Fortinet, pemimpin di bidang keamanan jaringan mengumumkan sebuah bukti atas konsep yang dirancang untuk melindungi trafik jaringan virtual pada tingkat hypervisor. Melalui pendekatan ini, titik penerapan keamanan tidaklagi diharuskan berada dalam arus trafik jaringan fisik, dan memungkinkan untuk memasukan kontrol keamanan sebelum trafik keluar dari lapisan jaringan virtual.
Secara khusus, bukti konsep tersebut akan menunjukkan arus lalulintas yang aman pada lingkungan jaringan tervirtualisasi VMware, yang menyorot pada penerapan kebijakan keamanan komunikasi di seluruh dan di antara beban kerja fisik dan virtual. Bukti konsep ini diumumkan pertama kali pada konferensiVMworld® 2013 yang berlangsung selama empat hari di San Francisco baru-baruini.
“Pada awalnya, kontrol keamanan diperlukan langsung di arus komunikasi yang telah terkontaminasi. Namun, integrasi VMware kami memungkinkan adanya sebuah rancangan yang lebih tidak menggangu serta kontrol kebijakan yang dinamis,” ujar Ellie Bitton, Senior Director, Product Management – Virtualization and Management, Fortinet.
“Produk Unified Threat Management (UTM) VM memberikan pelanggan kami sebuah alternatif lain untuk keamanan arsitektur pusat data yang menggunakan cloud dan software. Ketika pelanggan kami memulaivirtualisasi jaringan cloud dengan platform virtualisasi jaringan VMware NSX™ yang terbaru, kami akan memberikan keamanan yang komprehensif di seluruh infrastruktur virtual danfisik. “
Dengan berbagai organisasi TI yang telah beranjak menuju penggunaa nsoftware sebagai pusat data, maka diperlukan pulasolusi yang dapat dimasukkan dan dihapus sesuai perintah untuk mencapai ketangkasan dan kualitas layanan yang maksimal. VMware NSX akan melakukan virtualisasi terhadap jaringan dan menyediakan sebuah platform untuk layanan keamanan dan jaringan virtual. VMware NSX akanmemanfaatkan framework jaringan yang telah disebarkan untuk memudahkan penempatan layananmitra.
“VMware bekerja dengan mitra yang memiliki ekosistem keamanan terbaik di kelasnya untuk mengotomatisasi danmenyederhanakan keamanan bagi pelanggan, dengan memanfaatkan virtualisasi jaringan yang kini berada dalam proses transisi menuju data pusat software-defined, “ ujarMilin Desai, Director, Product Management, VMware. (ju)














