ItWorks-Bersamaan puncak acara peringatan Dies Natalis UIN Walisongo -Semarang yang ke 55, pada 9 April 2025, Rektor UIN Walisongo Prof Nizar Ali menyampaikan bahwa melalui SK Menteri Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor: 193/B/O/2025 tertanggal 8 April 2025, kampus yang sebelumnya bernama IAIN Walisongo ini resmi membuka Program Studi (Prodi) Kedokteran. Terbaru, kampus ini sebelumnya juga membuka Prodi Bisnis Digital yang akan menerima mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 melalui jalur mandiri.
Pucak acara Perayaan Dies Natalis tahun ini berlangsung hari ini (09/04/2025) di Auditorium 2, Kampus 3 Gedung Tgk. Ismail Yaqub, dengan mengusung tema “Inovasi dan Kolaborasi: Mewujudkan Indonesia Gemilang”. Menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang juga merupakan alumni IAIN Walisongo Semarang Angkatan tahun 1986.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan sambutan dan orasi dengan mengulas arti penting deep learning sebagai manhaj Pendidikan di Indonesia. Dalam sambutannya, Prof. Mu’ti menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kemajuan signifikan yang dicapai almamaternya, seraya mengingat kembali perjalanan akademik dan profesionalnya yang dimulai dari kampus ini. “Saya kembali ke UIN Walisongo setelah 39 tahun. Dulu saya reporter majalah kampus Amanat, sekarang saya diliput oleh Amanat. Ini adalah perjalanan takdir yang luar biasa. Dari mahasiswa, menjadi dosen, hingga kini mendapat amanah sebagai menteri—semua berawal dari sini,” ujar Prof. Mu’ti penuh haru, dikutip portal web Amanat.
Dalam pidatonya yang berjudul “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Prof. Mu’ti menekankan pentingnya pendidikan karakter dan citizenship di tengah derasnya arus teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).“Teknologi boleh canggih, tetapi harus berada di tangan yang berkarakter. Pendidikan mendalam—deep learning—harus mengarah pada penguatan akhlak, soft skill, dan rasa kebersamaan,” tandasnya.
“Guru menjadi kunci. Jika gurunya berkualitas, maka pendidikan kita pun bermutu. Kini dengan adanya tunjangan sertifikasi, sudah saatnya kita fokus pada pengembangan kompetensi, bukan pada laporan administratif,” ujar Prof. Mu’ti, menegaskan pentingnya memanusiakan pendidikan.
Sementara itu Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Nizar, M.Ag., menyampaikan bahwa peringatan dies natalis kali ini menjadi semakin istimewa dengan diterimanya Surat Keputusan pendirian Fakultas Kedokteran. “Per kemarin, SK resmi telah kami terima. Ini adalah hadiah terindah bagi UIN Walisongo di usia ke-55,” ungkapnya.
Upaya untuk mewujudkan Fakultas Kedokteran di UIN Walisongo menjadi harapan keluarga besar UIN Walisongo. Harapannya melalui Fakultas Kedokteran, UIN Walisongo bisa berkiprah secara maksimal untuk peradaban dan kemanusiaan, sebagaimana visi kampus UIN Walisongo.
Ke depan Fakultas ini akan dilengkapi dengan pembuatan Rumah sakit Pendidikan yang akan dibuka di Nongko sawit Gunungpati Kabupaten Semarang. Keseriusan inilah yang kemudian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berkenan memberikan izin pendirian Fakultas Kedokkteran di UIN Walisongo.
Jalur Mandiri
Selain Fakultas Kedokteran, tahun ini UIN Walisongo juga membuka Program Studi Bisnis Digital, sebagai wujud respons terhadap dinamika kebutuhan zaman. Dibentuknya Prodi Bisnis Digital dilatarbelakangi keinginan mengembangkan keilmuan yang mana kebutuhan pasar bisnis digital yang peminatnya juga makin tinggi.
Prodi Bisnis digital sudah bermitra dengan perusahaan telekomunikasi telkomsel, perusahaan sekuritas Phintraco, dan platform-platform lain. Jalur masuk kedua prodi terbaru ini akan dibuka tahun ini melalui jalur mandiri. UIN Walisongo juga telah mencatat sejumlah capaian penting sepanjang tahun 2024–2025, antara lain akreditasi institusi “Unggul”, peringkat nasional dalam Humas Award, serta empat tahun berturut-turut meraih predikat “informatif” dalam keterbukaan informasi publik. Saat ini, UIN Walisongo memiliki 47 guru besar, 599 dosen, 384 tenaga kependidikan, dan 20.218 mahasiswa aktif. (AC)














