Ruangguru Foundation.

Dalam makalah yang dirilis Institut Riset Ekonomi ASEAN dan Asia Timur (discussion paper from the Economic Research Institute for ASEAN and East Asia), dipaparkan juga pentingnya menerapkan ‘kebijakan untuk menjembatani kesenjangan guna memaksimalkan potensi manfaat AI di kawasan ASEAN.’ Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, studi ini merekomendasikan negara-negara anggota ASEAN agar melakukan upaya kolektif, baik di tingkat regional maupun nasional.

Dorongan untuk aksi regional ini sejalan dengan berbagai langkah dan inisiatif yang telah dibahas selama konvensi, dengan bertujuan mempercepat penerapan AI serta meningkatkan literasi AI di antara negara-negara anggota ASEAN.

Hasil dari studi ini menegaskan perlunya aksi regional yang terkoordinasi untuk memastikan pendidikan AI yang inklusif. Keterampilan AI akan meningkatkan daya saing masyarakat, memperluas akses terhadap peluang di bidang teknologi, analisis data, dan otomasi. Dengan masyarakat yang siap menghadapi era AI, ASEAN akan menarik investor untuk berinvestasi, yang berdampak positif bagi pertumbuhan start-up, perusahaan teknologi, dan ekosistem digital di kawasan ASEAN itu sendiri.

Konvensi Kebijakan Regional mengenai Kesiapan AI ini merupakan langkah signifikan dalam menuju demokratisasi AI. Melalui terjalinnya kolaborasi, pertukaran ilmu, dan perumusan kebijakan yang tepat sasaran, inisiatif ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan AI serta mewujudkan masa depan yang lebih inklusif bagi kita semua.

Tags: AIASEANASEAN FoundationGenerative AIGoogleGoogle.org
Previous Post

Mafindo Hadirkan Modul Cek Fakta Bahas Kecakapan Digital Hingga Kecerdasan Buatan

Next Post

Pendekatan ‘Citizen Centric’ Digunakan Sebagai Fondasi Transformasi Digital Pemerintah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meluncur di Indonesia, Laptop Berotak Intel Core Ultra Series 3 Sajikan Performa AI PC Generasi Berikutnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Luncurkan Program Doktor Akuntansi, BINUS Siapkan Pemimpin Riset dan Transformasi Bisnis di Era AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Indo Intertex 2026, Menperin Dorong Industri TPT Tingkatkan Adopsi Teknologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agoda Ungkap Tren Liburan Kalangan Gen Z di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto