ItWorks- Pusat Data dan Teknologi Informasi Komunikasi Badan Siber dan Sandi Negara (Pusdatik BSSN) menerima kunjungan audiensi dari Direktorat Teknologi Informasi Keimigrasian Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan BSSN dalam upaya menjaga dan meningkatkan sistem keamanan dan ketahanan siber sebagai fondasi penting transformasi digital di Kemenimipas.
Audiensi dipimpin Koordinator Fungsi Infrastruktur Direktorat Teknologi Informasi Keimigrasian Kemenimipas, Berthi Mustika yang diterima oleh Kepala Pusdatik BSSN- Taufik Arianto yang berlangsung di Kantor BSSN Sawangan, Depok, Jawa Barat, belum lama ini.
“Audiensi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara BSSN dengan Kemenimipas dalam menjaga keamanan dan ketahanan siber yang menjadi fondasi penting bagi transformasi digital di Kemenimipas,” ujar Kepala Pusdatik BSSN Taufik Arianto dilansir Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN melalui portal web-nya, baru-baru ini.
Dalam pertemuan tersebut, pihaknya membahas berbagai isu terkait keamanan dan ketahanan siber serta upaya pencegahan terhadap ancaman siber yang dapat mengganggu layanan imigrasi dan pemasyarakatan yang modern. Dalam kaitan ini, kedua institusi siap untuk kolaborasi dalam mengamankan data dan informasi sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah beruaya mempercepat transformasi digital nasional dengan mengoperasikan Pusat Data Nasional (PDN 1) mulai 2025 ini. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan layanan publik berbasis data yang aman, efisien, dan transparan yang tentunya juga membutuhkan sistem keamanan siber yang andal. Digitalisasi layanan pemerintah merupakan proses transformasi pelayanan publik dari cara manual menjadi berbasis teknologi digital yang bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kemudahan akses bagi masyarakat.
Upaya Ini melibatkan penggunaan sistem TIK dalam berbagai proses administrasi, pengelolaan data, serta pengembangan sistem pelayanan berbasis teknologi. Tujuan utamanya yakni untuk efisiensi, mengurangi tumpang tindih administrasi, meningkatkan transparansi, dan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah.














