iTech, Jakarta – Lebih dari 50% penggguna internet di Indonesia saat ini telah menggunakan media sosial sebagai sumber utama untuk mendapatkan berita. Hal ini diungkap berdasarkan laporan UC News tentang tren dan konsumsi konten digital di Indonesia pada akhir tahun 2016. Selain itu, laporan ini juga menyebutkan bahwa ada kenaikan yang signifikan pada konsumsi konten berita. Pada paruh akhir 2016, terdapat kenaikan sebesar 307% dibandingkan dengan kuartal empat 2015. Durasi membaca juga meningkat sebesar 206% pada periode yang sama.
Dengan demikian, konsumsi jejaring sosial dan konten digital di Indonesia pada tahun 2017 diprediksi terus meningkat. Melihat potensi ini, UCWeb tengah memperkuat fokus perusahaan dalam bidang agregasi dan distribusi konten digital di Indonesia dan India. Komitmen ini juga ditunjukkan dengan investasi sebesar 400 Miliar Rupiah selama dua tahun ke depan di kedua negara. UCWeb juga tengah mempersiapkan peluncuran program We-Media generasi terbaru yang akan diluncurkan pertengahan Maret ini.
Dana ini digunakan untuk meningkatkan konten dan distribusi UCNews. “Kami merencanakan untuk menambah 30.000 penerbit individual, blogger dan KOL pada platform kami di tahun 2017, dengan menemukan talenta-talenta tersembunyi dan juga menggandeng pencipta konten yang sudah dikenal, untuk menciptakan lebih dari 10.000 arikel untuk UC News, setiap harinya,” jelas Jack.
We-Media merupakan program pengembangan konten yang diciptakan oleh pelanggan (user generated) melalui platform distribusi berita dan konten miliknya, UC News. Xiaopeng He, Pendiri UCWeb dan Presiden dari Alibaba Mobile Business Group, didampingi oleh Jack Huang, Presiden Bisnis Luar Negeri UCWeb mengunjungi Jakarta dan bertemu dengan investor serta pencipta konten.
“Kami selalu memposisikan diri kami sebagai perusahaan yang berfokus pada teknologi dan produk, serta mendedikasikan diri kami untuk terus menambah konten lokal di tiap negara,” kata Jack Huang, Presiden Bisnis Luar Negeri, UCWeb, Alibaba Mobile Business Group. “Untuk memenuhi permintaan ini, UCNews telah mengubah visi perusahaan dan berfokus kepada penciptaan serta pendistribusian konten, automisasi, konsumsi dan monetisasi. Kami juga akan bermitra dengan beberapa media terpercaya di Indonesia, untuk menyediakan konten yang lebih akurat, serta merangkul penerbit konten independen untuk menciptakan konten yang unik dan menarik di Indonesia.”
Dalam siaran persnya, UCWeb menyebutkan bahwa WeMedia akan menggunakan teknologi Big Data untuk mendistribusikan konten dengan tepat kepada pembaca. Sehingga, pencipta konten bisa mendapat pasar yang tepat untuk konten yang mereka buat. “Saat ini, kita memasuki era dimana mesin dapat mempelajari jenis informasi yang Anda butuhkan dan Anda sukai, dan konten ini akan didistribusikan secara otomatis kepada Anda. Bisnis kami akan mengarah ke pendekatan seperti ini,” jelas Xiaopeng He.
We-Media menawarkan kompensasi atas konten yang disediakan oleh penerbit independen, blogger, dan KOL di platform UCNews. Sehingga mereka bukan hanya mendapat pembaca yang banyak, tapi juga keuntungan finansial. Kesempatan ini juga terbuka bagi pemula dan pencipta konten niche.
UC memperkirakan bahwa ke depan, konsumsi video pendek akan makin populer ke depan. Bahkan konten artikel dan berita tertulis bisa jadi akan tergilas oleh format ini. Untuk itu, UCWeb kini sedang meningkatkan portofolio konten dan layanan miliknya, dengan menambahkan lebih banyak konten video pendek. Saat ini UC tengah mempersiakan peluncuran program We-Media Reward Plan 2.0 untuk lebih memberdayakan kontributor independen konten.













